Perilaku kerja inovasi karyawan sangat penting untuk kesuksesan perusahaan, yang melibatkan penciptaan, pengenalan, dan implementasi ide yang disengaja dalam suatu organisasi. Untuk meningkatkan inovasi, organisasi harus meningkatkan daya saing karyawan dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. Di industri migas, persaingan mendorong peningkatan efisiensi, termasuk keterlibatan karyawan dalam pekerjaan inovasi. Kemampuan absorpsi, motivasi kerja, dan kepemimpinan transformatif adalah variabel kunci yang memengaruhi perilaku kerja inovasi di industri ini.
Kemampuan menyerap berperan penting dalam mendukung perilaku kerja inovasi di sektor migas, berinteraksi dengan faktor lingkungan kerja untuk mempengaruhi perilaku inovatif karyawan. Freelancer di industri ini memainkan peran penting dalam memastikan kelangsungan pengetahuan dan pengalaman, menerima pelatihan teknis dan manajerial untuk tetap diperbarui dengan kemajuan teknologi. Sementara ikatan kerja permanen sangat penting untuk produktivitas jangka panjang, solusi inovatif menggunakan tenaga kerja freelancer dapat menawarkan efisiensi biaya dan ide-ide segar.
Penelitian telah menunjukkan bahwa motivasi kerja secara positif memengaruhi kemampuan penyerapan, dengan motivasi intrinsik mendorong individu untuk belajar dan menerapkan ide-ide baru. Kepemimpinan transformasional juga meningkatkan kemampuan penyerapan dengan menginspirasi dan memotivasi karyawan untuk menyerap dan menerapkan pengetahuan baru. Kemampuan absorptif, pada gilirannya, secara positif mempengaruhi perilaku kerja inovasi, memediasi dampak motivasi kerja dan kepemimpinan transformasional pada kreativitas karyawan.
Desain studi melibatkan pendekatan kuantitatif untuk mengeksplorasi hubungan antara perilaku kerja inovatif, kepemimpinan transformasional, kapasitas penyerapan dan motivasi kerja di antara pekerja lepas di industri minyak dan gas. Teknik pengumpulan data meliputi analisis faktor konfirmasi dan analisis model struktural. Hasilnya menyoroti efek langsung dan tidak langsung dari motivasi kerja dan kepemimpinan transformasional pada kemampuan penyerapan dan perilaku kerja inovasi.
Temuan ini menggarisbawahi pentingnya motivasi kerja dan kepemimpinan transformatif dalam meningkatkan kemampuan penyerapan dan perilaku kerja inovasi di antara pekerja lepas. Kemampuan menyerap memainkan peran penting dalam memediasi hubungan antara motivasi kerja, kepemimpinan transformasional, dan perilaku inovatif. Penelitian di masa depan harus fokus pada studi longitudinal untuk mengeksplorasi lebih lanjut dinamika ini dan meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana intervensi kepemimpinan dapat meningkatkan kemampuan inovasi organisasi.
Artikel : Unlocking Innovation: How absorptive capability unleashes the potential of motivation and leadership to catalyze innovative work behaviors in Batam
Penulis: Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum
Link:





