Paper ini mengevaluasi sifat mikrostruktur dan mekanik paduan Zn-Mg yang disinter pada suhu 325掳C selama dua jam. Dengan variasi kandungan magnesium (5%, 10%, 15%, dan 20%), studi ini juga melibatkan penggunaan CaCO鈧 sebagai agen pembentuk pori untuk menghasilkan porositas terkendali. Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran pori berkisar antara 70 hingga 113 碌m, dengan morfologi permukaan kasar terutama pada sampel dengan 20% Mg. Uji kekerasan menggunakan Micro Vickers menunjukkan peningkatan kekerasan dari 18.30 HV hingga 23.82 HV seiring peningkatan kandungan Mg.
Analisis X-ray Diffraction (XRD) mengkonfirmasi pembentukan fasa intermetalik seperti MgZn鈧 dan Mg鈧俍n鈧佲倎, bahkan pada suhu sintering rendah. Pembentukan fasa ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan sifat mekanik paduan. Sementara itu, analisis mikroskop elektron (SEM) mengungkapkan distribusi pori yang baik dan morfologi permukaan yang terkait dengan peningkatan kandungan Mg dan keberadaan CaCO鈧 sebagai agen pembentuk pori.
Hasil studi menunjukkan bahwa kandungan Mg yang lebih tinggi tidak hanya meningkatkan kekerasan paduan tetapi juga memodifikasi mikrostruktur dan distribusi porositasnya. Fasa intermetalik yang terbentuk pada suhu sintering rendah memberikan stabilitas mekanik dan kinerja material yang lebih baik, menjadikan paduan Zn-Mg ini sangat relevan untuk aplikasi biomedis yang memerlukan keseimbangan antara kekuatan struktur dan biodegradabilitas.
Kebermanfaatan penelitian ini adalah memberikan wawasan baru dalam mengoptimalkan paduan Zn-Mg untuk aplikasi biomedis melalui sintering bersuhu rendah. Dengan porositas yang terkendali dan peningkatan sifat mekanik, paduan ini menunjukkan potensi besar sebagai material implan medis, seperti sekrup atau pelat ortopedi, yang membutuhkan kombinasi kekuatan, bioaktivitas, dan kemampuan degradasi yang baik.
Penulis: Ersyzario Edo Yunata, Ph.D
Link dan Indeks: Scopus,





