51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Variasi Ukuran Mesiodistal dan Bukolingual Gigi Manusia pada 26 Populasi di Asia, Eropa, Afrika dan Amerika

Kemajuan Modifikasi Permukaan Implan dengan Perlakuan Alkaline-Heat
Sumber: KlikDokter

Gigi menyimpan data biologis yang kaya karena dapat menunjukkan keragaman populasi regional dan global. Data ukuran gigi dapat digunakan untuk mengidentifikasi usia, keturunan, dan jenis kelamin individu yang tidak diketahui. Dalam sampel yang lebih besar, data tersebut juga dapat digunakan untuk memperkirakan dan menganalisis riwayat populasi, rute migrasi, kolonisasi, dan jarak biologis populasi. Beberapa peneliti telah mempelajari ukuran gigi untuk menemukan pola keragaman dalam populasi lokal dan maupun area yang lebih luas.

Penelitian menunjukkan bahwa kelompok Filipinx Negrito, Jomon/Ainu, dan Eurasia Barat memiliki gigi terkecil, berikutnya adalah populasi Asia Timur, dan Asia Barat. Semakin besar adalah di Polinesia, lalu Australia, Melanesia, Mikronesia, dan paling besar di Afrika sub-Sahara.

Perkembangan gigi pada Zaman Pleistosen Akhir lebih lambat daripada pada Zaman Holosen. Teknologi penyiapan makanan yang lebih baik pada Zaman Pleistosen Tengah mungkin telah mengurangi beban kerja gigi.

Artikel tinjauan Pustaka ini bertujuan untuk mempelajari metrik mahkota gigi dari 26 populasi  di Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika berdasarkan dimensi mesiodistal dan bukolingual. Studi ini akan membantu memahami populasi dunia terkait gigi yang beragam. Kita dapat memperkirakan profil biologis kerangka yang tidak diketahui dalam antropologi forensik dengan mempelajari variasi gigi manusia.

Hasil penelitian

Studi ini mencakup 26 ukuran mesiodistal dan 18 buccolingual di wilayah Asia Barat (Yordania dan Arab Saudi), Asia Selatan (India dan Nepal), Asia Tenggara (Malaysia dan Filipina), Asia Timur (Jepang, Mongolia, dan Cina), Afrika Barat (Nigeria dan Mesir), Amerika Utara (Meksiko dan AS), dan Eropa (Islandia, Yunani, dan Portugal) dari tahun 1981“2022. Gigi seri pertama dan kedua atas serta bawah, gigi taring, gigi geraham, dan gigi geraham pertama memiliki nilai rata-rata dan standar deviasi. Nilai rata-rata dan standar deviasi dimensi gigi ini bervariasi antara kelompok populasi pria dan wanita.


Nilai rata-rata dari ukuran mesiodistal dan buccolingual menunjukkan bahwa laki-laki memiliki gigi yang lebih besar di semua jenis gigi, yaitu pada15 dari 26 untuk ukuran mesiodistal dan 12 dari 18 ukuran buccolingual.

Selebihnya, setiap kelompok menunjukkan trend berlawanan, di mana perempuan memiliki gigi yang lebih besar, meskipun sebagian besar perbedaan tidak signifikan. Perempuan di Selatan Arab Saudi menunjukkan ukuran yang lebih besar dibandingkan laki-laki pada setiap jenis gigi, kecuali pada gigi molar atas pertama dan kedua, serta gigi insisif bawah. Sebagian besar populasi menunjukkan dimorfisme seksual yang berlawanan pada premolar dan insisif, kecuali untuk suku Tibet dan Tagalog Filipina.

Variasi ukuran yang besar ditemukan di sebagian besar populasi, seperti yang dapat diamati pada populasi India yang menunjukkan dimorfisme seksual pada bagian buccolingual yang signifikan di semua jenis gigi, sementara populasi South Indian menunjukkan tren tersebut pada dua ukuran saja.

Hampir semua gigi menunjukkan dimorfisme seksual pada populasi Yordania, Cina Malaysia, Tamil Malaysia, India, dan Islandia. Sebaliknya, di Arab Saudi Selatan hanya terdapat satu perbedaan yang signifikan, yaitu rata-rata mesiodistal pada premolar bawah pertama. Sementara itu, pada populasi Nigeria Igbo terdapat perbedaan yang dignifikan di molar atas kedua, dan tidak ada yang signifikan pada ukuran bukkolingual.

Gigi taring atas dan bawah berbeda paling signifikan pada dimensi mesiodistal, sementara gigi molar pertama atas berbeda paling signifikan dalam dimensi buccolingual. Studi sebelumnya telah menemukan beberapa dimorfisme seksual berdasarkan ukuran gigi mesiodistal dan buccolingual di antara kelompok populasi laki-laki dan perempuan. Ukuran gigi mesiodistal bervariasi di seluruh gigi dalam  berbagai populasi. Nilai tertinggi yang didapati pada gigi taring atas dan bawah (hingga 9,3%) dan nilai terendah pada gigi premolar dan molar bagian atas dan bawah (sekitar 0,4-4,7%).

Dimorfisme seksual dalam ukuran gigi buccolingual umumnya lebih tinggi daripada dimensi mesiodistal, dengan gigi taring atas menunjukkan dimorfisme tertinggi (hingga 15,7%) dan gigi molar atas dan bawah menunjukkan dimorfisme terendah (sekitar 1,8-5,8%).

Berdasarkan pengukuran canine, studi ini mengungkapkan nilai dimorfisme seksual yang signifikan (sebesar 9,3)% untuk dimensi mesiodistal pada suku Oroqen Cina; dan 15,7% untuk dimensi buccolingual dari penduduk Selatan India. Perbedaan signifikan juga ditemukan pada premolar atas pertama dan insisif bawah kedua, meskipun persentasenya jauh lebih kecil. Sementara itu, insisif dan premolar memiliki persentase dimorfisme terendah di bagian mesiodistal, seperti yang ditunjukkan pada populasi Melayu Malaysia dan Tamil.

Simpulan

Berdasarkan tinjauan sistematis terhadap ukuran mesiodistal dan buccolingual gigi pada 26 populasi di Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika, penelitian ini menegaskan adanya variasi signifikan dalam dimorfisme seksual dan ukuran gigi antar populasi. Gigi laki-laki umumnya lebih besar dibandingkan perempuan, meskipun terdapat pengecualian seperti pada populasi Arab Saudi Selatan. Dimensi gigi taring menunjukkan perbedaan paling mencolok, menjadikannya indikator utama dalam analisis dimorfisme seksual. Studi ini menyoroti pentingnya variasi ukuran gigi dalam memahami karakteristik biologis populasi serta aplikasinya dalam antropologi forensik dan bioarkeologi.

Penulis: Myrtati D. Artaria

Judul: Variation in  Mesiodistal  and  Buccolingual  Measurements  of Human Dentition in 26 Populations in Asia, Europe, Africa and the Americas: A Systematic Review

Link artikel:

AKSES CEPAT