UNAIR NEWS “ Kegiatan Edukasi dan Inovasi Pembuatan Lilin dari Minyak Jelantah dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga. Kegiatan yang berlangsung di rumah salah satu warga Desa Yosomulyo ini dilaksanakan pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh 15 orang peserta dari masyarakat sekitar.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak limbah minyak jelantah terhadap lingkungan. Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa minyak jelantah yang dibuang secara sembarangan berpotensi mencemari tanah dan air serta menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, pengelolaan minyak jelantah perlu dilakukan secara tepat agar tidak menjadi sumber pencemaran lingkungan. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai potensi pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku produk yang bernilai guna dan ramah lingkungan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan lilin dari minyak jelantah. Proses pembuatan lilin dilakukan secara bertahap, dimulai dari penyiapan bahan baku. Minyak jelantah terlebih dahulu direndam menggunakan arang selama satu hari satu malam sebagai upaya pemurnian. Setelah itu, minyak ditimbang dan dicampurkan dengan palm wax menggunakan rasio 2:1. Campuran tersebut kemudian dipanaskan di atas kompor hingga seluruh bahan menyatu. Pada tahap akhir, ditambahkan essential oil sebelum adonan dituangkan ke dalam cetakan. Peserta diajak mengamati setiap tahapan secara langsung serta dilibatkan dalam praktik pembuatan lilin agar materi yang disampaikan dapat dipahami dengan lebih baik.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Bu Rahayu 53 tahun, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa selama ini minyak jelantah umumnya dibuang ke tanah atau saluran air, yang berpotensi mencemari lingkungan serta merusak kualitas tanah dan perairan. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman baru mengenai pengelolaan limbah minyak jelantah melalui inovasi pembuatan lilin ramah lingkungan.
œKegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Minyak jelantah yang biasanya dibuang ke tanah atau air, kini bisa diolah menjadi lilin. Selain dapat menambah nilai ekonomi apabila dijual, hasilnya juga bisa digunakan sendiri sehingga membantu menghemat pengeluaran rumah tangga ketika membutuhkan lilin, ujarnya.
Meskipun terdapat kendala berupa keterlambatan waktu pelaksanaan serta jumlah peserta yang masih terbatas, kegiatan tetap berjalan dengan lancar. Ke depan, diperlukan pengelolaan waktu yang lebih optimal serta penyampaian informasi yang lebih luas kepada masyarakat agar partisipasi dapat meningkat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Yosomulyo diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga serta mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 4 (Quality Education) melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, Goal 11 (Sustainable Cities and Communities) dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, serta Goal 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam pelaksanaan serta keberlanjutan program.





