Demensia pada lansia dianggap sesuatu yang wajar oleh masyarakat dan keluarga, serta tidak diberikan perawatan atau tindakan lanjutan. Hal ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi kemandirian lansia, dan lansia akan tetap mengalami ketergantungan
Lansia yang mengalami demensia berakibat pada ketidakmampuan dalam berkomunikasi, menyelesaikan tugas sehari-hari, perilaku agresif serta mengakibatkan ketergantungan. Hal ini akan menurunkan kualitas hidup lansia. Dampak yang ditimbulkan akan semakin buruk jika perawatan pada lansia tidak dilakukan dengan baik oleh keluarga atau pelayanan kesehatan.
Keluarga memerankan kunci penting untuk memberikan perawatan pada lansia. Keluarga merupakan pegambil keputusan dalam menentukan strategi perawatan lansia. Keluarga memberikan dukungan bagi lansia yang tinggal di rumah, dan membutuhkan perawatan yang lama. Keluarga diharapkan melakukan perawatan lansia demensia di rumah (home care) dengan baik.
Pelatihan home care diberikan kepada keluarga, dengan tujuan keluarga mampu melakukan perawatan yang tepat kepada lansia demensia. Kemampuan tersebut didapatkan secara bertahap mulai dari segi kognitif, afektif dan psikomotor. Pelatihan home care juga didukung dengan pengembangan nilai dasar keluarga. Proses selanjutnya keluarga secara mandiri dapat melakukan perawatan kepada lansia demensia dengan baik. Hasil pelatihan menunjukkan ada perbedaan kemampuan home care yang signifikan antara kelompok yang diberi pelatihan dan kelompok yang tidak diberi pelatihan (kelompok kontrol). Kelompok yang diberi pelatihan mempunyai kemampuan home care yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Keluarga sebagai pengasuh internal melakukan perawatan lansia demensia di rumah/home care didukung dengan nilai dasar keluarga akan tanggung jawab, penghargaan dan keperdulian terhadap anggota keluarga yang sakit/yang memerlukan pertolongan. Hal ini dianggap sebagai suatu tantangan untuk memberikan perawatan yang terbaik dan lebih baik lagi sehingga kebutuhan pengasuhan lansia akan terpenuhi.
Lansia dibantu keluarga untuk dapat melakukan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dalam upaya ke arah kemandirian lansia demensia. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan kondisi lansia dan disesuaikan dengan kemampuan lansia. Lansia dibantu untuk bisa melakukan kegiatan sehari-hari, seperti mandi, berpakaian, makan, atau mobilisasi. Keluarga mendampingi dan memotivasi lansia untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut secara mandiri meskipun bertahap. Lansia yang didampingi keluarga yang mengikuti pelatihan home care (mempunayi kemapuan home care yang baik) mempunyai kemampuan komunikasi verbal yang baik. Selain itu, lansia juga mampu melakukan aktifitas sehari-hari dengan baik, serta mempunyai kemapuan kognitif, perilaku agresif juga baik.
Kemandirian lansia demensia dipengaruhi kemampuan keluarga melakukan home care. Semakin baik kemampuan keluarga dalam melakukan home care maka akan semakin baik kemandirian lansia demensia. Kemandirian lansia dapat berkembang dengan baik kemungkinan disebabkan pemberian kesempatan kepada lansia untuk berkembang melalui latihan yang dilakukan secara terus-menerus dan dilakukan sejak dini. Latihan tersebut dapat berupa pemberian beberapa tugas tanpa bantuan keluarga. Pemberian tugas tersebut tentunya disesuaikan dengan usia dan kemampuan lansia. Latihan yang dilakukan secara terus menerus akan menghasilkan kemandirian lansia yang semakin baik.
Lansia demensia menunjukkan beberapa gangguan yaitu gangguan kognitif dan memori, perubahan tingkah laku harian baik mengganggu maupun yang tidak mengganggu. Hal ini memerlukan perawatan untuk menjaga ketajaman daya ingat dan senantiasa mengoptimalkan fungsi otak lansia.
Perawatan lansia demensia mengarah pada kemandirian dan dilakukan dengan beberapa terapi. Dari segi kognitif, lansia demensia dapat melakukan kegiatan membaca yang berfungsi untuk merangsang fungsi otak untuk berpikir, yang bisa dilakukan setiap hari. Dari segi spiritual, lansia melakukan kegiatan keagamaan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Dari segi interaksi sosial, lansia tetap berinteraksi dengan lingkungan, berkumpul bersama teman, mengurangi stres dan tetap rileks.
Penulis : Mahmudah
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di
Hidayatus Sya檇iyah, Nursalam, Mahmudah dan Ferry Efendi, Effectiveness of Home Care Intervention on Family Ability to Do Caregiving at Home and Increase the Independence Among Elderly With Dementia. Journal of Public Health Research, Vol 11, No.3 (2022).





