51动漫

51动漫 Official Website

Beban Penyakit Kulit dan Subkutan di Indonesia Tahun 1990 sampai 2019

Beban Penyakit Kulit dan Subkutan di Indonesia Tahun 1990 sampai 2019
Sumber: Halodoc

Penyakit kulit dan subkutan memberikan beban yang signifikan pada orang-orang dari segala usia dan latar belakang sosial ekonomi di Asia dan dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup pasien. Beban penyakit dalam populasi Asia bervariasi antar negara, terutama di negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang dilaporkan memiliki penyakit menular baru. Lebih jauh, beban penyakit kulit sangat bervariasi terkait distribusi sosial ekonomi dan geografis. Sangat penting bahwa upaya untuk mengurangi beban penyakit kulit bersifat spesifik negara.

Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia (sekitar 6.000 pulau berpenghuni) dan negara terpadat keempat, tidak memiliki penelitian tentang dampak kuantitatif penyakit kulit, khususnya epidemiologi dan beban penyakit kulit di tingkat regional. Dengan berfokus pada populasi Indonesia, beban penyakit kulit dan subkutan dapat dieksplorasi dari perspektif negara tropis. Selain itu, penyakit kulit yang terkait dengan penyakit tropis terabaikan telah menjadi masalah yang lebih besar sejak munculnya COVID-19 (SARS-CoV-2) dan perlu ditinjau sebagai masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Intervensi yang ditujukan untuk penyakit kulit dan subkutan harus diarahkan ke daerah dengan Disability Adjusted Life Year (DALY) yang tinggi. Meninjau DALY penyakit kulit dan subkutan dari waktu ke waktu berguna sebagai panduan dalam perencanaan perawatan kesehatan, mengidentifikasi akar penyebab, memperbaiki kesenjangan kesehatan, dan bahkan memulai tindakan di tingkat pembuat kebijakan.

Penelitian observasional ini bertujuan untuk menilai beban regional penyakit kulit dan subkutan di Indonesia melalui analisis tren beban penyakit kulit di Indonesia dalam DALYs dari tahun 1990 hingga 2019.

Beban penyakit kulit dan subkutan di Indonesia bervariasi menurut distribusi geografis dan jenis kelamin. Kesenjangan dalam intervensi medis untuk berbagai penyakit masih ada. Akses terhadap layanan kesehatan juga merupakan aspek penting dalam mengendalikan beban penyakit. Provinsi-provinsi di Indonesia memiliki latar belakang sosial ekonomi yang berbeda yang memengaruhi fokus kesehatan secara berbeda; Oleh karena itu, intervensi harus disesuaikan dengan keragaman geografis dan sosial ekonomi masing-masing provinsi, untuk mengatasi ketimpangan di tingkat regional. Pelaporan data tentang penyakit kulit dan subkutan di Indonesia masih belum memadai dan perlu ditingkatkan untuk meningkatkan akurasi dan kegunaan estimasi kesehatan.

Penulis : Faida Ufaira Prameswari,dr.

Informasi lengkap dari artikel ini dapat diunduh pada :

Baca juga: Evaluasi Kerutan dan Ketebalan Dermis sebelum dan setelah Terapi Laser Picosecond

AKSES CEPAT