Kepemimpinan adalah kunci keberhasilan sebuah sekolah, termasuk sekolah formal yang berada di bawah naungan pesantren. Peran kepemimpinan di sekolah-sekolah yang dikenal sebagai sekolah Unggul sangatlah penting. PEnelitian pada tiga sekolah di Jawa Timur, penelitian ini melibatkan kepala sekolah, pengurus yayasan, staf, dan siswa untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang gaya kepemimpinan utama yang ditemukan di sekolah formal Unggul ini yaitu:
- Kepemimpinan Transformasional
Pemimpin dengan gaya ini punya visi besar dan selalu mendorong perubahan yang positif. Mereka menginspirasi guru, staf, dan siswa untuk terus berkembang, baik secara akademik maupun moral. - Kepemimpinan Partisipatif
Gaya ini menekankan kerja sama. Pemimpin melibatkan semua pihak, dari guru hingga siswa, dalam pengambilan keputusan. Hal ini menciptakan suasana sekolah yang penuh kebersamaan dan rasa tanggung jawab bersama. - Kepemimpinan Paternalistik
Dalam gaya ini, pemimpin tidak hanya menjadi pengarah, tetapi juga figur yang peduli dan membimbing. Mereka menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada semua pihak di sekolah.
Terdapat Ciri Unik Kepemimpinan di Sekolah Pesantren yang membuat kepemimpinan di sekolah-sekolah ini berbeda adalah adanya semangat pengabdian dan rendah hati (tawadhu). Pemimpin di sini tidak hanya bekerja untuk sekolah, tetapi juga untuk yayasan dan pesantren yang menaunginya. Dengan cara ini, kepemimpinan di sekolah-sekolah ini tidak hanya fokus pada hasil akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang berakhlak mulia. Dengan mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional, partisipatif, dan paternalistik, sekolah-sekolah formal di bawah pesantren bisa terus maju tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Kesimpulannya, sekolah formal Unggul di bawah naungan pesantren berhasil memadukan nilai-nilai tradisional Islam dengan praktik kepemimpinan modern. Hal ini membuat mereka tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk siswa yang berkarakter kuat. Model ini bisa menjadi inspirasi bagi pesantren lain yang ingin meningkatkan kualitas pendidikan formal mereka.
Penulis: Prof. Dr. Indrianawati Usman, Dra.Ec., M.Sc.
Link:
Baca juga: Komparasi Status Gizi, Asupan Makan, dan Durasi Tidur Anak Sekolah di Perkotaan dan Pedesaan





