51

51 Official Website

Ketika Asap Rokok Mulai Merusak Jantung: Dampak Subkronik yang Sering Diabaikan

Ilustrasi Gejala Penyakit Jantung (Sumber: Hypeabis)
Ilustrasi Gejala Penyakit Jantung (Sumber: Hypeabis)

Banyak orang berpikir bahwa bahaya rokok hanya datang setelah bertahun-tahun merokok. Padahal, paparan asap rokok dalam waktu singkat saja bahkan hanya beberapa minggu, sudah bisa merusak sel-sel jantung. Sel-sel otot jantung, atau kardiomiosit, bekerja tanpa henti memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini sangat bergantung pada energi dari mitokondria pembangkit listrik di dalam sel. Namun, saat terkena asap rokok, terutama dalam paparan subkronik (beberapa minggu sampai bulan), mitokondria menjadi rusak. Akibatnya, produksi energi menurun, sel menjadi lemah, dan kemampuan jantung untuk berkontraksi ikut terganggu.

Selain itu, asap rokok mengandung jutaan partikel beracun dan radikal bebas yang memicu stres oksidatif, yaitu ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan kemampuan tubuh menetralkannya. Zat seperti nikotin dan karbon monoksida juga memperburuk keadaan dengan menstimulasi saraf simpatik, menaikkan tekanan darah, mempercepat denyut jantung, dan menurunkan kadar oksigen dalam darah. Ketika stres oksidatif berlangsung terus-menerus, tubuh bereaksi dengan peradangan. Zat-zat seperti TNF-α dan IL-6, yang merupakan penanda inflamasi, meningkat dalam darah.

Proses ini menyebabkan pembengkakan otot jantung, jaringan parut (fibrosis), dan akhirnya penurunan kemampuan jantung memompa darah. Dalam jangka panjang, perubahan ini bisa berujung pada gagal jantung atau serangan jantung mendadak, bahkan pada mereka yang tampak sehat.

Kerusakan dini pada jantung bukan hanya ancaman bagi orang dewasa, tapi juga bagi remaja dan anak-anak yang mulai mengenal rokok sejak muda. Bahkan perokok pasif yang hanya menghirup asap di sekitar, tetap berisiko karena asap samping (sidestream smoke) mengandung lebih banyak racun dibandingkan asap yang dihirup langsung oleh perokok.

Kerusakan sel jantung akibat paparan subkronik bersifat dini dan bisa dicegah.
Langkah pertama tentu saja berhenti merokok dan menghindari lingkungan dengan asap rokok. Selain itu, penelitian ke depan tengah mengarah pada terapi antioksidan dan anti-inflamasi yang diharapkan mampu memperbaiki kerusakan sel akibat rokok. Hanya dalam hitungan minggu, asap rokok sudah mulai menggerogoti jantung dari dalam melemahkan sel, mengacaukan sistem energi, dan memicu peradangan yang berujung pada penyakit kardiovaskular.

Penulis: Dr. Meity Ardiana, dr., Sp.JP(K)FIHA

Detail Tulisan ini dapat dilihat di:

AKSES CEPAT