51动漫

51动漫 Official Website

Senyawa Alami dalam Analisis Gelombang Pembekuan dan Modulasi D-Dimer: Implikasi untuk Diagnosis dan Prognosis COVID-19

Pasien yang terdiagnosis penyakit COVID-19 dapat mengalami kondisi hiperkoagulopati, yaitu kecenderungan darah untuk membeku secara berlebihan. Pemeriksaan thromboelastogram (TEG) dapat mendeteksi kondisi ini, namun alat ini tidak tersedia di semua fasilitas pelayanan kesehatan. Memahami parameter clot waveform analysis (CWA) yang dihasilkan oleh alat koagulasi CS-2500 pada pasien COVID-19 dapat membantu menentukan apakah metode ini dapat menjadi alternatif pemeriksaan.

Metode:
Penelitian ini mengukur nilai dari activated partial thromboplastin time (aPTT)-berbasis CWA, aPTT, prothrombin time plasma (PPT), dan D-dimer menggunakan alat otomatis CS-2500 pada 177 pasien yang terkonfirmasi COVID-19 dan 110 pasien non-COVID-19. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif melalui rekam medis elektronik. Pasien COVID-19 dan non-COVID-19 dibedakan berdasarkan hasil tes PCR SARS-CoV-2.

Hasil:
Terdapat perbedaan signifikan pada parameter CWA berbasis aPTT, yaitu kecepatan maksimum pembekuan darah (maximum coagulation velocity / Vmax), percepatan maksimum (maximum coagulation acceleration / Amax), dan perlambatan maksimum (maximum coagulation deceleration / Dmax) dengan nilai p = 0,03; 0,03; dan 0,02 antara kelompok COVID-19 dan non-COVID-19. Namun, perbedaan ini tidak terlihat antara kelompok pasien yang selamat dan yang tidak selamat. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan pada kadar D-dimer antara kedua kelompok (p = 0,002 dan p < 0,001). Perbedaan kadar D-dimer ini kemungkinan disebabkan oleh kondisi hiperkoagulopati yang lebih berat pada pasien yang tidak selamat.

Kesimpulan:
Meskipun D-dimer lebih efektif sebagai penanda kematian pada pasien COVID-19, parameter CWA berbasis aPTT tampaknya lebih bermanfaat dalam membedakan antara pasien COVID-19 dan non-COVID-19. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh pengobatan serta spesifisitas metode ini dalam memprediksi kondisi hiperkoagulopati.

Jurnal ini di publikasikan pada : Pharmacognosy Journal

Jurnal ini dapat di akses melalui situs :

Penulis :

Prafa Alif Rahmawan, Yetti Hernaningsih

AKSES CEPAT