Data Satgas COVID-19 pada Februari 2021 menunjukkan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 1,3 juta kasus. Jumlah kasus di Jawa Timur sendiri mencapai 122.807 kasus atau sekitar 10% dari total kasus terkonfirmasi. Pemerintah menerapkan berbagai kebijakan pembatasan mobilitas untuk mengurangi laju penyebaran COVID-19. Namun kebijakan ini berimbas pada perlambatan pertumbuhan ekonomi. Bahkan BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh negatif sebesar 2,07% di tahun 2020. Jawa Timur mengalami kontraksi lebih dalam dari perekonomian nasional, hingga mencapai 2,39%. Terkontraksinya ekonomi Jawa Timur mengindikasikan bahwa kinerja perekonomian di Kota Surabaya juga menurun. Hal tersebut dikarenakan Kota Surabaya adalah kontributor perekonomian terbesar di Jawa Timur, dimana kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)-nya mencapai 25%.
Sektor konstruksi adalah salah satu sektor paling terdampak dari pandemi COVID-19. Hal ini disebabkan adanya pengalihan pendanaan APBD dari proyek-proyek pembangunan ke program penanggulangan COVID-19. Sektor konstruksi adalah termasuk sektor padat karya, sehingga kontraksi di sektor ini akan diikuti dengan peningkatan pengangguran dalam jumlah yang besar. Kelompok pekerja yang paling terdampak dalam sektor ini adalah pekerja bangunan lepas harian mengingat rentannya status pekerjaan mereka yang tergolong sektor informal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2018) jumlah pekerja harian bidang konstruksi di Jawa Timur adalah sekitar 297 juta orang. Dari situasi yang terjadi, dapat dikatakan bahwa pekerja lepas harian di sektor konstruksi adalah kelompok rentan yang berpotensi tinggi kehilangan pekerjaan di masa pandemi COVID-19 ini.
Selain masalah pengangguran yang terjadi karena COVID 19, krisis lingkungan akibat perubahan iklim (climate change) juga berpotensi menjadi masalah bagi Kota Surabaya. Kota Surabaya sudah berulangkali mengalami banjir ketika curah hujan tinggi. Pesatnya pembangunan pemukiman penduduk dan konstruksi besar seperti gedung dan pabrik membuat daerah resapan air hujan berkurang. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah meningkatkan upaya pencegahan banjir, salah satunya dengan mengintensifkan pembangunan dan pengerukan drainase. Namun, hal tersebut relatif masih kurang efektif karena banjir masih saja terjadi apabila terjadi hujan lebat misalnya di sepanjang tahun 2020 yang lalu.
Permasalahan lingkungan lain yang dihadapi Kota Surabaya adalah mengenai sampah organik. Saat ini sampah yang masuk ke TPA Benowo Surabaya sebesar 1.600 ton per hari dimana 50-60%-nya adalah sampah organik. Tumpukan sampah organik di TPA jika tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan masalah lingkungan. Sebagai contoh nyatanya adalah musibah yang terjadi pada tanggal 21 Februari 2005 di TPA Leuwigajah, dimana terjadi ledakan keras yang mengakibatkan 143 orang meninggal dunia dan meratakan dua desa. Ledakan ini terjadi karena deposit gas metana yang luar biasa di dalam TPA tersebut. Selain berpotensi menimbulkan ledakan, emisi gas metana dari TPA juga 21 kali lebih berbahaya dari karbon dioksida dalam merusak lapisan ozon yang berefek memperparah proses perubahan iklim dan mengancam kehidupan di bumi. Tumpukan sampah organik juga adalah habitat yang disukai hewan-hewan seperti tikus, lalat, kecoa dan nyamuk yang bisa membawa aneka penyakit menular yang berbahaya bagi manusia melalui aneka bakteri dan virus.
Koperasi Lazuardi yang berlokasi di Kelurahan Dukuh Pakis, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, adalah koperasi yang sebagian besar anggotanya berprofesi sebagai pekerja bangunan harian lepas. Pandemi COVID-19 yang mengharuskan industri konstruksi untuk mengurangi dan bahkan menghentikan aktivitas pembangunan membuat mereka kehilangan pekerjaan. Akibatnya, kondisi perekonomian keluarga mereka terganggu. Mereka termasuk dalam kategori keluarga berpenghasilan rendah yang rentan jatuh ke dalam jurang kemiskinan ketika mengalami guncangan ekonomi. Sayangnya, mayoritas pekerja bangunan harian lepas tersebut memiliki keterampilan yang terbatas. Mereka hanya memiliki keterampilan untuk melakukan pekerjaan kasar bidang konstruksi saja. Maka dari itu, cukup sulit bagi mereka untuk mencari alternatif pekerjaan lain di masa pandemi ini.
Sebagai respon terhadap permasalahan tersebut, Rumayya, Deni Kusumawardani dan Nur Aini Hidayati selaku dosen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 51动漫 mengadalan program pengabdian masyarakat dalam bentuk inisiasi Green Business bagi pekerja harian lepas sebagai upaya adaptasi di masa pandemi Covid-19. Program ini dilakukan dengan memberikan training tentang desain inovasi green building kepada pekerja bangunan harian lepas anggota Koperasi Lazuardi yang menganggur karena efek pandemi. Kegiatan ini diikuti dengan webinar untuk edukasi publik dan pemasaran jasa green building. Adapun desain yang disosialisasikan di awal program meliputi lubang biopori dan bak tadah hujan.
Namun, dalam perkembangan pelaksananaan pengmas ini di lapangan kebijakan PPKM yang berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2021 memberikan hambatan yang cukup signifikan bagi pelaksanaan rencana program untuk target luaran biopori dan bak tadah hujan. Terlebih lagi dengan kemarau panjang dan musim hujan yang tidak kunjung tiba. Kedua hal tersebut membuat tim pengmas melakukan perubahan luaran untuk mengatasi permasalahan lingkungan lainnya yakni mengenai sampah organik di Kota Surabaya. Solusi dari permasalahan sampah organik di perkotaan yang ditawarkan oleh pengmas ini adalah mengompos dengan ayam yang dikenal dengan konsep #ayamhalaman. Konsep ini diramu dan dipopulerkan oleh Priyatna Dwinanda Pribadi, seorang aktivis lingkungan dan juga praktisi #ayamhalaman yang berdomisili di Denpasar, Bali.
Secara sederhana #ayamhalaman adalah suatu metode mengompos dengan menggunakan ayam. Dalam metode ini sampah organik rumah tangga bisa diolah secara sederhana menjadi pakan ayam yang sehat sehingga rumah tangga tidak perlu lagi membuang sampah organik di tempat sampah dan mendapatkan benefit telur serta daging ayam organik. Metode #ayamhalaman juga mengatasi masalah bau yang biasanya timbul pada kebanyakan kandang ayam sehingga metode ini sangat cocok diaplikasikan oleh rumah tangga di perkotaan. Selain telur dan ayam teknik ini juga menghasilkan kompos yang dapat digunakan untuk bertanam dan urban farming.
Program pengmas ini akan mengkombinasikan aspek orang-lingkungan-keuntungan (people-planet-profit) sebagai berikut: masyarakat Surabaya pada umumnya semakin sadar lingkungan dan ingin berkontribusi pada perbaikan lingkungan hidup, hampir seluruh warga Surabaya adalah konsumen ayam dan telur, sedangkan para pekerja lepas harian yang menjadi anggota Koperasi Lazuardi memiliki keterampilan dasar untuk membuat konstruksi kandang #ayamhalaman. Hubungan keduanya akan saling memberikan keuntungan. Masyarakat akan berkontribusi pada pengurangan sampah organik dengan mengimplementasikan #ayamhalaman, sedangkan para pekerja lepas harian akan memperoleh pendapatan dari usaha penyediaan jasa pembuatan kandang ayam untuk implementasi #ayamhalaman.
Berdasarkan hal di atas, pengmas ini menawarkan solusi berupa pelatihan, pembinaan dan pengembangan bisnis hijau (green business) untuk para pekerja lepas harian anggota Koperasi Lazuardi, dengan melakukan pelatihan dan pendampingan sehingga para perkerja tersebut dapat menyediakan jasa pembuatan kandang ayam untuk implementasi #ayamhalaman. Program pengmas akan difasilitasi oleh organisasi yang bergerak di bidang lingkungan yaitu Green Living Support (GLS) dan Bhumi Anindha. Bumi Anindha berperan dalam mendesain program webinar dan workshop #ayamhalaman bersama Bapak Priyatna Dwinanda Prinada, sedangkan GLS berperan dalam mempersiapkan kader #ayamhalaman untuk wilayah Surabaya.
Tim Pengmas UNAIR berperan dalam menyediakan pendanaan untuk beasiswa tim GLS yang akan mengikuti workshop untuk menjadi kader #ayamhalaman. Tim Pengmas UNAIR beserta GLS juga berperan dalam menginiasi proyek percontohan #ayamhalaman di Surabaya dan pembinaan keterampilan serta pendampingan kepada para pekerja lepas harian anggota Koperasi Lazuardi untuk memulai Green Business dalam pembangunan kandang #ayamhalaman. Disamping itu, GLS juga akan memberikan edukasi kepada Surabaya pada umumnya melalui webinar tentang desain rumah ramah lingkungan dan sosialisasi konsep #ayamhalaman. Dengan demikian, program ini tidak hanya akan membentuk supply tetapi juga membentuk demand akan layanan Green Business di Surabaya.
Tim Pengmas mendapatkan 4 orang peserta workshop yang bersedia untuk lanjut berproses dalam mengimplementasikan #ayamhalaman. Keempat orang ini telah sepakat untuk didampingi oleh Tim Pengmas dan Green Living Support untuk menjadi percontohan #ayamhalaman di wilayah Surabaya dan sekitarnya, dan menjadi Tim kader #ayamhalaman. Tim kader #ayamahalaman didampingi tim pengmas UNAIR dan tim GLS telah sukses mendesain kandang di rumah masing-masing anggota tim kader #ayamhalaman sesuai dengan keterbatasan dan keleluasaan lahan pekarangan masing-masing (lihat Gambar di atas).
Desain kandang juga sudah dikonsultasikan dengan narasumber untuk memastikan kesesuain kandang dengan prinsip-prinsip dasar #ayamhalaman. Desain-desain ini kemudian diwujudkan dalam pembangunan kandang proyek percontohan yang dilakukan oleh pekerja lepas anggota Koperasi Lazuardi sebagai bentuk bantuan lapangan pekerjaan dalam menanggulangi dampak pandemic Covid 19 (lihat gambar di bawah). Adapun material kandang menyesuaikan ketersediaan anggaran masing-masing kader. Tim Pengmas hanya memberikan subsidi dalam pembangunan kandang, dalam bentuk subsidi pengadaan material dan jasa tukang. Hal ini dilakukan untuk menciptakan rasa kepemilikan akan hasil program ini. Selain anggaran pertimbangan lain adalah kesesuain dengan bangunan induk rumah masing-masing kader. Tim Pengmas juga mensupport dalam pengadaan ayam untuk masing-masing kader.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditindaklanjuti dengan koordinasi tim pengmas UNAIR dengan tim kader #ayamhalaman untuk menjalankan pemeliharaan ayam sembari menyiapkan dokumentasi dan modul pembangunan kandang ayam dan pemeliharaan ayam untuk disebarkan ke masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Selanjutnya, koordinasi juga akan dilakukan dengan Koperasi Lazuardi untuk melaunching jasa layanan pembangunan kandang #ayamhalaman beserta pendampingan pemeliharaan ayam oleh tim GLS dan tim kader #ayamhalaman.
Penulis: Tim Pengmas





