Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat bagi mahasiswa pascasarjana baik tingkat magister maupun doctoral yang mendalami studi media dalam menyelesaikan studinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Informan penelitian ini adalah mahasiswa pascasarjana studi media atau komunikasi yang sedang atau memutuskan tidak melanjutkan studi di tingkat magister dan doktoral di universitas di Karachi Pakistan.
Bagi sebagian mahasiswa, melanjutkan studi pada level pascasarjana merupakan satu hal yang membanggakan sekaligus juga sangat menantang. Hal ini berkaitan dengan fakta bahwa mereka harus menghadapi problema seperti pengorbanan yang harus dilakukan, pengalaman baru sebagai mahasiswa pascasarjana, dukungan finansial dan juga permasalahan yang berkaitan dengan tugas akhir (Appel & Dahlgren, 2003; Jairam & H. Kahl Jr., 2012; S. Spaulding & Rockinson-Szapkiw, 2012). Lebih lanjut Lee (2009) dalam penelitiannya menemukan bahwa mahasiswa menganggap isu-isu seperti tanggung jawab, disiplin akademik, kemapanan secara finansial, relasi yang baik antara mahasiswa dan pengajar serta pembimbing serta persepsi diri akan kemampuan akademis merupakan factor yang memiliki kemungkinan besar untuk menjadi penghambat dalam studi pascasarjana.
Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kegagalan studi mahasiswa lebih dikarenakan factor penerimaan dari pembimbing dan sesama mahasiswa. Hal ini memperparah kondisi mahasiswa dalam proses belajarnya (Golde, 2005). Sementara itu hal ini juga diperparah dengan isu-isu seputar kesehatan yang menurut hasil penelitian sebanyak 30 sampai 50% mahasiswa menyatakan bahwa kesehatan menjadi penyebab mahasiswa mengundurkan diri dari studinya (Golde, 2005; McAlpine & Norton, 2006). Penelitian terdahulu ini lebih banyak berfokus pada mahasiswa tingkta sarjana (Pekrun, Goetz, Frenzel, Barchfeld, & Perry, 2011; Schmitt, Oswald, Friede, Imus, & Merritt, 2008). dan belum banyak yang menggali factor-faktor penghambat studi pada mahasiswa pascasarjana. Oleh karena belum banyaknya penelitian yang berfokus pada mahasiswa pascasarjana dan lebih lanjut khusus untuk mahasiswa studi media yang membutuhkan baik hardskill maupun softskill pengetahuan, maka untuk mengisi kekosongan ini, hasil penelitian ini memiliki signifikansi yang cukup tinggi.
Tantangan juga dialami oleh mahasiswa dalam proses pembelajaran, baik itu berupa tantangan akan pengetahuan baru yang mereka dapatkan sekaligus juga tantangan saat mereka tidak memahami pengetahuan tersebut. Mereka akan mengalami tekanan terutama jika tidak mendapat dukungan dalam proses pembelajaran ini. Lebih lanjut penelitian terdahulu menyatakan bahwa hubungan antara pembimbing dan mahasiswa juga dapat menjadi factor penyebab kegagalan studi.Menurut laporan, tingkat kegagalan studi pascasarjana baik pada level magister dan doktoral sangat tinggi, terutama untuk mereka yang mengambil studi media. Karena itu penting kiranya dipahami factor-faktor apa saja yang menjadi hambatan sekaligus juga ini akan menjadi evaluasi kebijakan yang harus diperbaiki dan ditingkatkan agar tingkat kegagalan menjadi menurun.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan factor penghambat studi antara laki-laki dan perempuan mahasiswa pascasarjana. Mahasiswa pascasarjana laki-laki yang belum menikah dan memilih untuk studi penuh waktu memilih factor penghambat studinya antara lain adalah dukungan finasial, isu kesehatan, budaya penelitian yang buruk, pembimbingan yang tidak efektif, adanya pilihan-pilihan lain yang tersedia selain studi serta perubahan prioritas pilihan hidup. Sementara mahasiswa perempuan yang studi penuh waktu menambahkan satu lagi factor yakni adanya batasan yang diberlakukan oleh keluarga mereka. Selain itu terdapat juga perbedaan antara mereka yang masih single dan telah berkeluarga dan bekerja adalah pada factor tekanan kerja, isu kesehatan, budaya penelitian yang buruk, pembimbingan yang tidak efektif, adanya pilihan lain yang lebih baik serta perubahan prioritas dalam hidup. Dengan demikian secara umum factor yang umum yang menjadi penghambat adalah pembimbingan yang tidak efektid serta budaya penelitian yang buruk.
Dapat disimpulkan bahwa adanya variasi faktor-faktor penghambat ini tergantung pada aspek gender, usia, status pernikahan, posisi keuangan, tingkat motivasi, peluang yang tersedia dan lain lain. Hasil penelitian ini dapt dipergunakan sebagai data bagi upaya perbaikan baik internal maupun eksternal lembaga pendidikan agar mampu mengurangi angka kegagalan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan pada level pascasarjana.
Penulis: Safeena Yaseen, Ibtesam Mazahir, Yuyun Wahyu Izzati Surya
Judul : Disengagement from Postgraduate Research: An Exploratory Analysis of Media Research Students Experiencing Disengagement from Studies in Karachi
Link :





