Mempercepat proses penyembuhan ulkus traumatikus mulut sangat penting dalam mengatasi rasa sakit dan ketidaknyamanan serta mencegah komplikasi. Proses penyembuhan ulkus traumatikus mulut merupakan mekanisme kompleks yang melibatkan berbagai komponen seluler dan molekuler. Mekanisme penyembuhan ulkus terdiri dari empat fase spatiotemporal yang saling tumpang tindih: hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. 2 Dalam kondisi normal, masa penyembuhan tukak mukosa mulut adalah antara 7 hingga 14 hari. Namun, beberapa faktor lokal (misalnya iritan lokal, infeksi) dan faktor sistemik (misalnya diabetes melitus, penuaan, insufisiensi pembuluh darah, pengobatan) dapat menghambat proses penyembuhan. Salah satu aspek penting dari proses penyembuhan adalah angiogenesis. Angiogenesis adalah mekanisme pembentukan kapiler dari pembuluh darah yang sudah ada sebelumnya. Peristiwa biologis ini sangat penting dalam penyembuhan luka karena memfasilitasi suplai darah dan nutrisi yang cukup serta mengangkut banyak sel dan faktor molekuler ke lokasi luka. Penelitian sebelumnya juga melaporkan bahwa angiogenesis yang tidak memadai dapat menyebabkan pembentukan luka kronis yang tidak dapat disembuhkan. Inisiasi angiogenesis memerlukan stimulasi beberapa faktor proangiogenik, seperti faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF) dan faktor pertumbuhan fibroblas-2 (FGF-2).
Pendekatan farmakologis yang ada saat ini untuk tukak mulut (yaitu terapi steroid topikal, non-steroid, dan pengobatan herbal) masih memiliki beberapa keterbatasan klinis dalam penggunaannya, terutama dalam menangani kasus tukak mulut yang kronis atau luas. Misalnya, waktu dan dosis obat kortikosteroid topikal yang tidak tepat dapat menghambat penyembuhan luka karena efek antiinflamasi dan antimitosisnya. Penelitian mengidentifikasi bahwa tingkat penyembuhan tukak mulut yang diobati dengan benzydamine hydrochloride hanya berbeda sebesar 33% dibandingkan dengan kelompok plasebo. Perkembangan ilmiah yang terus-menerus, khususnya dalam pengobatan regeneratif, telah mendorong ditemukannya beberapa produk biologis terapeutik. Sel punca mesenkimal (MSC) adalah salah satu teknologi paling terkenal dalam pengobatan regeneratif yang telah dieksplorasi secara luas. Perkembangan terkini dari MSC adalah memanfaatkan media kulturnya, yang sebelumnya dianggap sebagai limbah, sebagai produk biologis yang sangat menjanjikan secara klinis karena kandungan berbagai faktor bioaktif di dalamnya. Kumpulan faktor-faktor ini sering disebut sebagai metabolit sel induk mesenkim (MSCM). Analisis proteomik MSCM melaporkan bahwa MSCM mengandung berbagai faktor pertumbuhan, sitokin, kemokin, dan RNA intervensi (iRNA). Molekul bioaktif yang terkandung dalam MSCM telah diduga mengganggu berbagai aktivitas biologis secara positif, terutama penyembuhan luka dan regenerasi jaringan. Selama proses penyembuhan luka, faktor-faktor dalam MSCM dapat berinteraksi dengan jaringan inang melalui mekanisme parakrin, mengaktifkan beberapa jalur pro-regeneratif. Penelitian lain melaporkan bahwa metabolit sel induk mesenkim (MSCM) merupakan bahan dengan biokompatibilitas yang baik dan dapat menginduksi proliferasi sel somatik gingiva manusia pada penelitian in vitro. Temuan ini mengawali pengembangan gel oral adipose mesenchymal stem cell metabolites (AdMSCM) sebagai sarana penerapan MSCM pada mukosa mulut. Penelitian ini akan mengkonfirmasi apakah penerapan gel oral AdMSCM dapat meningkatkan ekspresi VEGFA dan FGF-2, angiogenesis, dan hasil klinis pada model tikus ulkus traumatikus mulut.
Pada penelitian ini ditemukan bahwa data diameter ulkus, angiogenesis, dan ekspresi VEGFA dan FGF-2 adalah homogen dan berdistribusi normal; dengan demikian, analisis parametrik komparatif menggunakan ANOVA satu arah dilakukan dengan signifikansi statistik diasumsikan pada p <0,05. Pada penelitian ini ditemukan bahwa data diameter ulkus, angiogenesis, dan ekspresi VEGFA dan FGF-2 adalah homogen dan berdistribusi normal (p > 0,05); dengan demikian, analisis parametrik komparatif menggunakan ANOVA satu arah dilakukan dengan signifikansi statistik diasumsikan pada p <0,05. Penilaian histologis angiogenesis pada lokasi ulkus mulut. Perawatan gel oral AdMSCM pada ulkus mulut selama tiga hari tidak meningkatkan angiogenesis secara signifikan Namun, angiogenesis yang jauh lebih tinggi ditemukan tujuh hari setelah pengobatan gel oral AdMSCM.
Gambaran histopatologi pola ekspresi FGF-2 pada lokasi ulkus mulut. Endapan warna coklat pada lapisan epitel dan jaringan ikat di lokasi ulkus menandai ekspresi FGF-2. Berdasarkan hasil ANOVA satu arah, terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara semua kelompok. Gel oral AdMSCS menunjukkan ekspresi FGF-2 yang jauh lebih tinggi setelah tiga hari (p <0,0001) dan tujuh hari (p <0,0001) dibandingkan dengan kontrol. Pola ekspresi VEGFA ditandai dengan adanya endapan berwarna coklat pada lapisan epitel dan jaringan ikat lokasi ulkus traumatik mulut. Ekspresi VEGFA setelah pengobatan gel oral AdMSCM selama 3 dan 7 hari lebih tinggi dibandingkan kontrol. Investigasi ini mengungkapkan bahwa aplikasi topikal gel oral AdMSCM mampu meningkatkan hasil klinis, angiogenesis, dan ekspresi VEGFA dan FGF-2 pada model hewan ulkus mulut (Rattus novergicus). Eksplorasi lebih lanjut melalui pendekatan lain masih diperlukan untuk mengevaluasi potensi gel oral AdMSCM dalam menginduksi penyembuhan ulkus traumatikus mulut.
Penulis: Diah Savitri Ernawati
Link:





