Sindrom gangguan pernapasan akut mengacu pada cedera paru-paru yang membuat sulit bernapas. Ventilasi mekanis, yang digunakan untuk membantu pasien bernapas, mentransfer energi ke paru-paru. Energi tersebut dapat menimbulkan masalah dengan membuat paru-paru meradang dan terluka. Cedera paru akibat ventilator telah dipelajari baik secara klinis maupun eksperimental, dan beberapa faktor telah dikaitkan dengan patofisiologinya. Regangan mengacu pada volume tidal proporsional dalam kaitannya dengan ukuran ventilasi paru-paru, sedangkan stres mengacu pada tekanan transpulmoner yang diberikan pada paru-paru ketika gaya eksternal diterapkan pada strukturnya.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa luasnya VILI dikaitkan dengan jumlah transfer energi, dan volume tidal (VT), plateau pressure (Pplat), laju pernapasan (RR), dan aliran udara dianggap sebagai faktor yang berkontribusi terhadap VILI. Kekuatan mekanis secara langsung bekerja pada matriks ekstraseluler kerangka paru, mengubah sel epitel dan endotel. Luasnya perubahan parenkim paru, mulai dari kerusakan mekanis hingga reaksi inflamasi akibat aktivasi makrofag, neutrofil, sel endotel, dan epitel, bergantung pada besarnya kekuatan mekanis.
Ventilasi mekanis terkadang diperlukan untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan bernapas, termasuk pasien dengan COVID-19 yang parah. Namun terkadang dapat menyebabkan cedera paru-paru. Ketika seorang pasien mengidap VILI, paru-parunya bisa meradang dan berisi cairan, sehingga membuatnya semakin sulit bernapas. Salah satu kondisi paru-paru paling parah yang dapat terjadi pada pasien kritis adalah ARDS. ARDS dapat menyebabkan peradangan yang meluas di paru-paru, sehingga menyebabkan penumpukan cairan di kantung udara, sehingga menyulitkan pasien untuk bernapas. VILI dapat memperburuk ARDS, karena ventilasi mekanis dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan pada paru-paru yang sudah meradang.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional cross-sectional dengan desain retrospektif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tenaga mekanik dari ventilasi dan kematian pada pasien sakit kritis. Penelitian analitik berupaya memahami penyebab dan mekanisme fenomena kesehatan tertentu. Populasi penelitian ini terdiri dari pasien kritis yang mendapat perawatan di unit perawatan intensif Ruang Isolasi Khusus RSUD Dr. Soetomo. Untuk diikutsertakan dalam penelitian ini, pasien harus berusia di atas 18 tahun, menerima ventilasi invasif minimal secara terus menerus selama 48 jam, dan tidak memiliki penyakit penyerta. Pasien yang diberi ventilasi melalui kanula trakeostomi selama 48 jam pertama ventilasi, pasien yang diekstubasi atau meninggal selama 48 jam pertama, dan pasien dengan rekam medis yang tidak lengkap dikeluarkan dari penelitian.
Penelitian ini melibatkan sampel 178 pasien, dan di antara pasien-pasien ini, rata-rata kekuatan mekanik ventilasi ditemukan sebesar 17,4, dengan nilai terendah sebesar 2,8 dan tertinggi sebesar 35,5. Rasio P/F pasien memiliki nilai rata-rata 164,2 dengan standar deviasi 97,9. Dari segi komplians paru nilai minimumnya adalah 5,6 dan nilai maksimumnya adalah 123,8 dengan rata-rata 24,1 dan standar deviasi 14,6. uji korelasi yang dilakukan antara kekuatan mekanik ventilasi dan hasil akhir pasien menunjukkan nilai p sebesar 0,000, lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan mekanis ventilasi dan kematian pada pasien kritis akibat Covid-19. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,332 menunjukkan adanya hubungan positif atau searah dengan korelasi yang relatif kuat antara kekuatan mekanik ventilasi dengan kematian pasien.
Berdasarkan hasil analisis yang disajikan, uji korelasi yang dilakukan antara rasio P/F dan hasil akhir pasien menunjukkan nilai p sebesar 0,000, lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Oleh karena itu, dapat diartikan jika rasio P/F pada pasien menurun maka risiko kematian pasien akan meningkat. Berdasarkan temuan yang disampaikan, uji korelasi yang dilakukan antara kepatuhan paru dengan outcome pasien menunjukkan nilai p-value sebesar 0,081, lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar -0,131 menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan negatif atau perbanding terbalik antara kepatuhan paru dengan kematian pasien. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa jika komplians paru pada pasien menurun, kemungkinan terdapat peningkatan risiko kematian pasien, namun hubungan ini sangat lemah dan mungkin tidak signifikan secara klinis.
Hasil uji korelasi antara P/F Ratio dengan daya mekanik ventilasi diperoleh p-value sebesar 0,000 yang berarti terdapat hubungan antara P/F Ratio dengan daya mekanik. ventilasi pada pasien sakit kritis dengan Covid-19. Dari tabel 6 diperoleh p-value sebesar 0,988 maka H0 diterima sehingga tidak terdapat hubungan antara kepatuhan paru dengan kekuatan mekanik ventilasi pada pasien kritis Covid-19. Jika H0 ditolak berarti terdapat perbedaan antara daya mekanik ventilasi pada pasien kritis Covid-19 dengan outcome hidup dan mati serta terdapat perbedaan pula antara P/F Ratio pada pasien kritis Covid-19 dengan outcome hidup dan mati. hasil kematian.
Kesimpulan penelitian ini menghasilkan beberapa temuan penting. Pertama, ada hubungan antara kekuatan mekanik ventilasi dan kematian pasien Covid-19 dengan ARDS. Kedua, terdapat titik batas pada 17,4, yang jika melebihi batas tersebut terdapat risiko kematian 3,65 kali lebih tinggi. Ketiga, kekuatan mekanik ventilasi yang lebih tinggi berbanding terbalik dengan rasio P/F. Keempat, rasio P/F dapat memprediksi angka kematian pada pasien Covid-19 dengan ARDS. Terakhir, tidak ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan dan kematian pasien.
Penulis: Dr. Prananda Surya Airlangga, dr., M.Kes., Sp.An-KIC
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://jrtdd.com/index.php/journal/article/view/348
Usamah, Airlangga PS, Semedi BP. Psychological Relationship of Mechanical Ventilation Power on Mortality of Covid-19 Critically Ill Patients. J Reatt Ther Dev Divers. 2023;6(3s):237“48.





