51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Penularan Norovirus Dalam Keluarga (Hasil Survei di Beberapa Rumah Tangga)

Norovirus (NoV) merupakan penyebab utama epidemi dan sporadic gastroenteritis pada semua kelompok umur dan lokasi geografis. Diperkirakan kejadian NoV global tahunan adalah 677 juta kasus di seluruh dunia, dengan sekitar 200.000 kematian pada orang-orang pada usia ekstrem (Pires dkk., 2015). Di Indonesia, prevalensi NoV pada anak penderita gastroenteritis akut (GEA) adalah 15,4%−18,5% (Nirwati dkk., 2019; Wulandari dkk., 2019). Hasil penelitian kami sebelumnya mendeteksi NoV pada 14 dari 512 sampel tinja (2,7%) yang diperoleh dari 18 orang tanpa gejala (Utsumi dkk., 2017).

Manusia adalah sumber utama NoV dan kontak dalam rumah tangga adalah salah satu faktor risiko penularan NoV. Penularan di dalam keluarga dapat terjadi karena adanya kontak erat dalam paparan virus yang tinggi dan penularan sekunder. Meskipun kontak dengan individu yang memiliki gejala dianggap sebagai jalur utama penularan NoV, NoV juga bisa menyebar di dalam rumah melalui infeksi tanpa gejala, diduga anak menjadi pengendali utama penularan di dalam keluarga. Data penularan NoV dari orang ke orang, khususnya di dalam keluarga, masih terbatas.

Pada penelitian ini, dilakukan studi epidemiologi molekuler tentang penularan NoV di dalam keluarga di Surabaya, Indonesia, untuk mendapatkan profil frekuensi penularan NoV di rumah tangga beserta karakteristiknya. Sampel tinja dikumpulkan setiap minggu dari tiga rumah tangga (rumah tangga-1, rumah tangga-2, rumah tangga-3) pada tahun 2016-2020; dengan total sampel sebanyak 1.105. Deteksi dan penentuan genotipe NoV dilakukan dengan reverse-transcriptase PCR (dengan target regio capsid) dan sekuensing.  

Hasil penelitian menunjukkan NoV terdeteksi pada 3,4% dari seluruh sampel. Delapan genotipe NoV diidentifikasi, yang terbanyak adalah GII.17, disusul GII.6, GI.6, GII.4, GI.3, dan GI.2/GI.8/GI.9. Angka penularan NoV tertinggi dijumpai pada rumah tangga-3 (6 periode penularan), disusul oleh rumah tangga-2 (2 periode penularan), sedangkan rumah tangga-1 tidak menunjukkan penularan NoV. Di rumah tangga-3, anak laki-lakinya sering terinfeksi pertama kali. Anak laki-laki ini memiliki riwayat GEA (dirawat di rumah sakit) sebelum mengikuti penelitian ini, dan juga memiliki kebiasaan makan banyak dan mengemil sembarangan, kondisi ini mungkin berkontribusi pada kepekaannya terhadap infeksi NoV dan diare. Serupa dengan hasil penelitian sebelumnya, jumlah sampel NoV positif terbanyak diperoleh dari individu tanpa gejala.

Kesimpulan dan Saran: Beberapa periode penularan NoV diidentifikasi di dua rumah tangga, yang disebabkan oleh  beberapa genotipe NoV. Sebagian besar infeksi NoV terjadi tanpa menimbulkan gejala diare, diduga pembawa NoV yang tidak menunjukkan gejala ini memainkan peran utama dalam penularan infeksi, sebagai reservoir NoV di rumah tangga. Analisis lanjut tentang peran individu tanpa gejala dalam komunitas sangatlah diperlukan. Selain itu, pola penularan dan faktor risikonya perlu diteliti lebih lanjut untuk dapat memberikan rekomendasi pencegahan yang sesuai.

Penulis : Juniastuti

Informasi detil dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel jurnal scopus, berjudul : A Household Survey of Intrafamily Norovirus Transmission. 

DOI: 10.1002/jmv.29164

AKSES CEPAT