51动漫

51动漫 Official Website

Kepemimpinan Lintas Sektoral terhadap Kinerja Program Keluarga Berencana (KB)

Kegiatan Program KB di Indonesia melibatkan dua kementerian/lembaga, yaitu BKKBN dan Kementerian Kesehatan. BKKBN bertanggung jawab menciptakan permintaan akan layanan KB (demand creation), sedangkan Kementerian Kesehatan bertanggung jawab terhadap sisi penawaran/supply.

Menurut Kepala Dinas PPKB Kabupaten Lamongan, Kabupaten Lamongan memiliki Kampung Keluarga Berkualitas (KB) sebanyak 111 kampung KB dan merupakan Kampung Keluarga Berkualitas terbanyak di tingkat nasional pada tahun 2019. Akan tetapi, cakupan peserta KB aktif di Kabupaten Lamongan termasuk dalam sepuluh kabupaten terbawah di Provinsi Jawa Timur.

Sejauh ini, penelitian tentang shared leadership hanya dilakukan pada satu atau beberapa tim dalam satu organisasi. Belum ada penelitian mengenai shared leadership pada tingkat tim di berbagai organisasi. Shared leadership tidak untuk menggantikan kepemimpinan vertikal tetapi untuk meningkatkan efektivitas kerja tim.

Untuk menganalisis peran shared leadership terhadap kinerja tim yang anggotanya berasal dari organisasi yang berbeda, Anif Prasetyorini, S.KM., M.Kes Dosen STIKES Yayasan RS Dr. Soetomo dan selaku Mahasiswa S3 Fakultas Kesehatan Masyarakat, 51动漫, bersama dengan pembimbing Prof. Fendy Suhariadi, Dr. Thinni Nurul Rochmah dan rekan sejawat Muhadi, S.KM., M.Kes serta Puryanti, S.KM., M.Kes melakukan penelitian di satu kabupaten di daerah Jawa Timur.

Penelitian ini merupakan proses upaya pembuktiandengan pertanyaan penelitian “Apakah ada pengaruh antara shared leadership terhadap kinerja tim?. Dengan menggunakan wawancara konsensus kelompok dalam program keluarga berencana, penulis mengukur shared leadership sebagai besarnya tanggung jawab yang diberikan kepada suatu kelompok.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap 30 tim Program KB yang ada di Kabupaten Lamongan, diperoleh informasi bahwa selama tiga waktu pengukuran kategori shared leadership berada dalam kategori 渃ukup baik. Kepemimpinan tugas orientasi memiliki rata-rata tertinggi, sedangkan Orientasi kepemimpinan mikropolitik mempunyai nilai rata-rata paling rendah.

Kinerja tim keluarga berencana program rendah dalam dua pengukuran pertama periode, tetapi cukup pada periode ketiga.Kinerja tim pada dua kali pengukuran awal menunjukkan hasil dengan kategori rendah, sedangkan pengukuran ketiga menunjukkan hasil yang cukup. Pengukuran data kepemimpinan bersama dan kinerja tim ditemukan berbeda selama tiga kali pengukuran (sig. 鈮 0,050) berdasarkan hasil Repeated Measured ANOVA. Berdasarkan uji regresi linier, kepemimpinan bersama berpengaruh signifikan terhadap kinerja tim (p = 0,000) dengan kekuatan pengaruh 0,817 0,824.

Kolaborasi antar tim yang berbeda organisasi ini perlu adanya shared leadership. Hal ini dikarenakan shared leadership dibutuhkan dalam berkomunikasi, mempengaruhi, membuat saran, dan meminta pertanggungjawaban orang yang didistribusikan dan dibagikan di antara beberapa individu yang berpartisipasi, daripada diproduksi oleh satu individu.

Kinerja tim Program KB dapat mengambil manfaat dari shared leadership. Setiap penyesuaian satu upaya shared leadership dapat terjadi peningkatan kinerja tim kurang lebih sebesar 80%. Kinerja tim program KB akan meningkat ketika shared leadership dilaksanakan lebih sering dan efektif.

Penulis: Prof. Dr. Thinni Nurul Rochmah, Dra.Ec, M.Kes.

Sumber: Intersectoral Leadership on Family Planning Programme Performance: Aprospective longitudinal study ()

AKSES CEPAT