Dukungan keluarga, terutama dari suami, adalah faktor yang membatasi perempuan untuk menerima atau mencari layanan kesehatan selama kehamilan dan persalinan. Kesediaan suami untuk menemani istri ke tempat pelayanan kesehatan berkorelasi positif dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Hal ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang menjelaskan bahwa dukungan suami dapat meningkatkan partisipasi antenatal care istri untuk mencegah peningkatan angka kematian ibu. Sebaliknya, kurangnya dukungan dan keterlibatan suami dalam fase prenatal dan persalinan merupakan salah satu hambatan dalam melakukan antenatal care.
Indonesia Timur merupakan salah satu wilayah yang menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan infrastruktur kesehatan yang adekuat. Pembangunan kesehatan di wilayah timur Indonesia masih cukup tertinggal dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Indikator keluarga sehat di wilayah timur Indonesia juga menunjukkan nilai yang rendah, meliputi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua (Laksono et al., 2021).
Pada aspek kesehatan ibu dan anak, upaya untuk menyediakan layanan kesehatan ibu hamil di wilayah timur Indonesia juga cenderung lebih rendah dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia. Dengan berbagai keterbatasan tersebut, peneliti bertujuan untuk menganalisis disparitas regional dukungan suami terhadap pemanfaatan antenatal care istri di Indonesia Timur. Analisis dilakukan pada data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017 dengan unit analisis adalah istri di wilayah Indonesia Timur berusia 15 hingga 49 tahun, sudah menikah, dan memiliki riwayat hamil dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan kajian ini, para suami di Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Papua adalah suami yang mendukung antenatal care istrinya. Sebaliknya, para suami di Maluku dan Maluku Utara tidak mendukung antenatal care istri. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun wilayah Indonesia Timur memiliki karakteristik geografis dan sosial serupa, namun terdapat disparitas regional mengenai dukungan suami terhadap antenatal care istri.
Seperti halnya di wilayah Indonesia yang lain, konteks sosial di lima wilayah tersebut secara umum memiliki sistem sosial yang patriarkis, yang mana cenderung menempatkan laki-laki sebagai pihak yang lebih dominan. Sistem ini menempatkan kehamilan dan perawatan perempuan sebagai urusan domestik yang menjadi tanggung jawab perempuan sehingga menjadi sebuah tantangan untuk melibatkan laki-laki dalam upaya perawatan kehamilan. Terlebih lagi, Indonesia bagian timur memiliki lebih banyak mitos kesehatan sehingga menyulitkan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesehatan ibu (Laksono dan Faizin, 2015).
Kajian ini juga menemukan tiga faktor yang mempengaruhi dukungan suami terhadap antenatal care istri, antara lain usia, pendidikan, dan kekayaan. Usia sebagai salah satu prediktor dukungan suami sejalan dengan penelitian di Ethiopia Selatan, dan situasi ini terkait dengan kebutuhan pasangan akan dukungan dan perhatian. Istri yang memiliki usia lebih muda cenderung membutuhkan lebih banyak perhatian dan bantuan selama masa kehamilan.
Selain itu, kemungkinan dukungan suami terhadap antenatal care istri cenderung lebih tinggi apabila suami berpendidikan tinggi dan memiliki status sosial ekonomi tinggi. Keluarga dengan sosial ekonomi rendah akan memiliki akses yang lebih rendah terhadap layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan kehamilan. Hal ini disebabkan karena keluarga dengan status ekonomi rendah pasti memiliki skala prioritas untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Berdasarkan hasil kajian ini, pembuat kebijakan perlu lebih memperhatikan daerah-daerah kepulauan seperti Maluku dan Maluku Utara dalam upaya peningkatan layanan kesehatan yang adekuat, utamanya layanan antenatal care.
Dalam mengembangkan strategi kebijakan mengenai antenatal care, para pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan faktor geografis dengan sasaran utama adalah masyarakat usia muda dengan status ekonomi dan pendidikan yang rendah. Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan dengan menganalisis faktor budaya seperti sistem patriarki dan mitos masyarakat untuk memberikan gambaran lebih luas mengenai dukungan suami terhadap antenatal care istri.
Penulis: Ratna Dwi Wulandari
Sumber: Laksono, A. D., Wulandari, R. D., Rohmah, N. and Matahari, R. (2022) 淗usband檚 Support in Wife檚 ANC in Eastern Indonesia: Do Regional Disparities Exist?, Indonesian Journal of Health Administration, 10(2). pp. 197205. doi: 10.20473/jaki.v10i2.2022.197-205.
Link Artikel:





