Kualitas pelayanan haruslah menjadi fokus utama dalam proses memberikan pelayanan kepada pasien, hal ini menjadi hal penting untuk mendapatkan luaran yang baik. Co-production menjadi salah satu teori baru dalam dunia pelayanan dan kebijakan publik untuk meningkatkan kualitas. Co-production pelayanan kesehatan merupakan bentuk kolaborasi antara pasien, pengguna pelayanan, keluarga pasien dan tenaga kesehatan. Co production juga dapat berupa kolaborasi masyarakat dengan tenaga kesehatan dalam proses pemberian pelayanan kesehatan.
Posyandu adalah salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang membawa prinsip co-production, dimana dalam pelaksanaanya melibatkan masyarakat (kader posyandu) dan tenaga kesehatan. Pelaksanaan Posyandu mengalami beberapa hambatan selama pandemi Covid-19. Pelaksanaan pelayanan yang berbasis interaksi antara kader Posyandu, tenaga kesehatan dengan ibu hamil maupun ibu balita terhambat. Hal ini terlihat dari beberapa temuan Profil Kementrian Kesehatan yang menunjukkan adanya penurunan pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan balita di Posyandu, seperti pemeriksaan kehamilan, penimbangan berat badan dan imunisasi.
Hambatan pelayanan kesehatan tentunya memberikan sebuah pembelajaran bagi kita untuk melakukan beberapa inovasi. Beberapa studi memberikan sebuah gambaran beberapa inovasi yang dilakukan misalnya aplikasi iPosyandu yang berbasis teknologi. Namun yang perlu menjadi catatan juga adalah keterlibatan beberapa tokoh Masyarakat untuk merealisasikan beberapa inovasi ini. Pemegang kebijakan juga harus membuat inovasi dengan menerapkan prinsip co-production, misalnya denga melibatkan aktor kebijakan.
Penulis: Sofia Al Farizi, S.Keb., Bd., M.Kes.
Jurnal: Decreasing coverage of co-production based on maternal and child health services (Posyandu) during the COVID-19 pandemic in Indonesia





