51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Batas Deteksi Short Tandem Repeat (STR) Pada Sampel DNA Touch

Ilustrasi DNA (foto: dok istimewa)

Evolusi analisis DNA dalam investigasi forensik dimulai dengan penemuan sidik jari DNA yang inovatif pada tahun 1985, yang memanfaatkan teknik RFLP untuk pembuatan profil DNA. Pengenalan polimorfisme STR pada awal tahun 1990-an merupakan kemajuan yang signifikan, yang memungkinkan analisis berbasis PCR yang efisien terhadap konsentrasi DNA rendah (1“20 ng), dan penting untuk kasus forensik. Pergeseran ini merevolusi ilmu forensik dengan meningkatkan sensitivitas dan daya diskriminatif, menjadikan analisis Short Tandem Repeat (STR) melalui PCR sebagai standar emas untuk identifikasi individu dari sampel DNA jejak. Dimasukkannya lokus inti Combined DNA System Index (CODIS) yang diakui secara internasional, awalnya 13 dan diperluas menjadi 20 pada tahun 2017, semakin memperkuat akurasi dan kegunaan pembuatan profil DNA dalam konteks kriminal dan kemanusiaan, termasuk upaya identifikasi korban bencana

Analisis DNA pada jejak sentuhan, yang dipelopori oleh van Oorschot dan Jones pada tahun 1997, menandai terobosan signifikan dalam ilmu forensik. Penerapan analisis DNA sentuhan (DNA Touch) telah membuka jalan baru untuk investigasi forensik, yang memungkinkan identifikasi kontributor potensial terhadap materi genetik yang tertinggal di TKP. DNA sentuhan, atau DNA jejak, merupakan materi genetik yang diperoleh melalui kontak fisik, yang menghadirkan tantangan terkait dengan kuantitas DNA yang ambigu dan asal selnya. TKP biasanya menghasilkan sampel DNA sentuhan yang ditandai dengan kuantitas yang terbatas, sering kali berada di bawah ambang batas 0,1 ng. Keterbatasan intrinsik dalam spesimen DNA sentuhan ini menyoroti tantangan forensik, yang memerlukan teknik analisis yang cermat dan sangat sensitif untuk deteksi dan pembuatan profil yang andal dalam investigasi kriminal.

BAHAN DAN HASIL

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel DNA sentuh dari sembilan donor. Hal ini dikarenakan percobaan ini melibatkan sembilan individu berdasarkan rumus ukuran sampel.

Hasil penelitian ini berfokus pada hubungan antara konsentrasi DNA dan jumlah alel yang berhasil diamplifikasi pada setiap lokus yang diperiksa. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi dampak siklus PCR tambahan pada DNA dengan jumlah salinan rendah. Akibatnya, temuan ini berkontribusi untuk menetapkan batas deteksi untuk analisis DNA sentuhan. Penelitian telah menunjukkan bahwa lokus STR minimum untuk identifikasi manusia adalah 13 lokus inti CODIS, yaitu CSF1PO, FGA, TH01, TPOX, vWA, D3S1358, D5S818, D7S820, D8S1179, D13S317, D16S539, D18S51, dan D21S11 beserta lokus Amelogenin. Daya diskriminasi lokus STR yang lebih tinggi diperlukan untuk membantu investigasi orang hilang yang memerlukan analisis DNA paternitas. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, kami menganalisis potensi penggunaan 13 lokus inti CODIS untuk sampel DNA sentuhan jika analisis semua 20 lokus inti CODIS tidak dapat dicapai dengan sempurna dan menunjukkan profil DNA lengkap

KESIMPULAN

Studi ini mengidentifikasi keterbatasan deteksi DNA sentuhan, dengan fokus pada kemampuan rentang konsentrasi DNA (> 0,25, 0,0625“0,25, dan < 0,0625 ng) untuk diamplifikasi pada lokus STR CODIS sebagai fragmen DNA yang ditargetkan. Analisis hubungan dan korelasi yang komprehensif antara konsentrasi DNA dan jumlah lokus CODIS (20 dan 13) menghasilkan asosiasi yang signifikan secara statistik. Berdasarkan studi tersebut, konsentrasi sampel DNA sentuhan antara 0,20 dan 0,25 ng secara konsisten menghasilkan hasil yang ditafsirkan dengan baik. Temuan ini berfungsi sebagai pedoman yang kuat bagi praktisi forensik, yang menekankan kebutuhan penting untuk memahami keterbatasan yang diberlakukan oleh kuantitas sampel DNA sebelum memulai proses amplifikasi

Penulis : Prof.Dr.Ahmad Yudianto,dr.SpF.M.Subsp.S.B.M[K].,SH.,M.Kes

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di

Vira Saamia, Ahmad Yudianto, Muktiningsih Nurjayadi, Novitasari Novitasari, Abdul Hadi Furqoni, Limit Detection of Short Tandem Repeats (STR) Analysis on Touch DNA Samples,  Indones. J. Chem., 2024, 24 (5), 1386 – 1397

AKSES CEPAT