Kemajuan dalam biologi molekuler telah secara signifikan memengaruhi ilmu forensik, khususnya pengembangan dan penerapan analisis DNA untuk identifikasi manusia. Analisis DNA sangat penting untuk mengidentifikasi individu yang terlibat dalam kasus kriminal dan skenario bencana massal. Dalam identifikasi korban, analisis DNA dapat digunakan untuk membantu mengonfirmasi identitas, terutama dalam kasus di mana analisis sidik jari gagal. Analisis DNA sangat penting dalam investigasi kriminal untuk menghubungkan individu dengan insiden tertentu dan memberikan bukti penting untuk proses hukum. Hal ini meningkatkan akurasi investigasi dan memperkuat kasus terhadap penjahat. Short Tandem Repeat (STR) adalah komponen utama dari proses ini, yang menawarkan profil genetik yang sangat khas yang sangat berharga untuk identifikasi korban dan pelaku. STR efektif karena mewakili bentuk polimorfisme DNA yang dicirikan oleh variasi panjang urutan nukleotida yang berulang. Federal Bureau of Investigation (FBI) telah mengidentifikasi 20 lokasi STR inti yang penting untuk identifikasi forensik karena tingginya variabilitas antar individu. Penggunaan penanda STR inti yang strategis ini memastikan pendekatan terstandarisasi terhadap pembuatan profil DNA, meningkatkan keandalan dan konsistensi analisis forensik, serta meningkatkan akurasi investigasi kriminal dan proses hukum.
DNA sentuhan (DNA Touch), yang berasal dari sel kulit yang secara tidak sengaja dipindahkan ke objek melalui kontak fisik di tempat kejadian perkara, telah menjadi landasan analisis forensik karena efektivitasnya dan penerapannya yang luas. DNA ini menyediakan jejak DNA substansial yang meningkatkan kemampuan untuk menghubungkan tersangka dengan tempat kejadian perkara atau objek tertentu. Mengidentifikasi individu yang telah menangani atau melakukan kontak dengan bukti sangatlah penting.4,5 Namun, menganalisis DNA sentuhan menghadirkan tantangan yang signifikan, termasuk degradasi dan kontaminasi sampel. Pakar forensik harus mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi kualitas DNA, termasuk jumlah DNA yang terlepas, jenis substrat, tekanan dan durasi kontak, serta metode pengambilan sampel dan ekstraksi. Selain itu, kondisi lingkungan memainkan peran penting.
Penelitian kohort eksperimental ini dilakukan di Laboratorium DNA Manusia Laboratorium Forensik Pusat Kepolisian Negara Republik Indonesia. Penelitian ini memilih dua jenis substrat tali: kain berpori dan plastik non-pori. Setiap tali, dengan panjang 20 cm dan diameter 1 cm, disterilkan secara menyeluruh. Tali disemprot terlebih dahulu dengan DNAZapâ„¢ PCR DNA Degradation Solution (InvitrogenTM, AS) sebelum dipaparkan dengan radiasi ultraviolet dalam ruang laminar airflow selama 30 menit untuk menghilangkan sisa DNA secara efektif. Sembilan partisipan (lima laki-laki dan empat perempuan) dipilih berdasarkan rumus ukuran sampel 20 dengan tingkat shedder yang tidak diketahui untuk penelitian kohort eksperimental.
Identifikasi manusia dengan profil DNA umumnya didasarkan pada profil STR. Profil STR yang dapat diinterpretasikan diperoleh dengan berhasil mengamplifikasi alel target di setiap lokus STR yang telah dianalisis tergantung pada jumlah DNA. Proses perlekatan, yang menentukan jumlah dan kualitas DNA sentuhan yang tersimpan dalam suatu objek, dipengaruhi oleh beberapa faktor: tingkat shedder individu, aktivitas individu sebelum perlekatan DNA, jenis substrat, dan kualitas jenis sentuhan terkait perlekatan DNA. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa tingkat shedder memiliki efek signifikan pada konsentrasi dan kualitas profil DNA.
Hasil ini menyoroti keandalan analisis DNA touch di berbagai permukaan dan metode pengambilan sampel. Dampak signifikan tingkat shedder pada kuantitas dan dominasi DNA dalam sampel campuran menyoroti kompleksitas penafsiran bukti DNA touch. Selain itu, disarankan agar metode ekstraksi (otomatis atau manual) diidentifikasi dan sampel yang lebih besar dianalisis dalam studi lebih lanjut. Praktisi forensik harus mempertimbangkan variabilitas shedder dengan bijaksana dan mengintegrasikan bukti pendukung tambahan untuk menafsirkan profil DNA touch campuran untuk analisis forensik yang lebih komprehensif dan akurat.
Penulis : Prof.Dr.Ahmad Yudianto,dr.SpF.M.Subsp.S.B.M[K].,SH.,M.Kes
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di
Vira Samiaa, Ahmad Yudianto, Muktiningsih Nurjayadi, Novitasari, Touch DNA viability on various substrates from different shedder levels., Med J Indones. 2024;33:148“56





