UNAIR NEWS – Pada hari minggu, Tanggal 25 Januari 2026 pukul 09.30 WIB terdapat 20 warga dari
RT 03 dan RT 04 mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan sosialisasi sekaligus praktek
menanam sayur dengan metode vertikultur bersama mahasiswa BBK ke-7 Universitas
Airlangga (UNAIR). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan cara bercocok tanam yang simpel,
hemat tempat, dan bisa diterapkan di rumah masing-masing, terutama bagi warga yang
memiliki lahan terbatas. Jenis tanaman yang dipilih pun dekat dengan kebutuhan sehari-hari,
yaitu bayam dan kangkung, sehingga hasilnya nanti bisa langsung dimanfaatkan untuk
konsumsi keluarga.
Acara diawali dengan sosialisasi singkat mengenai konsep vertikultur, mulai dari
pengertian, manfaat, hingga cara perawatannya. Mahasiswa BBK menjelaskan bahwa
vertikultur adalah metode menanam secara vertikal menggunakan media seperti paralon atau
pipa berdiri, sehingga tidak membutuhkan lahan luas. Metode ini cocok diterapkan di
lingkungan perumahan padat, halaman sempit, bahkan di teras rumah. Setelah pemaparan
materi, warga langsung diajak praktik bersama. Mulai dari menyiapkan media tanam,
memasukkan bibit, hingga menyusun paralon agar berdiri kokoh. Suasana terlihat santai dan
penuh canda, karena banyak warga yang baru pertama kali mencoba teknik tanam seperti ini.
Meski awalnya masih ragu, lama-kelamaan warga terlihat semakin percaya diri dan antusias.
Antusiasme ini juga terlihat dari tanggapan para peserta. Ibu Indah, selaku Sekretaris
PKK Sidomulyo, mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini. 淪aya senang sekali
bisa menambah ilmu. Yang awalnya tidak tahu, sekarang jadi tahu kalau menanam bisa
dengan metode seperti ini ungkapnya. Hal serupa disampaikan oleh Ibu Sumariah, Ketua RT Menurut beliau, kegiatan ini bukan hanya bermanfaat, tetapi juga membuka wawasan
warga terhadap cara bertani yang lebih modern dan praktis.淜egiatan ini sangat bagus dan
positif. Selain kita bisa mengenal metode vertikultur, kita juga dapat ilmu yang sebelumnya
belum pernah kita dapatkan tuturnya. Sementara itu, Bu Elis sebagai perangkat desa menilai
kegiatan ini mampu menginspirasi warga untuk lebih kreatif memanfaatkan ruang yang
terbatas. 淚ni sangat menginspirasi bagi warga di sini, bagaimana kita bisa memanfaatkan
lahan yang kecil supaya tetap bisa menanam dan sekaligus menghasilkan oksigen yang
bermanfaat bagi lingkungan sekitar jelasnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap warga tidak hanya berhenti
pada praktik hari itu saja, tetapi bisa menerapkannya secara mandiri di rumah. Selain
membantu memenuhi kebutuhan sayur harian, vertikultur juga dapat menciptakan lingkungan
yang lebih hijau, sejuk, dan sehat. Program vertikultur ini juga sejalan dengan tujuan
Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya: SDGs 2 Zero Hunger, karena
mendorong ketahanan pangan keluarga melalui penanaman sayur sendiri. SDGs 11
Sustainable Cities and Communities, dengan pemanfaatan lahan sempit agar tetap produktif
dan ramah lingkungan. SDGs 13 Climate Action, karena tanaman membantu meningkatkan
kualitas udara dan menjaga keseimbangan lingkungan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya
pemanfaatan ruang, ketahanan pangan, dan kepedulian lingkungan semakin meningkat.
Kolaborasi antara mahasiswa dan warga desa menjadi langkah kecil yang nyata untuk
menciptakan perubahan positif di tingkat lokal.
Penulis : Muhammad Fadhli Affan





