Campak adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus morbilli. Menurut data WHO, campak merupakan salah satu penyebab utama kematian anak dan bayi di seluruh dunia. Indonesia merupakan salah satu dari sepuluh negara dengan kasus campak terbanyak di dunia. Kasus di Indonesia mengalami peningkatan akibat penurunan cakupan imunisasi di Indonesia pada masa pandemi.
Selain rendahnya cakupan imunisasi, faktor lain yang mempengaruhi kejadian campak di Indonesia adalah status gizi, pengetahuan ibu, dan kepadatan hunian. Faktor risiko penyebab penyakit campak sangat beragam, terutama di Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang besar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko status imunisasi, status gizi, pengetahuan ibu, dan kepadatan hunian terhadap terjadinya penyakit campak di Indonesia. Penelitian ini menganalisis artikel penelitian yang membahas tentang faktor risiko penyakit campak di Indonesia.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Meta-analisis. Metode ini menganalisis beberapa data penelitian dalam artikel yang digabungkan menjadi satu. Artikel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah artikel yang membahas tentang faktor risiko penyakit campak di Indonesia. Sumber data penelitian ini menggunakan Google Scholar (2012 “ 2021), Pubmed (2012 “ 2021), dan Science Direct (2012 “ 2021).
Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan meta analisis klasik dan diolah dengan aplikasi JASP. Penelitian ini menggunakan analisis pooled odds ratio dengan metode Mentel “ Heaenszel dengan dua metode. Yaitu untuk model fixed effect menggunakan Mentel-Haesnzel dan untuk analisis dengan model random effect menggunakan DerSimonian.
Hasil Forest plot pada menunjukkan nilai Odd Ratio (OR) yang tergambar pada nilai Restricted ML (RE) model adalah sebesar 1,26 dengan rentang Confident Interval (CI) 95% sebesar 0,57 “ 1,96. Persamaan nilai OR yang dikumpulkan, dan diperoleh hasil e1.26=3.53. Berdasarkan hasil tersebut, menunjukkan status imunisasi berisiko sebesar 3,53 kali terhadap kejadian campak di Indonesia.
Forest plot status gizi menunjukkan angka RE (OR) pada analisis ini sebesar 0,72 dengan rentang CI 95% sebesar 0,02 “ 1,41 dengan skor OR adalah e0,72= 2,05. Berdasarkan hasil tersebut, status gizi mempunyai risiko sebesar 2,05 kali terhadap kejadian campak di Indonesia.
Estimasi OR dari analisis faktor risiko pengetahuan ibu terhadap kejadian campak sebesar 1,34 dengan rentang CI 95% sebesar 0,94 “ 1,75. Berdasarkan hasil tersebut, nilai pool OR yang diperoleh adalah e1.34 = 3.82. Hasil menunjukkan variabel pengetahuan ibu mempunyai pengaruh risiko sebesar 3,82 kali terhadap kejadian campak di Indonesia
Hasil Forest plot, nilai Fixed Effect Model sebesar 1,36 dengan nilai Confident Interval (CI) 95% sebesar 1,03-1,69. Nilai OR yang dikumpulkan dari hasil analisis plot hutan adalah e1.36= 3.89. Berdasarkan analisis OR yang dikumpulkan, kepadatan hunian memiliki risiko kejadian campak sebesar 3,89 kali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel dengan faktor risiko tertinggi kejadian campak di Indonesia adalah variabel kepadatan hunian, diikuti pengetahuan ibu; status imunisasi; dan status gizi. Terdapat satu variabel yang menjadi bias penelitian yaitu variabel kepadatan hunian. Perlu adanya peningkatan cakupan imunisasi campak dan gizi pada masyarakat.
Orang tua khususnya ibu perlu meningkatkannya pengetahuan tentang campak dan mendukung program pemerintah yang disebut imunisasi campak-rubella untuk menghindari infeksi campak. Salah satu caranya dengan meningkatkan fasilitas layanan kesehatan primer untuk meningkatkan proporsi ibu yang memahami imunisasi dengan baik dan mengatasi permasalahan lain seputar vaksinasi anak.
Penulis: Dr. R. Azizah, S.H., M.Kes
Sumber:





