Paper ini mengkaji pengaruh variasi temperatur sintering (600°C, 800°C, dan 1000°C) terhadap sifat mikroskopis keramik alumina (Al₂O₃) yang disintesis menggunakan metode sol-gel. Studi ini bertujuan untuk memahami peran temperatur sintering dalam pembentukan fasa, ukuran partikel, dan sifat optik alumina melalui analisis menggunakan X-ray diffraction (XRD), Ultraviolet Visible (UV-Vis), dan Particle Size Analyzer (PSA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada temperatur 600 °C, fasa γ-Al₂O₃ mulai terbentuk dengan kristalinitas rendah. Temperatur sintering 800 °C menghasilkan kristalinitas yang lebih baik dengan fasa γ-Al₂O₃ yang lebih dominan. Pada temperatur 1000 °C, terjadi transisi fasa dari γ-Al₂O₃ menjadi α-Al₂O₃, yang lebih stabil secara termodinamika dan memiliki kristalinitas tinggi. Hasil PSA menunjukkan peningkatan ukuran partikel dari 236 nm pada 600 °C, 370.6 nm pada 800 °C, hingga 754.1 nm pada 1000 °C.
Analisis UV-Vis mengungkap bahwa material memiliki puncak absorpsi yang signifikan pada daerah ultraviolet (190“230 nm). Pada temperatur sintering yang lebih tinggi, intensitas absorpsi menurun, mencerminkan pengurangan cacat material dan perubahan struktur elektronik akibat pembentukan fasa α-Alâ‚‚O₃.
Kebermanfaatan dari studi ini adalah memberikan panduan praktis dalam menentukan temperatur sintering optimal untuk menghasilkan keramik alumina dengan sifat mekanik, termal, dan optik yang unggul. Temuan ini sangat relevan untuk pengembangan aplikasi teknologi maju seperti substrat elektronik, implantasi biomedis, dan material pelapis tahan panas.
Penulis: Ersyzario Edo Yunata, Ph.D
Link dan Indeks: Scopus,





