51动漫

51动漫 Official Website

Peran Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Menjelaskan Loyalitas Pelanggan Halal Mart di Malaysia

sumber: merdeka.com
Ilustrasi perusahaan global (Foto: merdeka.com)

Tidak dapat disangkal, operasi bisnis berdampak pada lingkungan eksternal, norma sosial, dan perilaku konsumen. Tanggung jawab sosial perusahaan dipandang sebagai teknik strategis untuk menangkal dampak negatif pada lingkungan eksternal. Meningkatnya permintaan inisiatif tanggung jawab sosial dari para pemangku kepentingan merupakan sinyal yang jelas bagi dunia korporat, yang memerintahkan para pemimpin bisnis untuk menekankan isu-isu sosial dalam operasi bisnis mereka guna mendapatkan kepercayaan dari pelanggan akhir dan mengubah loyalitas menjadi keunggulan kompetitif, terutama dalam industri ritel.
Pendapat pelanggan tentang tindakan CSR pengecer tidak hanya bergantung pada upaya CSR pengecer tetapi juga juga pada praktik CSR produk dan peserta rantai pasokan lainnya.

Halal mart adalah tempat penjualan eceran khusus yang menawarkan produk yang mematuhi standar Halal yang ditetapkan oleh hukum Islam. Halal mart umumnya menyediakan beragam produk, meliputi makanan, minuman, barang perawatan pribadi, dan barang rumah tangga. Mengingat prospeknya yang optimis, industri ritel Malaysia akan tetap menjadi mesin ekonomi utama. Muslim Melayu dan Bumiputera di Malaysia telah menerima bantuan keuangan dari lembaga pemerintah, namun, kecenderungan budaya terhadap pola pikir kewirausahaan mencerminkan hambatan sosial budaya, yang secara signifikan memengaruhi kapasitas Bumiputera untuk bertransisi dengan sukses menjadi kewirausahaan. Konsekuensi sosial juga meningkatkan keunggulan merek-merek Islam dan menyebabkan pemasarannya yang meluas di halal mart, terutama setelah kampanye boikot barang-barang terkait.

Implementasi CSR berdampak langsung pada kinerja, sedangkan evaluasi dan pemasaran CSR tidak menunjukkan efek signifikan, dengan komitmen keagamaan masyarakat yang memoderasi hubungan ini. Dasar pemikiran CSR telah menjadi subjek berbagai penelitian dan telah diidentifikasi sebagai hal yang penting, khususnya dalam industri halal. Meskipun penelitian sebelumnya telah meneliti pengaruh CSR terhadap reputasi bisnis dan perilaku pelanggan, hanya sedikit penelitian yang berfokus pada dimensi CSR khusus halal, khususnya aspek filantropi dan hukum dalam pasar halal. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan transparansi dan penguatan peraturan halal untuk meningkatkan kredibilitas halal mart di Malaysia dari perspektif kebijakan. 

Tinjauan Pustaka

Pasar Halal

Halal mart, atau tempat penjualan eceran khusus halal, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sektor ritel. Halal mart sering kali memperluas penawaran mereka di luar sekadar produk halal, dengan berupaya memberikan pengalaman berbelanja yang komprehensif yang menjaga integritas produk dari pengadaan hingga titik penjualan. Gagasan citra halal, yang mencakup status dan reputasi halal yang dirasakan oleh tempat penjualan eceran, telah terbukti berdampak positif pada keinginan konsumen untuk sering mengunjungi halal mart. Ritel halal, termasuk halal mart, merupakan domain yang berkembang pesat sehingga memerlukan studi dan inovasi berkelanjutan untuk menjaga integritas dan keberlanjutan rantai pasokan halal. Ketertelusuran memfasilitasi pemantauan produk halal dari asal hingga konsumen, mengurangi bahaya kontaminasi silang, dan memastikan transparansi bagi konsumen yang sadar halal.

Kerangka teoritis

Sumber daya organisasi yang berwujud dan tidak berwujud adalah aset signifikan yang dapat menjadi fondasi perusahaan dan memberikan keunggulan kompetitif. Yang lebih penting, pandangan berbasis sumber daya menyoroti hubungan antara kualitas internal dan kinerja organisasi dan memberikan titik referensi untuk menggambarkan motivasi di balik kegiatan CSR. Perspektif berbasis sumber daya memperkuat landasan teoritis dari penyelidikan empiris dan konseptual, yang membantu dalam memperoleh keunggulan kompetitif bagi perusahaan karena memerlukan semua sumber daya. Selain itu, teori pemangku kepentingan dan berbasis sumber daya harus ditunjukkan memiliki landasan konseptual yang kuat untuk CSR.

Loyalitas pelanggan

Loyalitas pelanggan dijelaskan sebagai konsekuensi faktor mental yang berasal dari komitmen, seperti niat membeli ulang. Karena ketidakstabilan signifikan sikap konsumen dalam industri bisnis, tampaknya menjaga loyalitas pelanggan yang ada menjadi perhatian nyata. Konsumen yang telah merasakan kenikmatan suatu produk dari perusahaan yang mereka percayai akan terus melakukannya di masa mendatang meskipun ada berbagai pengaruh lingkungan, termasuk strategi pemasaran untuk membujuk perubahan perilaku. Faktor perilaku dan sikap dapat digunakan untuk menguji loyalitas konsumen yang kuat. Loyalitas sikap mengacu pada pandangan positif konsumen terhadap merek, seperti yang terlihat dari dedikasi dan pembelian ulang mereka. Sebaliknya, loyalitas perilaku dicirikan oleh kecenderungan untuk mempromosikan promosi dari mulut ke mulut yang positif dan pembelian merek yang berulang.

Tanggung jawab sosial perusahaan dalam perspektif halal mart

CSR merupakan konsep luas yang mencakup operasi perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial, responsivitas sosial, dan kontribusi jangka panjang kepada masyarakat. Untuk mencapai persyaratan CSR bagi supermarket halal, Departemen Pemasaran Konsumen Islam harus menerapkan rencana yang didasarkan pada penyajian kebenaran dan menghindari penyembunyian informasi tentang produk mereka. CSR adalah konsep luas yang mencakup praktik bisnis perusahaan yang sadar sosial, responsivitas sosial, dan upaya amal yang berdampak positif jangka panjang pada masyarakat.

Konsep tanggung jawab sosial perusahaan dan dampaknya terhadap sikap dan kualitas layanan yang dirasakan

CSR memengaruhi sikap pelanggan, evaluasi kognitif terhadap produk atau layanan perusahaan, dan pola konsumsi. Demikian pula, Wang dan Han menunjukkan bahwa inisiatif CSR perusahaan pariwisata sangat penting untuk evaluasi kualitas layanan dan loyalitas pelanggannya. Dengan demikian, tindakan CSR perusahaan dapat membangkitkan respons kognitif dan afektif yang baik dari klien terhadap produk/layanan perusahaan. Menurut beberapa penelitian, konsekuensi menguntungkan dari CSR meliputi sikap yang lebih baik terhadap perusahaan, penilaian kualitas produk yang menguntungkan, citra/reputasi yang lebih baik, dan peningkatan loyalitas perusahaan.

Metode dan Hasil

Survei daring dilakukan melalui kuesioner yang diadopsi dari 299 individu dari Malaysia dengan menggunakan purposive sampling. Selain itu, structural equation modelling digunakan untuk menguji model yang diusulkan pada jalur langsung dari konstruk terkait. Hasil dari konteks Malaysia mengungkapkan bahwa hanya komponen hukum dan filantropis dari tanggung jawab sosial perusahaan yang memengaruhi sikap dan kualitas layanan yang dirasakan dari halal mart. Selanjutnya, kepuasan memengaruhi kepercayaan, sedangkan kualitas layanan yang dirasakan memengaruhi kepuasan. Pada akhirnya, kepuasan dan kepercayaan berdampak pada loyalitas pelanggan.

Penulis: Prof. Dr. Ririn Tri Ratnasari, SE., M.Si.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Osman, I., Hassan, F., Mokhtar, I., Setapa, F., Ratnasari, R. T., Kasmon, B., & Kassim, E. S. (2025). The role of corporate social responsibility in explicating customer loyalty of halal marts in Malaysia. Journal of Islamic Marketing.

AKSES CEPAT