51动漫

51动漫 Official Website

Polisakarida Spirulina sebagai terapi adjuvan meningkatkan respons TNF-伪 dan IFN-纬 serta memperbaiki histopatologi hati dan limpa mencit (Mus musculus) yang terinfeksi Plasmodium berghei

Sumber: https://www.pngwing.com/en/free-png-zaeui

Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh protozoa Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Meningkatnya resistensi terhadap artemisinin (ART) menjadi tantangan besar dalam pencapaian target eliminasi malaria tahun 2030. Oleh karena itu, diperlukan strategi terapi tambahan seperti penggunaan terapi adjuvan yang dapat meningkatkan efektivitas obat antimalaria serta menekan komplikasi yang diakibatkan oleh infeksi parasit.

Penelitian in vivo ini mengevaluasi potensi polisakarida Spirulina platensis (PSP) sebagai terapi adjuvan terhadap mencit (Mus musculus) yang diinfeksi Plasmodium berghei. Hasil sebelumnya menunjukkan bahwa PSP mampu menurunkan tingkat parasitemia, menghambat pertumbuhan parasit, serta memperbaiki kondisi histopatologis hati dan limpa. Penelitian ini berfokus pada pengaruh PSP terhadap peningkatan ekspresi sitokin proinflamasi TNF-伪 dan IFN-纬 serta perubahan histopatologis organ hepar dan limpa.

Mencit jantan dengan berat 2530 g dan usia 23 bulan diinfeksi dengan P. berghei (1脳10鈦 parasit/0,2 ml, intraperitoneal). Perlakuan diberikan secara oral tiga jam setelah infeksi selama empat hari berturut-turut. Kelompok perlakuan terdiri atas kontrol negatif, kontrol infeksi, terapi ART tunggal, PSP tunggal, serta kombinasi ART+PSP pada berbagai dosis. Ekstraksi polisakarida menghasilkan rendemen 3,9% dengan kadar karbohidrat sebesar 13,31 mg/ml.

Analisis histopatologi dan ekspresi sitokin menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan. Kombinasi ART dan PSP, khususnya pada dosis 400 mg/kgBB, memberikan hasil paling efektif dalam menurunkan deposisi hemozoin, memperbaiki struktur jaringan hati dan limpa, serta meningkatkan ekspresi TNF-伪 dan IFN-纬. Mekanisme imunostimulasi PSP diduga terkait dengan aktivasi jalur pensinyalan NF-魏B melalui reseptor TLR4 pada makrofag, yang meningkatkan sekresi TNF-伪, NO, dan IL-12. Peningkatan IL-12 kemudian menstimulasi sekresi IFN-纬 oleh sel NK dan sel T, yang penting dalam aktivasi makrofag dan eliminasi Plasmodium. Selain itu, kandungan fikosianin pada Spirulina berperan dalam menghambat pembentukan hemozoin dengan mengikat ferriprotoporfirin-IX.

Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa polisakarida Spirulina platensis berpotensi sebagai terapi adjuvan efektif dalam pengobatan malaria melalui peningkatan respons imun proinflamasi dan perbaikan histopatologi organ. Dosis kombinasi optimal adalah 400 mg/kgBB PSP bersama 40 mg/kgBB ART. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi efek dosis PSP yang lebih rendah dan peran spesifik fikosianin hasil purifikasi sebagai komponen aktif antimalaria.

Penulis  : Lilik Maslachah

Judul artikel :  Spirulina polysaccharide as adjuvant therapy enhances the TNF-伪, IFN-纬 response and improve liver and spleen histopathological of mice (Mus musculus) infected with Plasmodium berghei

Nama Jurnal : Iraqi Journal of Veterinary Sciences, Vol. 39, No. 4, 2025 (847-856)

Link Jurnal : https://www.vetmedmosul.com/

Link artikel : iasj.rdd.edu.iq/journals/uploads/2025/10/06/aff31975d556a821a2f373d054fa48b6.pdf

DOI: 10.33899/ijvs.2025.159752.4271

AKSES CEPAT