51动漫

51动漫 Official Website

Menavigasi ekonomi biru: Tantangan, tata kelola, dan jalur bagi perusahaan

Ilustrasi laut (Foto: Liputan6/Contentro)
Ilustrasi laut (Foto: Liputan6/Contentro)

Penelitian ini mengesplorasi konsep ekonomi biru, yang semakin mendapat perhatian global sebagai model pembangunan yang menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan laut. Konsep ini berfokus pada pemanfaatan sumber daya laut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial, dan perlindungan ekosistem laut secara berkelanjutan (World Bank, 2017). Meskipun semakin banyak negara dan sektor yang mengadopsi prinsip ekonomi biru, implementasinya tetap menghadapi berbagai tantangan besar, seperti fragmentasi kebijakan, ketidakkonsistenan dalam peraturan, dan kurangnya mekanisme penegakan hukum yang efektif (Pauly, 2018; Hossain et al., 2024). Berbagai studi sebelumnya telah menyoroti masalah ini, namun masih terdapat kesenjangan dalam pengembangan kerangka tata kelola yang mengintegrasikan sektor-sektor terkait untuk memastikan keberlanjutan ekonomi biru secara holistik (Keen et al., 2018; Phelan et al., 2020).

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka tata kelola ekonomi biru yang menyeluruh, yang dapat membantu perusahaan mengatasi tantangan dalam implementasi prinsip-prinsip ekonomi biru. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2011 hingga 2024 yang dianalisis menggunakan Scopus. Artikel yang terpilih melalui metode PRISMA mengkaji tren publikasi dan kontribusi dari penulis dan negara yang relevan dengan topik ekonomi biru. Penelitian ini termotivasi dari fenomena peningkatan kebutuhan untuk memahami dan mengatasi hambatan global dalam menerapkan prinsip ekonomi biru, yang memiliki implikasi besar bagi sektor-sektor bergantung pada sumber daya laut, seperti perikanan, pariwisata, dan energi terbarukan.

Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan menyusun kerangka tata kelola ekonomi biru yang menyatukan kebijakan, sektor industri, dan praktek berkelanjutan dalam satu model yang holistik. Kontribusi praktis penelitian ini terletak pada penyediaan panduan konkret bagi pembuat kebijakan dan pemimpin perusahaan untuk menerapkan ekonomi biru secara efektif dengan mengurangi fragmentasi kebijakan dan meningkatkan koordinasi antara sektor terkait. Keterbaruan penelitian ini terletak pada pendekatannya yang multidisiplin dan global, mengintegrasikan temuan dari berbagai sektor dalam ekonomi biru untuk menawarkan solusi yang dapat diterapkan di berbagai konteks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tren utama, tantangan implementasi, dan merancang kerangka tata kelola yang dapat memfasilitasi transisi menuju ekonomi biru yang berkelanjutan.

Metode Penelitian dan Hasil

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bibliometrik dan tinjauan literatur sistematis (SLR). Analisis bibliometrik dilakukan dengan menggunakan Biblioshiny (R Studio) untuk menganalisis 124 artikel yang dipilih berdasarkan kriteria PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), yang dipublikasikan antara 2011 dan 2024. Hasil analisis ini mengidentifikasi tren publikasi, penulis paling berpengaruh, dan negara dominan dalam penelitian ekonomi biru. Secara khusus, ditemukan bahwa negara-negara maju, seperti China dan Inggris, memiliki kontribusi terbesar dalam penelitian ini, sementara negara-negara berkembang cenderung tertinggal dalam hal publikasi dan implementasi. Selain analisis bibliometrik, tinjauan literatur sistematis mengungkapkan tantangan utama dalam implementasi ekonomi biru, seperti kesenjangan data, kurangnya dukungan kebijakan yang kohesif, dan masalah keuangan dan investasi (Wabnitz & Blasiak, 2019). Penelitian ini juga mengusulkan kerangka tata kelola yang mencakup komponen-komponen seperti visi dan misi yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, serta strategi yang dapat diadopsi oleh sektor swasta dan pemerintah untuk mendukung ekonomi biru yang berkelanjutan.

Penulis: Azlan Amran, Tze Yin Khaw, Iman Harymawan

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

AKSES CEPAT