51动漫

51动漫 Official Website

Hubungan Kondisi Fisik, Tuntutan Kerja Serta aktivitas di Luar Pekerjaan sebagai Penyebab Stress Kerja pada Pekerja Konstruksi

Foto oleh Flickr

Kondisi Fisik Pekerja, tuntunan kerja  serta aktivitas di lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan stress kerja di lingkungan kerja.

Pekerja yang memiliki fisik lebih bugar sedikit mengalami stres dariapda orang yang memiliki kondisi fisik kurang bugar. Kegiatan olahraga yang berulang berkontribusi pada normalisasi pada keadaaan sehat yang memungkinkan seseorang meningatkan homeostatisnya. Kegiatan fisik seperti olahraga yang teratur dengan tingkat kebugaran yang lebih tinggi mampu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Hal ini juga dapat menjadi langkah preventif dari beberapa penya. Di beberapa Negara, kegiatan olahraga yang terartur dianjurkan untuk mencegah terjadinya depresi. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan yang signifikan antara pasien depresi klini yang diberi intervensi kegiatan olahraga rutin dengan yang tidak diberi intervensi.

Tuntutan kerja membutuhkan beberapa usaha baik fisik maupun mental untuk menghasilkan sebuah kegiatan atau pekerjaan,apabila tuntutan kerja terlalu besar maka dapat menyebabkan penurunan kapasitas kerja atau kelelahan kerja. Ahli psikologi mengidentifikasi dan melakukan penilaian bahwa tuntutan tugas berpotensi memberikan konstribusi yang signifikan dalam terjadinya stres kerja serta kesehatan dan keselamatan kerja secara umum.

Pekerja yang mengalami stres kerja tinggi cenderung lebih mudah mengalami kelelahan dibandingkan yang mengalami stres kerja rendah karena secara psikologis dan fisik stres dapat mempengaruhi performance pekerja. Hal yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya stres kerja pada pekerja yaitu tuntutan kerja dimana pekerja dituntut untuk mencapai tujuan dari organisasi sehingga kinerja dari pekerja harus semaksimal mungkin.

Penyebab lain stres kerja pada pekerja yaitu aktivitas di luar pekerjaan. Jenis dari aktivitas di luar pekerjaan sangat banyak meliputi status pernikahan, kehidupan sosial, bahkan masalah keuangan. Aktivitas di luar pekerjaan yang tidak dikelola dengan baik dapat memperburuk stres kerja yang dialami pekerja. Pada penelitian ini aktivitas di luar pekerjaan tidak memiliki pengaruh terhadap terjadinya stres kerja. Hal tersebut dapat terjadi karena rendahnya tingkat aktivitas di luar pekerjaan yang dimiliki pekerja. Faktor pekerjaan seperti jumlah beban kerja yang lebih cenderung menyebabkan terjadinya stres kerja dibandingkan faktor luar pekerjaan seperti aktivitas diluar pekerjaan. Pimpinan perusahan juga perlu memperhatikan faktor luar pekerjaan ini agar tidak menghambat siklus pekerjaan akibat aktivitas di luar pekerjaan.

Penulis: Prof. Dr. Tri Martiana, dr., MS

Link:

AKSES CEPAT