Penelitian terbaru yang melibatkan kolaborasi antara Hiroshima University (Jepang) dan 51动漫 (Indonesia) berhasil mengidentifikasi dua belas gen penting yang dapat membedakan sel punca yang berasal dari jaringan lemak (adipose-derived mesenchymal stromal/stem cells, AT-MSCs) dari fibroblas (FBs).
Penemuan ini menjadi langkah penting dalam bidang kedokteran regeneratif, karena sel punca dari jaringan lemak sering digunakan untuk terapi perbaikan jaringan tubuh. Namun, kemiripan morfologi dan penanda permukaan antara AT-MSCs dan fibroblas kerap menyulitkan proses identifikasi, bahkan dapat menurunkan efektivitas terapi bila terjadi kontaminasi fibroblas dalam kultur sel.
Latar Belakang dan Tujuan Penelitian
AT-MSCs memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel, seperti tulang, tulang rawan, dan otot, sehingga menjadi sumber potensial untuk terapi regeneratif. Sayangnya, fibroblas攕el penyusun jaringan ikat biasa攕ering kali ikut terisolasi dari jaringan lemak karena bentuk dan karakteristik permukaannya hampir identik.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Masami Kanawa dan Dr. Tania Saskianti bertujuan untuk menemukan penanda genetik yang spesifik, sehingga AT-MSCs dapat dibedakan secara akurat dari fibroblas.
Metode dan Hasil Utama
Penelitian ini menganalisis data ekspresi gen dari empat dataset publik yang tersedia di Gene Expression Omnibus (GEO), mencakup 27 sampel AT-MSCs, sel punca sumsum tulang (BM-MSCs), dan fibroblas. Melalui analisis bioinformatika menggunakan perangkat lunak STRING dan Cytoscape, ditemukan 123 gen yang diekspresikan lebih tinggi pada AT-MSCs dibandingkan fibroblas.
Dari hasil analisis jaringan interaksi protein (protein-protein interaction network), tim berhasil mengidentifikasi 12 gen kunci:
COL3A1, FBN1, COL4A1, COL5A2, POSTN, CTGF, SPARC, HSPG2, FSTL1, LAMA2, LAMC1, dan COL16A1.
Gen-gen tersebut berperan penting dalam pembentukan matriks ekstraseluler, yaitu struktur penopang di sekitar sel yang memengaruhi pertumbuhan, perlekatan, dan diferensiasi. Dua gen di antaranya, CTGF (Connective Tissue Growth Factor) dan POSTN (Periostin), memiliki tingkat ekspresi lebih dari sepuluh kali lipat dibanding fibroblas, menjadikannya kandidat kuat sebagai penanda pembeda.
Implikasi bagi Dunia Medis
Penemuan dua belas gen ini berpotensi besar untuk meningkatkan akurasi identifikasi dan kemurnian kultur sel punca yang digunakan dalam terapi regeneratif. Dengan mengenali ekspresi gen tersebut, laboratorium dapat memastikan bahwa kultur sel benar-benar terdiri dari sel punca, bukan fibroblas yang dapat menurunkan efektivitas pengobatan.
Selain itu, gen seperti CTGF dan POSTN juga diyakini berperan dalam meningkatkan kemampuan penyembuhan jaringan, membuka peluang untuk manipulasi genetik guna memperkuat fungsi regeneratif sel punca.
Melalui pendekatan bioinformatika lintas institusi, penelitian ini berhasil mengungkap dua belas gen kunci yang berperan dalam membedakan sel punca lemak dari fibroblas. Temuan ini tidak hanya penting bagi penelitian dasar biologi sel, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pengembangan terapi regeneratif yang lebih aman dan efektif.
Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Applied Sciences (MDPI) edisi September 2025 dengan judul 淓xploratory Analysis of Differentially Expressed Genes for Distinguishing Adipose-Derived Mesenchymal Stromal/Stem Cells from Fibroblasts.
Oleh: Prof. Tania Saskianti, drg, Ph.D, Sp.KGA, SubSp. AIBK(K)., FiADH





