51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Hubungan Ekspresi Bcl-xL dengan Jumlah Blast, Ekspresi CD 34 dan CD 7 pada Pasien Leukemia Myeloid Akut Dewasa

Hubungan Ekspresi Bcl-xL dengan Jumlah Blast, Ekspresi CD 34 dan CD 7 pada Pasien Leukemia Myeloid Akut Dewasa
Ilustrasi Leukimia (sumber: mitrakeluarga)

Leukemia mieloid akut (AML) merupakan suatu keganasan hematologi yang umumnya ditandai dengan proliferasi sel blast seri myeloid yang tidak terkontrol. Kondisi keganasan hematologi seringkali dikaitkan dengan peningkatan aktivitas anti-apoptosis. Salah satu keluarga protein Bcl-2, Bcl-xL, mempunyai peran penting dalam mengendalikan apoptosis/kematian sel terprogram pada keganasan hematologi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi aktivitas antiapoptosis hasil analisis ekspresi Bcl-xL dengan jumlah blast sumsum tulang, aktivitas CD34 sebagai penanda sel blast, dan CD7 sebagai penanda penyimpangan yang banyak ditemukan pada pasien AML. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan jumlah blast dan ekspresi Bcl-xL, CD34, dan CD7 pada pasien Leukemia Myeloid Akut dewasa.

Penelitian ini dilakukan secara observasional cross-sectional pada 30 pasien dewasa yang baru didiagnosis Leukemia Myeloid Akut dengan menggunakan aspirasi sumsum tulang untuk pemeriksaan jumlah ledakan dengan mikroskop. Pemeriksaan ekspresi Bcl-xL, CD34, dan CD7 dilakukan oleh BD FACSCalibur berdasarkan Mean Fluorescence Intensity (MFI) yang diukur. Sebanyak 30 pasien AML mempunyai rentang blast count 20 “ 82%, ekspresi Bcl-xL dengan MFI 93,06 “ 441,09, ekspresi CD34 dengan MFI 1,06 “ 1,452.48, ekspresi CD7 dengan MFI 9,31 “ 90,58.

Pada penelitian ini tidak terdapat korelasi bermakna antara ekspresi Bcl-xL sebagai indikator sifat antiapoptosis dengan jumlah ledakan r = 0,118 (p = 0,534), ekspresi CD34 r 0,225 (p = 0,231) dan ekspresi CD7 r = 0,148 ( p = 0,435). Kesimpulan Dari penelitian ini adalah bahwa ekspresi Bcl-xL sebagai indikator sifat anti-apoptosis pada pasien AML dewasa tidak mempunyai korelasi dengan proliferasi sel blast pada AML. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas anti-apoptosis bukanlah mekanisme utama dalam patogenesis AML.

Penulis: Febriani Puspitasari dan Paulus B. Notopuro

Link:

Baca juga: Efektivitas Bau Keringat Ketiak dengan Alat Deteksi COVID-19 Untuk Mendeteksi COVID-19

AKSES CEPAT