51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Pengaruh Ekstrak Daun Ruellia tuberosa L. terhadap Ketebalan Epitel Germinal dan Diameter Tubulus Seminiferus pada Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Aloksan

Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik yang ditandai oleh meningkatnya kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi atau fungsi insulin. Kondisi ini memengaruhi metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Hiperglikemia pada DM meningkatkan produksi Reactive Oxygen Species (ROS), yang menyebabkan stres oksidatif dan kerusakan sel. Salah satu organ yang rentan terhadap kerusakan akibat stres oksidatif adalah testis, khususnya pada sel germinal yang berperan dalam spermatogenesis. Peningkatan ROS dapat menimbulkan gangguan bentuk dan fungsi tubulus seminiferus, menurunkan ketebalan epitel germinal, dan menyebabkan apoptosis, sehingga berpotensi menurunkan kesuburan.

Ruellia tuberosa L. merupakan tanaman dari famili Acanthaceae yang diketahui mengandung senyawa antioksidan, seperti saponin, flavonoid, fenol, dan karotenoid. Senyawa-senyawa tersebut berperan sebagai penangkal radikal bebas, sehingga berpotensi mengurangi kerusakan sel akibat stres oksidatif. Beberapa penelitian sebelumnya melaporkan efek hipoglikemik tanaman ini, serta kemampuannya melindungi jaringan dari kerusakan akibat DM.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak daun Ruellia tuberosa L. terhadap ketebalan epitel germinal dan diameter tubulus seminiferus pada tikus putih jantan yang diinduksi aloksan. Sebanyak 25 ekor tikus jantan dibagi menjadi lima kelompok, masing-masing terdiri atas lima ekor. Kelompok tersebut meliputi: kelompok kontrol normal (P0), kelompok kontrol diabetes tanpa terapi (K-), kelompok terapi metformin dosis 50 mg/kg BB (K+), kelompok ekstrak R. tuberosa dosis 200 mg/kg BB (P1), dan dosis 400 mg/kg BB (P2).

Induksi diabetes dilakukan dengan pemberian aloksan dosis 150 mg/kg BB. Tikus dengan kadar glukosa darah ≥200 mg/dL dikategorikan sebagai diabetes. Perlakuan dilakukan selama 14 hari. Setelah masa perlakuan berakhir, tikus dieuthanasia, kemudian testis diambil untuk pemeriksaan histologis. Preparat jaringan dibuat menggunakan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Parameter yang diamati meliputi ketebalan epitel germinal dan diameter tubulus seminiferus. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA, dilanjutkan dengan uji Duncan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kedua parameter antara kelompok perlakuan. Kelompok kontrol diabetes (K-) menunjukkan penurunan paling besar pada ketebalan epitel germinal dan diameter tubulus seminiferus, menandakan kerusakan jaringan akibat stres oksidatif dari hiperglikemia. Kelompok metformin (K+) menunjukkan perbaikan yang lebih baik dibanding kelompok K-, menandakan efek protektif metformin dalam memperbaiki kerusakan struktur testis.

Kelompok yang menerima ekstrak daun R. tuberosa (P1 dan P2) menunjukkan peningkatan ketebalan epitel germinal dan diameter tubulus seminiferus lebih tinggi dibanding kelompok metformin. Kelompok P1 (200 mg/kg BB) menunjukkan nilai ketebalan epitel germinal tertinggi, sedangkan kelompok P2 (400 mg/kg BB) menunjukkan diameter tubulus seminiferus tertinggi. Meskipun P1 dan P2 menunjukkan pola perbaikan yang berbeda pada masing-masing parameter, keduanya tidak berbeda signifikan satu sama lain, sehingga kedua dosis memberikan efek perbaikan yang relatif sama terhadap ketebalan epitel germinal dan diameter tubulus seminiferus..

Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak daun R. tuberosa L. pada dosis 200 dan 400 mg/kg BB mampu memperbaiki kerusakan struktural testis tikus yang mengalami diabetes akibat aloksan. Keduanya memberikan hasil yang lebih baik dibanding metformin dalam memperbaiki ketebalan epitel germinal dan diameter tubulus seminiferus.

Penulis : Tridiganita Intan Solikhah, drh., M.Si

Referensi terkait tulisan di atas:

Salsabila, S., Mufasirin, M., & Solikhah, T. I. (2025). Effect of Ruellia tuberosa L. leaf extract on germinal epithelium thickness and seminiferous tubule diameter in the testes of alloxan-induced white rats. Journal of Advanced Veterinary Research, 15(4), 482-486.

AKSES CEPAT