51动漫

51动漫 Official Website

Dampak Komunikasi Pemasaran dan Keuangan Syariah Literasi Inklusi Keuangan Syariah dan Kinerja UMKM Pariwisata Halal di Indonesia

Foto by Pu Eble Rino

Wisata halal akhir-akhir ini mendapat banyak perhatian. Pariwisata halal didefinisikan sebagai pariwisata yang memenuhi semua kriteria syariat Islam yang bersumber dari Al-Qur檃n dan As- Sunah sebagai pedoman. Wisata halal merupakan lokasi wisata yang sudah terencana dengan baik dipilih sesuai prinsip syariah, karena suasana di lingkungan wisata ini bebas dari setiap kontaminasi yang dilarang. Sedangkan destinasi wisata halal adalah wilayah geografis dalam satu atau lebih wilayah administratif yang memuat daya tarik wisata, religi dan umum , fasilitas pariwisata, aksesibilitas, dan komunitas yang saling berhubungan dan melengkapi realisasi pernyataan dengan prinsip syariah. wisata syariah adalah dipisahkan menjadi beberapa komponen, antara lain hotel Islami, agen perjalanan Islami, restoran halal dan artefak wisata Islam. Pertumbuhan pariwisata memiliki pengaruh yang cukup besar dalam dalam hal peningkatan pendapatan asli daerah dan investasi dalam pembangunan daerah berita. Peningkatan uang dari sektor pariwisata memberi penduduk lokal lebih banyak kekuatan untuk masuk mereka karena itu membuka mereka untuk lebih banyak alternatif pekerjaan. Strategi ini menguntungkan investor karena pemerintah telah mempermudah untuk membuka peluang bisnis baru di bidang pariwisata.

Dengan keterlibatan perbankan syariah dalam industri pariwisata, bisnis halal diprediksi akan mendorong pertumbuhan di sektor tersebut dan mendongkrak pangsa pasarnya dan perbankan syariah pasar di Indonesia. Hingga saat ini, perbankan syariah baru menguasai 6,1 persen pasar.Penetrasi industri ini diharapkan dapat mendongkrak pangsa pasar syariah perbankan dan penggabungan pembiayaan syariah di sektor pariwisata. Kinerja di sektor pariwisata bisa dibilang masih rendah jika dlihat dari kontribusinya terhadap PDB baru mencapai 4,80 persen pada tahun 2019. Namun, terdapat tren positif yaitu meningkat dari tahun sebelumnya, meskipun pada tahun-tahun sebelumnya kontribusinya lebih rendah dibandingkan tahun 2019. Pada tahun 2015 kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB Indonesia tercapai 4,25 persen; kemudian pada tahun 2016 menurun menjadi 4,13 persen, dan pada tahun 2017 menurun lagi menjadi 4,11 persen. Meski pada 2018 meningkat menjadi 5,25 persen. Kemudian pada tahun 2019, kontribusi kepada PDB mencapai 4,7 persen, dan pada tahun 2020 menurun menjadi 4,05 persen.

Pengembangan wisata halal di Indonesia menjadi fokus pemerintah Indonesia dan UMKM memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan wisata halal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara komunikasi pemasaran dan keuangan Islam literasi tentang inklusi keuangan syariah dan kinerja UMKM di sektor halal-pariwisata. Teknik Sturctural Equation Model  berbasis kovarians memanfaatkan perangkat lunak LISREL digunakan untuk menganalisis data dari ini penyelidikan. Sampling nonprobabilitas digunakan untuk mengumpulkan data, dan sampel terdiri dari 152 pengusaha wisata halal. Studi ini menemukan hubungan yang positif dan signifikan antara Inklusi keuangan Islam dan kinerja bisnis. Studi ini juga menemukan bahwa ada yang positif dan hubungan yang signifikan antara literasi keuangan Islam dan inklusi keuangan Islam. Pemasaran komunikasi dan inklusi keuangan syariah memiliki hubungan yang positif, tetapi tidak signifikan.

Studi ini menyiratkan bahwa untuk membangun ekosistem wisata halal untuk pembangunan jangka panjang di Indonesia, pelaku komersial harus memberikan dukungan penuh. Studi ini menunjukkan bahwa mereka dapat berkembang ketika UMKM dalam ekosistem wisata halal didukung oleh perbankan syariah dan BPR syariah. Sebagaiakibatnya, diperlukan pendekatan yang lebih akomodatif dari perbankan syariah untuk menyediakan akses pembiayaan syariah bagi pelaku usaha dalam ekosistem pariwisata halal Indonesia.

Pariwisata halal yang berkelanjutan membutuhkan upaya dan komitmen bersama dari semua pihak pemangku kepentingan , termasuk pelaku usaha dan industri keuangan, khususnya keuangan halal. Studi ini menunjukkan bahwa perbankan syariah sebagai pembiayaan halal memiliki kontribusi yang berarti bagi pengembangan pariwisata halal di Indonesia. Namun, itu tidak optimal di dalam hal memberikan akses kepada pelaku usaha yang bergerak di bidang pariwisata dengan berbagai alasan.

UMKM memiliki tugas yang signifikan untuk mempromosikan wisata halal di Indonesia sebagai salah satu komponen ekosistem wisata halal di Indonesia; dengan demikian, mereka harus memiliki keberanian untuk membangun bisnis mereka, terlebih lagi, menggunakan berbagai skema pembiayaan yang disediakan oleh perbankan syariah perbankan . Keuangan halal, di sisi lain, seperti perbankan syariah, bank pedesaan syariah dan lembaga  keuangan mikro syariah, harus tersedia bagi UMKM di ekosistem wisata halal. Alhasil, peran keuangan syariah dalam pengembangan UMKM di wisata halal ekosistem mungkin bahkan lebih kritis.

Penulis: Eko Fajar Cahyono

Info lebih lanjut dan komprehensif serta rujukan berkenaan dengan paper ini dapat dilihat pada tautan sebagai berikut:

AKSES CEPAT