Pembuka
Debt Covenant sering mengikuti kontrak obligasi perusahaan publik, termasuk 峁k奴k (obligasi Islam). Masih belum lengkapnya informasi tentang faktor ekonomi dalam penyusunan kontrak utang (Dichev & Skinner, 2002). Demerjian (2011) dan Paik et al. (2019) mendokumentasikan peningkatan rasio berbasis laporan laba rugi (IS) dan penurunan rasio berbasis neraca (BS) dalam perjanjian utang dari waktu ke waktu.
Konflik keagenan yang dijelaskan dalam teori keagenan digunakan dalam keputusan investasi dan pembiayaan (Jensen & Meckling, 1976). Ada tiga hipotesis tentang perilaku oportunistik manajer, salah satunya adalah hipotesis debt covenant (Watts & Zimmerman, 1978). Rasio keuangan berdasarkan BS dan IS melayani tujuan yang berbeda dalam perjanjian utang (Christensen & Nikolaev, 2012). Penelitian sebelumnya mengembangkan tujuan pinjaman menjadi tiga klasifikasi, yaitu: operasi, pembiayaan, dan investasi/akuisisi (Skousenet al.; Song & Sun, 2018; Paik et al., 2019). Penting juga bagi pemegang 峁k奴k untuk mengetahui jenis akad hutang yang tepat berdasarkan tujuan dari hutang tersebut.
Isi
Data penelitian adalah 236 峁k奴k yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Desember 2020. Data tersebut dikumpulkan melalui website resmi BEI. Regresi logistik dan uji Sobel digunakan untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel yang diteliti.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh tujuan pinjaman (operasi, pembiayaan, dan investasi) terhadap pencantuman perjanjian utang berdasarkan BS, IS, baik IS dan BS, dan agunan. Namun, model penelitian ini juga mencakup beberapa variabel kontrol yang mengindikasikan properti pinjaman (maturity, deal size, dan firm age). Variabel-variabel ini penting dalam analisis perjanjian utang dalam penelitian sebelumnya (Christensen & Nikolaev, 2012; Paik et al., 2019). Jenis data perjanjian utang, tujuan utang, 峁k奴krating, dan data variabel kontrol untuk masing-masing 峁k奴kw diperoleh dari laporan tahunan, Direktori Pasar Obligasi Indonesia (IBMD), dan prospektus yang dipublikasikan di situs resmi BEI. Perjanjian utang dibagi menjadi beberapa sub-kategori rasio keuangan yang digunakan sebagai syarat untuk menentukan apakah mereka didasarkan pada IS, BS, baik IS dan BS, atau agunan. Pembatasan angka akuntansi ini meliputi: rasio lancar, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) terhadap rasio bunga bersih, kewajiban terhadap ekuitas, EBITDA terhadap beban bunga, penjualan aset, kewajiban bersih terhadap EBITDA, total ekuitas, pembatasan aset , total liabilitas terhadap total aset, pembatasan dividen, aset produktif terhadap liabilitas, rasio kecukupan modal (CAR), rasio utang terhadap ekuitas (DER), rasio cakupan bunga, rasio cakupan layanan utang, tidak ada jaminan untuk aset, tidak ada merger, tidak ada akuisisi saham, tidak ada hutang jangka panjang, pengurangan modal dasar, tidak ada perubahan bidang usaha, dan jaminan dengan aset tertentu.
Penutup
Penelitian ini menemukan bahwa ada pengaruh positif antara tujuan pinjaman dan 峁k奴krating. Studi ini juga memberikan bukti empiris tentang kemampuan 峁k奴krating untuk memediasi pengaruh tujuan pinjaman terhadap perjanjian utang. Namun, 峁k奴krating hanya dapat memediasi investasi tujuan pinjaman dengan perjanjian utang IS, keduanya (IS dan BS), dan jenis agunan. Sementara pengaruh tujuan pinjaman, selain untuk investasi dengan perjanjian hutang tipe BS, tidak dimediasi oleh 峁k奴krating. Hutang untuk investasi/akuisisi memberikan risiko paling tinggi, dengan jangka waktu paling panjang; oleh karena itu, diperlukan 峁k奴krating untuk dapat memediasi pengaruhnya terhadap jenis akad hutang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tujuan pinjaman terhadap akad hutang, serta kemampuan 峁k奴k rating dalam memediasi hubungan diantara keduanya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa 峁k奴 merupakan perjanjian utang yang paling rumit karena harus mempertimbangkan angka ISandBS dan, terutama, kebutuhan akan agunan tertentu dalam penerbitannya. 峁k奴k yang digunakan untuk tujuan keuangan melihat lebih dekat angka-angka di BS dalam menentukan kontrak hutang.
Sementara itu, 峁k奴k yang diterbitkan untuk tujuan investasi dan akuisisi lebih memilih untuk membatasi angka BS dan menetapkan agunan aset tertentu dalam penerbitannya. Sementara itu, 峁k奴krating terbukti mampu memediasi hubungan antara tujuan pinjaman dan akad hutang, terutama untuk hutang yang ditujukan untuk investasi/akuisisi. Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris baru mengenai hubungan antara tujuan pinjaman dan akad hutang, khususnya untuk hutang yang diterbitkan dalam bentuk 峁k奴k.
Author: Dwi Sulistiani dan Bambang Tjahjadi
Link jurnal:





