51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Kura-Kura Rawa Hitam

Kura-kura Rawa Hitam, Siebenrockiella crassicollis (Gray, 1831), merupakan spesies terancam punah yang tersebar luas di seluruh Asia Tenggara. Ini termasuk yang paling diminati dalam kuira-kura hias internasional karena memiliki makna budaya dan agama dalam agama Buddha. Siebenrockiella crassicollis berukuran kecil penyu berukuran sedang, dengan panjang karapas rata-rata 17“20 cm. Spesies ini spesies biasanya mendiami perairan dangkal yang mengalir lambat tubuh di habitat rawa air tawar. Siebenrockiella crassicollis pada dasarnya adalah predator bawah air, yang memakan invertebrata dan ikan kecil, meskipun ia akan melakukannya sesekali mengais tanaman, buah-buahan, atau bangkai yang membusuk hewan besar yang jatuh ke dalam air. Fase remaja biasanya lebih karnivora daripada orang dewasa.

Deforestasi, polusi, dan perluasan kota telah menyebabkan dampak buruk menyebabkan hilangnya habitat di seluruh wilayah spesies. Selain itu, S. crassicollis sering terjebak dalam aliran yang lambat habitat Sungai. Seringkali tertangkap secara tidak sengaja karena habitatnya adalah memancing alasan. Seperti kebanyakan penyu air tawar, S. crassicollis punya siklus reproduksi yang lambat dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai kedewasaan. Karena kombinasi faktor-faktor ini, S. crassicollis dianggap sebagai Terancam Punah sesuai ke Daftar Merah IUCN. Distribusi global spesies ini meliputi Myanmar selatan, Dataran Tinggi Khorat di Thailand, Kamboja, Vietnam Selatan, Sarawak Barat, Malaysia, Kalimantan Selatan, Indonesia, Semenanjung Malaysia, dan beberapa wilayah Indonesia lainnya seperti Sumatera dan Jawa Barat. Selama ekspedisi lapangan baru-baru ini, fotografi bukti S. crassicollis tercatat dari Belitung Pulau, sebuah pulau terpencil di Selat Karimata, antara Sumatera dan Kalimantan, Indonesia.

Penulis: Dr. Veryl Hasan, FPK UNAIR

Sumber:

AKSES CEPAT