Pada 31 Desember 2019, WHO China Country Office melaporkan kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Pada tanggal 7 Januari 2020, Cina mengidentifikasi pneumonia yang tidak diketahui etiologinya tersebut sebagai jenis baru coronavirus (coronavirus disease, COVID-19). Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO telah menetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia/ Public Health Emergency of International Concern (KKMMD/PHEIC). Penambahan jumlah kasus COVID-19 berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran antar negara.
Di Indonesia, dari 3 Januari 2020 hingga 17 Mei 2023, telah tercatat 6.799.760 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dengan 161.646 kematian. Menurut data jumlah pemberian vaksi yang dilaporkan ke WHO. Per 16 Januari 2023, total 444.303.130 dosis vaksin telah diberikan kepada masyarakat Indonesia. Fenomena COVID-19 telah sangat mengganggu kehidupan di segala aspek. Dalam studi ini hasil Pada saat pandemic banyak ketidakpastian termasuk pembukaan atau penutupan sekolah yang menjadi pro kontra saat itu. Karena banyaknya kasus kematian akibat covid, ada kekhawatiran sekolah menjadi tempat penyebaran kasus COVID-19. Sederhana saja dasar pertimbangannya saat itu adalah banyaknya kematian yang diakibatkan oleh COVID-19 semakin tinggi kematian yang diakibatkan oleh COVID-19. Diskusi tentang pembukaan sekolah
telah disajikan sebagai kerangka kerja dengan praktik standar dan rencana aksi dari pedoman UNICEF. Jadi, kapan tepatnya dan sekolah di daerah mana yang bisa dibuka saat wabah belum ditentukan secara pasti. Kami akan memprediksi wilayah yang mencakup beberapa sekolah untuk menyatakan pembukaan kembali aman berdasarkan nilai sebenarnya dari pergerakan kasus COVID-19. Klasifikasi tanpa pengawasan karena tidak ada referensi sebelumnya atau ketidakpastian definitif. Sehingga perly mengembangkan aturan deterministik untuk merepresentasikan pengetahuan baru tentang pembukaan sekolah berdasarkan karakteristik dinamika COVID-19 daripada hanya menerapkan pendekatan fuzzy. Sistem fuzzy telah banyak digunakan dalam penelitian di berbagai bidang, termasuk segmentasi citra, klasifikasi teks, pemrosesan sinyal, dan prediksi deret waktu yang sukses. Logika fuzzy efektif,
Fuzzy terkenal dengan akurasi modelnya karena penggunaan sistem berbasis aturan sebagai basis pengetahuan dalam pengambilan keputusan yang tepat, fuzzy tanpa kekurangan. Fuzzy system berdasarkan aturan komposisi berbasis pengetahuan mampu membantu menyelesaikan masalah kompleks seperti dinamika COVID-19 karena kemampuannya beradaptasi dengan perubahan dan ketidakpastian. berdasarkan pengetahuan tentang COVID-19 berdasarkan data series yang dirilis secara resmi oleh pemerintah dijadikan sebagai basis data untuk menentukan arah kebijakan isu pembukaan/penutupan sekolah menggunakan tiga pendekatan fuzzy: fuzzy konvensional, sistem fuzzy intuisionistik (IFS), dan fuzzy c-means (FCM). Metode fuzzy intuisionistik, dan FCM, yang dipercaya dapat meminimalkan tingkat keragu-raguan untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang antisipatif. Oleh karena itu, kontribusi fuzzy adalah sebagai berikut:
- Dapat mengembangkan aturan deterministik menggunakan sistem fuzzy untuk klasifikasi tanpa pengawasan mulai dari konseptualisasi pengetahuan ahli hingga peraturan pemerintah.
- Dengan menggunakan definisi logika fuzzy, kami dapat memberikan hasil yang diharapkan dalam mengelompokkan data deret waktu yang besar untuk memisahkan secara signifikan menjadi dua kelas.
- Terdapat korelasi antara jumlah pembukaan sekolah dan dinamika COVID-19 dengan menggunakan konsep fuzzy untuk mengurangi tingkat keragu-raguan sehingga hasil yang diprediksi dapat mendekati hasil yang diharapkan.
- Klasifikasi tanpa pengawasan dan analisis deskriptif akan berguna dalam membuat keputusan yang tepat di masa mendatang.
Tiga pendekatan fuzzy membuktikan bahwa IFS mengungguli yang lain dalam hal akurasi, kelas minoritas, dan skor siluet, tetapi tidak dalam waktu berjalan. Kuncinya adalah bahwa nilai-nilai yang tepat yang dihasilkan oleh perumusan aturan dapat menyajikan hasil klasifikasi non-kabur untuk dua kelas dengan cara yang jelas dan mendekati dunia nyata mengenai pembukaan dan penutupan sekolah yang aman.
Penulis: Riris Diana Rachmayanti, S.KM., M.Kes
Jurnal:





