51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mikro Hidroksiapatit dalam Regenerasi Tulang

Potensi Hidroksiapatit-Gelatina sebagai Scaffold untuk Rekayasa Jaringan Tulang
ilustrasi tulang (foto: DokterSehat)


Penyakit periodental dengan prevalensi tertinggi keenam (11,2%) dan mempengaruhi sekitar 743 juta orang di dunia dan ada peningkatan prevalensi sebesar 57,3% dalam periode 10 tahun.Grafting tulang adalah perawatan dengan pembedahan yang menggunakan tulang dari pasien, serta alternatif yang digunakan untuk menggantikan tulang yang rusak. Karena jaringan tulang dapat pulih sepenuhnya ketika diberikan ruang untuk memfasilitasinya, grafting tulang efektif. Struktur apatite tulang sangat erat terhubung dengan HA. Ini adalah salah satu komponen anorganik tulang.

Grafting tulang terjadi melalui mekanisme biologis seperti osteokonduksi, osteoinduksi, dan osteogenesis. Hydroxyapatite memiliki manfaat seperti biokompatibilitas dan osteointegrasi. Bahan graft tulang berfungsi sebagai scaffold untuk pembentukan tulang, di mana osteokonduksi berlangsung. Osteoinduksi mendorong sel osteoprogenitor menjadi osteoblas untuk menghasilkan tulang baru. Bahan graft harus osteokonduktif dan osteoinduktif agar dapat menstimulasi pertumbuhan osteoblas. Osteopromosi meningkatkan osteoinduksi tanpa kemampuan osteoinduktif.
Penggunaan dan Bentuk Hidroksiapatit (HA): HA digunakan untuk mengobati lesi tulang gigi dan ortopedi, serta untuk penggantian gigi. Pencangkokan tulang umum untuk penempatan implan gigi dan bisa berupa blok atau partikel. Ini juga digunakan untuk menggantikan tulang yang hilang setelah trauma, memulihkan sendi, serta memperbaiki tulang yang patah atau hancur.
Sifat Kimia dan Fisik Hidroksiapatit (HA) menunjukkan bahwa HA digunakan sebagai bahan tulang pengganti karena strukturnya mirip dengan tulang alami. Komposisi tulang terdiri dari fase anorganik (69 wt%), matriks organik (22 wt%), dan air (9 wt%). Masalah anorganik pada matriks tulang mirip dengan HA, yang memiliki rumus Ca10(PO4)6(OH)2. HA dan biokeramik Ca/P masih sedang diteliti untuk pengganti tulang. HA memiliki sifat seimbang dan kurang larut dibandingkan biokeramik Ca/P. Sifat mekanik dipengaruhi oleh porositas, densitas, dan komposisi. Keramik HA memiliki kekuatan lentur, kompresi, dan tarik yang bervariasi, serta modulus Young dari keramik HA padat beragam. Keramik HA padat juga memiliki kekerasan Vicker dan mekanik yang lebih baik.
Sifat Biologis Hidroksiapatit (HA) menunjukkan bahwa ia memiliki komponen alami dan organik yang cocok dengan tulang. HA banyak digunakan sebagai pengganti tulang buatan karena tidak beracun. Permukaan HA memudahkan sel-sel tulang menempel dan berkembang, sehingga tulang baru terbentuk. Selain itu, HA dapat mendistribusikan sitokin penting untuk penyembuhan.
Regenerasi tulang sangat bergantung pada ikatan HA dengan jaringan biologis. Pengembangan teknik pemrosesan dan bahan meningkatkan mineralisasi dan kontak jaringan. Istilah “biomimetik,” yang diperkenalkan oleh Otto Herbert Schmitt di tahun 1950-an, juga mengarah pada penciptaan material yang teratur.
Material biomaterial yang dapat terurai memiliki sifat biokompatibel dan bioaktif. Zat bioaktif yang dibuat dapat terurai secara biologis mendorong interaksi dengan jaringan tulang. HA yang memiliki rasio Ca/P 1. 0 “ 1. 7 aman dan tidak menimbulkan reaksi negatif. Namun, mikromovement pada implan dapat menyebabkan masalah, dan faktor seperti mikroporositas dan stabilitas sangat penting dalam proses pembentukan tulang.
Keuntungan dari Hydroxyapatite (HA) termasuk biokompatibilitas yang baik dan dukungan fungsi yang kuat. Bahan sintetis HA lebih konsisten dan dapat dikontrol, sehingga tidak ada risiko kontaminasi mikroba. Karena itu, bahan sintetis lebih sering digunakan dalam biomedis dan rekayasa jaringan.
Studi tentang jalur pensinyalan HA menunjukkan bahwa fosforilasi ERK mengaktifkan gen osteoblas. Reseptor adhesi berfungsi menghubungkan sel dengan material tulang. Rotasi spasial partikel HA menjadikannya osteoinduktif. Usaha lebih lanjut mencakup penggunaan HA dalam pengiriman obat, pembuatan kateter, dan lainnya.

Penulis: Dr. Shafira Kurnia Supandi, drg., Sp.Perio

Referensi: Supandi, S. K., Susilahati, N. L. D. A., Rezkika, Y. F., Krismariono, A., & Maduratna, E. (2024). Micro Hydroxyapatite in Bone Regeneration: A Literature Review. Research Journal of Pharmacy and Technology, 17(2), 591-594.

AKSES CEPAT