Pulau Kalimantan terbagi atas wilayah Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Pulau ini terkenal dengan keanekaragaman hayatinya, termasuk tanaman obat.Beberapa dosen Unair, yaitu Prof. Marcellino Rudyanto, Prof Hadi Poerwono dan Dr. Tri Widiandani berkolaborasi dengan Dr. Mohammad Rizki Fadhil Pratama Analisis dari Universitas Muhammadiyah Palangkaraya telah melakukan analisis bibliometrik yang bertujuan untuk mengeksplorasi tren penelitian yang terkait dengan aktivitas antikanker tanaman dari Brunei, yaitu Piper betel, Piper sarmentosum, Piper crocatum serta gaharu. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di majalah ilmiah Tropical Journal of Natural Products Research pada bulan Maret tahun 2025.
Hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan basis data Scopus menunjukkan hubungan yang kuat antara kanker mulut dan keempat tanaman tersebut. Kata gaharu menjadi kata kunci kedua yang paling sering muncul setelah kata kanker mulut. Tidak adanya keterkaitan antara kedua kata kunci tersebut menunjukkan adanya potensi kesenjangan penelitian.
Dari penelitian ini juga terungkap bahwa para peneliti Asia Timur, khususnya dari Universitas Kedokteran Chung Shan di Taiwan, merupakan yang terdepan dalam bidang ini. Sedikitnya penelitian yang berasal dari Brunei Darussalam menghadirkan peluang dilakukannya penelitian kerjasama oleh peneliti Indonesia dan Brunei. Cancer Letters, jurnal yang telah menerbitkan sepuluh artikel relevan, muncul sebagai jurnal target potensial untuk penelitian masa depan dalam domain ini.
Analisis bibliometrik ini telah memberikan wawasan berharga tentang tren penelitian dan membuka kemungkinan untuk melakukan penelitian di masa depan tentang sifat antikanker dari tanaman-tanaman obat dari Brunei.
Penulis: Marcellino Rudyanto, Drs., Apt., M.Si., Ph.D





