51动漫

51动漫 Official Website

Faktor Risiko Obesitas Sentral pada Pria Indonesia

Foto Grid ID

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang utama baik di negara maju maupun negara berkembang. Obesitas sentral merupakan kondisi kelebihan lemak pada perut. Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas sentral pada pria seperti merokok, aktifivas fisik dan pola makan.  Penelitian terbaru menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara status merokok, jenis perokok, jenis rokok, aktivitas fisik, frekuensi konsumsi daging dengan kejadian obesitas sentral dan sebagai faktor risiko terjadinya obesitas sentral pada pria Indonesia. Aktivitas fisik yang rendah merupakan faktor risiko tertinggi terjadinya obesitas sentral pada pria Indonesia.

Obesitas juga menjadi masalah bagi Indonesia pada saat ini. Obesitas terjadi karena adanya kandungan lemak berlebih yang terdapat pada jaringan adiposa. Tepatnya pada jaringan adiposa visceral. Obesitas sentral pada pria di tandai dengan lingkar pinggang lebih dari 90 cm. Obesitas sentral juga diartikan sebagai bentuk tubuh apel, dikarenakan adanya penumpukan lemak dalam tubuh bagian perut. Jumlah penderita obesitas sentral semakin meningkat dari waktu ke waktu, khususnya kasus obesitas di negara berkembang

Di Indonesia prevalensi obesitas meningkat, hal ini berdasarkan dari data riskesdas 2018 kasus obesitas pada usia diatas 18 tahun mencapai 21,8% jumlah tersebut jauh lebih tinggi dari pada data riskesdas 2013 yaitu 15,4%. Kasus obesitas sentral di Indonesia pada tahun 2018 menunjukkan hasil lebih banyak dari pada obesitas total yaitu mencapai 31%. Berdasarkan usia, penduduk mengalami obesitas sentral paling banyak pada usia 45-54 tahun. Obesitas sentral yang tidak diatasi juga dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan lain, seperti diabetes mellitus tipe II, penyakit kardiovaskular, hipertensi, kanker, sleep apnea dan sindrom metabolik. Faktor pemicu peningkatan kasus obesitas adalah lingkungan hidup, pola hidup dan gaya hidup. Terdapat beberapa faktor perilaku yang menyebabkan obesitas sentral, diantaranya adalah aktivitas fisik rendah, pola makan tidak sehat, dan merokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko obesitas sentral pada pria Indonesia.

Status merokok, jenis perokok, jenis rokok, aktivitas fisik dan frekuensi konsumsi daging merupakan faktor risiko terjadinya obesitas sentral pada pria Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya hubungan antara status merokok dengan kejadian obesitas sentral, terdapat hubungan antara jenis perokok dengan kejadian obesitas sentral, terdapat hubungan antara jenis rokok dengan kejadian obesitas sentral, terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas sentral dan terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi daging dengan kejadian obesitas sentral. Aktivitas fisik yang rendah merupakan faktor risiko tertinggi terjadinya obesitas sentral pada pria Indonesia.

Sumber : Folia Medica indonesiana

The risk factors of central obesity in indonesian men: a cross-sectional data study of the indonesia family life survey 5 (ifls 5)c

AKSES CEPAT