Obesitas telah muncul sebagai masalah kesehatan di seluruh dunia dengan insiden yang terus meningkat. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 43% orang dewasa berusia 18 tahun atau lebih di seluruh dunia dikategorikan sebagai kelebihan berat badan, sementara 16% dikategorikan sebagai obesitas. Obesitas diakui sebagai faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, dan hubungan antara obesitas dan berbagai kondisi kardiovaskular telah diidentifikasi, seperti infark miokard akut, penyakit koroner stabil, aritmia jantung, gagal jantung, dan kematian jantung mendadak. Reseptor enzim pengubah angiotensin 2 (ACE2) merupakan komponen penting dari sistem renin angiotensin (RAS) dan memainkan peran penting dalam mengatur tekanan darah secara keseluruhan. Peran ini dilakukan dengan memecah angiotensin I (Ang I) secara enzimatik, yang menghasilkan produksi peptida Ang 1“9 yang tidak aktif, dan secara langsung mengubah angiotensin II (Ang II), yang mengakibatkan pembentukan Ang 1“7 yang terbatas. Proses ini berdampak pada vasokonstriksi dan fibrosis. Orang yang mengalami obesitas mungkin memiliki adiposit yang berkontribusi terhadap ekspresi ACE2, dengan tingkat ekspresi ACE2 yang lebih tinggi pada jaringan adiposa dibandingkan dengan jaringan paru-paru. Obesitas juga merangsang produksi banyak adipositokin seperti interleukin 6 (IL-6), interleukin 10 (IL-10), tumor necrosis factor-alpha (TNF-α), monosit kemoatraktan protein-1 (MCP-1), leptin, dan resistin, yang pada gilirannya dapat menyebabkan badai sitokin. Proses ini mendorong perkembangan penyakit kardiovaskular, termasuk infark miokard akut dan gagal jantung. Kelas obat kardiovaskular seperti ACE inhibitor (ACEI) dan angiotensin II receptor blocker (ARB) dapat meningkatkan ekspresi ACE2 dan mencegah badai sitokin yang memberikan manfaat bagi sistem kardiovaskular [11]. Salah satu jenis ACEI dan ARB yang terbukti memengaruhi ekspresi ACE2 adalah perindopril dan losartan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efek perindopril dan losartan pada ekspresi ACE2 pada model tikus obesitas sebagai dasar untuk mengembangkan terapi menggunakan perindopril dan losartan dalam upaya mencegah penyakit kardiovaskular pada pasien obesitas.
Penelitian ini menggunakan desain eksperimen sejati in vivo yang menggunakan kelompok kontrol pasca-uji saja. Sebanyak 24 tikus albino jantan dewasa dibagi menjadi empat kelompok, satu kelompok berfungsi sebagai non-obesitas (kontrol negatif), sedangkan tiga kelompok lainnya obesitas: (1) kontrol positif (tikus obesitas yang tidak diobati); (2) kelompok perindopril (2 mg/kg BB/hari secara oral selama 4 minggu); dan (3) kelompok losartan (20 mg/kg BB/hari selama 4 minggu). Setelah itu, tikus dieutanasia, dan jaringan lemak visceral diperoleh selama pembedahan. Kadar ACE2 dan IL-6 diukur menggunakan enzyme linked immunosorbent assay (ELISA). Pemberian losartan pada tikus obesitas menghasilkan peningkatan kadar ACE2 yang signifikan dibandingkan dengan kelompok perindopril (losartan vs perindopril, dan kontrol positif. Selain itu, pengobatan perindopril dan losartan pada tikus obesitas menghasilkan penurunan yang signifikan pada kadar IL-6 jika dibandingkan dengan kontrol positif (perindopril vs kontrol positif; losartan vs kontrol positif, berturut-turut).
Studi ini memberikan wawasan tentang pemberian perindopril dan losartan, yang dapat menekan pro-inflamasi (IL-6) tetapi meningkatkan kadar ACE2 dalam jaringan adiposa. Kadar ACE2 pada kontrol positif (kelompok kontrol obesitas) tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif (kelompok kontrol non-obesitas). Kadar ACE2 pada kelompok losartan secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan semua kelompok lainnya (perindopril, kelompok obesitas yang tidak diobati, dan kelompok non-obesitas). Selain itu, pengobatan losartan dan perindopril menurunkan kadar IL-6 secara signifikan dibandingkan dengan hewan obesitas yang tidak diobati. Hal ini menunjukkan bahwa losartan dan perindopril dapat menurunkan sitokin pro-inflamasi IL-6 pada jaringan adiposa, dan sebagai tambahan, losartan juga meningkatkan kadar ACE2 pada jaringan adiposa.
Penulis : Andrianto Andrianto1,2, Hanestya O. Hermawan1,2* , Primasitha M. Harsoyo1,2, Bagas SI. Zaini3,4 and Akbar R. Muhammad4
Link :
Baca juga: Khasiat Senyawa Ekstrak Daun Benalu Duku untuk Penurun Gula Darah Tikus Penderita Diabetes





