51动漫

51动漫 Official Website

Persepsi Konsumen tentang Keamanan Penggunaan Kosmetika

Foto oleh experto.de

Penggunaan produk kosmetika telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam gaya hidup manusia modern. Perempuan merupakan golongan terbesar pengguna produk kosmetika, meskipun demikian konsumen produk kosmetika dari kalangan kaum adam juga tidak kalah signifikan. Studi di Amerika Serikat melaporkan bahwa 82% perempuan menggunakan produk perawatan kulit dibandingkan dengan laki-laki yang 渉anya 64%. Kosmetika lazim digunakan untuk menunjang penampilan sehari-hari, bahkan tidak jarang produk kosmetika digunakan secara berlebihan untuk mengubah penampilan atau mempercantik diri.

Penggunaan kosmetika secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi penggunanya. Studi di Timur Tengah menunjukkan sekurang-kurangnya 50% konsumen mengalami reaksi yang merugikan dari penggunaan kosmetika. Produk kosmetika, terutama yang tidak terdaftar, seringkali mengandung bahan kimia berbahaya yang sudah dilarang oleh BPOM seperti Hidrokuinon, Merkuri dan Steroid. Penggunaan bahan tersebut dalam produk kosmetika berpotensi menimbulkan iritasi kulit hingga yang terberat adalah kanker dan kerusakan hati dan ginjal.

Produk-produk kosmetika impor dan produk yang dijual secara online juga perlu mendapat perhatian. Produk-produk tersebut terkadang tersedia di masyarakat dengan mudah, bahkan masih dilabeli dengan bahasa aslinya sehingga konsumen belum tentu memahami kandungan dan penggunaannya. Konsumen akhirnya menjadi pihak yang harus memutuskan dan menanggung risiko pemilihan dan penggunaan kosmetika yang tidak tepat. Oleh karena itu, studi tentang sikap dan tindakan konsumen dalam menggunakan produk kosmetika menjadi penting untuk diangkat.

Peneliti dari Fakultas Farmasi 51动漫 bekerjasama dengan peneliti dari Malaysia dan Brunei Darussalam mengangkat tema keamanan penggunaan kosmetika oleh konsumen, dengan melibatkan 445 orang perempuan sebagai responden. Survei disebarkan secara online melalui media Instagram dan WhatsApp dengan mayoritas responden berusia 18-35 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menggunakan produk kosmetika dengan tujuan untuk meningkatkan penampilan dan menambah kepercayaan diri. Hanya separuh dari responden yang menyadari bahwa produk kosmetika dapat menimbulkan reaksi alergi dan menyatakan produk kosmetika harus diuji secara klinis di laboratorium. Sisanya menyakini tidak ada masalah kesehatan terkait penggunaan kosmetika dan pengujian di laboratorium tidak perlu dilakukan.

Media sosial menjadi sumber referensi yang paling banyak digunakan untuk memilih produk kosmetika. Hampir separuh dari responden mendapat informasi dan mempercayai informasi tentang kosmetika yang disebarkan melalui media sosial. Nyaris 70% responden juga mengaku mereka telah memahami cara penggunaan kosmetika dengan aman termasuk membaca label di kemasan, berkonsultasi dengan ahli dan menerapkan higiene sebelum menggunakan kosmetika.

Peneliti menyimpulkan bahwa sikap dan tindakan konsumen beragam dalam memilih dan menggunakan kosmetika. Meskipun secara keseluruhan belum ada klaim merugikan terkait penggunaan kosmetika, namun peneliti menekankan pentingnya stakeholder untuk menjamin ketersedian produk kosmetika yang aman dibarengi dengan peningkatan pengetahuan publik.

Oleh:

apt. Andi Hermansyah, PhD

Fakultas Farmasi 51动漫

Artikel dapat diakses di

AKSES CEPAT