51动漫

51动漫 Official Website

Menulis Puisi Diri: Menggali Emosi dan Motivasi Mahasiswa Indonesia dalam Belajar Bahasa Inggris

Dalam dunia pendidikan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL), pendekatan pengajaran yang menyentuh aspek emosional dan personal siswa masih jarang diterapkan. Sebuah studi terbaru yang dilakukan, kami mencoba menjawab tantangan ini dengan mengkaji dampak penulisan puisi autobiografi terhadap persepsi, emosi, dan motivasi mahasiswa EFL di Indonesia.

Penelitian ini melibatkan 143 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang diminta menulis puisi berdasarkan pengalaman pribadi mereka dalam belajar bahasa Inggris. Hasilnya menunjukkan bahwa menulis puisi autobiografi menjadi aktivitas yang menantang namun bermakna. Banyak mahasiswa mengalami kecemasan dan kurang percaya diri, tetapi mereka juga mengaku bahwa kegiatan ini membantu mereka mengekspresikan perasaan dan mengenang kembali pengalaman belajar secara lebih mendalam.

Secara statistik, tidak ditemukan perubahan signifikan pada persepsi mahasiswa terhadap kemampuan menulis mereka sebelum dan sesudah kegiatan ini. Namun, secara tematik, analisis kualitatif mengungkap bahwa sebagian besar peserta merasa kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan bahasa dan sebagai sarana mengekspresikan diri. Sayangnya, tantangan besar yang mereka hadapi adalah keterbatasan kosakata dan gaya bahasa puisi dalam bahasa Inggris.

Emosi menjadi aspek penting dalam pengalaman menulis puisi ini. Sekitar 40% mahasiswa mengaku merasa takut atau khawatir saat menulis, sedangkan 44% merasa senang atau antusias. Ini menunjukkan bahwa kegiatan menulis puisi menyentuh aspek afektif pembelajaran yang selama ini jarang digali dalam kelas EFL tradisional.

Menariknya, meskipun banyak yang merasa kesulitan, mayoritas mahasiswa menunjukkan keinginan untuk mempelajari lebih lanjut tentang penulisan puisi dalam bahasa Inggris. Mereka melihat puisi sebagai media yang memberi kebebasan berekspresi tanpa terlalu terikat pada aturan gramatikal, sesuatu yang sering menjadi beban dalam pembelajaran bahasa asing.

Namun, studi ini juga menyoroti pentingnya peran guru. Kurangnya pelatihan dan pendekatan yang tepat dalam mengajarkan puisi menjadi hambatan bagi siswa untuk menyukai dan memahami puisi secara lebih mendalam. Oleh karena itu, kami merekomendasikan agar guru EFL mulai mempertimbangkan integrasi puisi autobiografi ke dalam kurikulum sebagai bagian dari pendekatan literasi yang bermakna.

Singkatnya, menulis puisi autobiografi dapat menjadi jembatan antara kemampuan bahasa, ekspresi diri, dan pertumbuhan emosional mahasiswa. Meski masih banyak tantangan yang harus diatasi, langkah awal ini menunjukkan bahwa sastra bukan hanya alat belajar bahasa, tetapi juga cermin untuk memahami diri dan pengalaman hidup.

Oleh Lutfi Ashar Mauludin, S.Pd., M.A., M.Pd.

Informasi detail dari artikel ini dapat dibaca lebih lengkap pada publikasi ilmiah berikut : 

Tanasale, I. O., Mauludin, L. A., & Prasetyo, G. (2025). Exploring the Impact of Autobiographical Poetry Writing on Perceptions, Emotions, and Desires in Indonesian EFL Students. Language Related Research16(3).

To link to this article https://doi.org/10.48311/LRR.16.3.3

AKSES CEPAT