51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Probiotik Bakteri Asam Laktat terhadap Efisiensi Pakan, Bobot dan Persentase Karkas pada Itik

Di Indonesia, salah satu sektor industry perunggasan yang cukup berkembang adalah itik pedaging. Direktorat Jenderal dan Kesehatan Hewan (2019) menyebutkan bahwa produksi daging itik di Indonesia meningkat, pada tahun 2017 sebanyak 42.318,86 ton, tahun 2018 sebanyak 44.679,75 ton dan tahun 2019 sebanyak 46.563,38 ton. Permasalahan di industry perunggasan Indonesia adalah untuk meningkatkan produksinya peternak menggunakan antibotik growth promotor (AGP), hal ini dikarenakan banyak peternak percaya bahwa produksi ternak hampir tidak mungkin berhasil tanpa penggunaan antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan serta meningkatkan efisiensi penggunaan pakan.  Beberapa macam probiotik yang telah digunakan untuk meningkatkan performance pertumbuhan antara lain probiotik Bifidobacterium spp, L. acidophilus dan L. casei, L. casei WB 315.  Penggunaan probiotik Bakteri Asam Laktat dan Bifidobacteria mampu meningkatkan persentase karkas itik Peking. Pemberian probiotik L. salivarius pada itik lokal periode starter menujukkan hasil performance yang baik

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan probiotik bakteri asam laktat (Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus casei, Lactococcus lactis, dan Bifidobacterium sp.) terhadap efisiensi pakan, berat karkas dan persentase karkas pada itik pedaging. Probiotik bakteri asam laktat menghasilkan bakteriosin dan asam organik yang menghambat pertumbuhan mikroba patogen didalam saluran pencernaan unggas, sehingga vili usus itik pedaging sehat selain itu probiotik mampu menurunkan kadar kolesterol dalam daging apabila dikonsumsi manusia dapat meningkatkan kesehatan. Penelitian ini menggunakan itik pedaging jenis peking sebanyak 48 ekor. Konsentrasi probiotik Bakteri Asam Laktat yang digunakan yaitu 1,2 x 108 CFU/ml. Pada penelitian terdapat empat perlakuan yang berbeda yaitu P0 (tanpa diberi probiotik), P1 (diberi probiotik sebanyak 1 ml/liter air minum), P2 (diberi probiotik sebanyak 2 ml/liter air minum) dan P3 (diberi probiotik sebanyak 3 ml/liter air minum). Hasil penelitian efisiensi pakan menunjukkan terdapat perbedaan nyata (p<0.05) pada perlakuan P0, P1, P2 dan P3. Efisiensi pakan tertinggi pada perlakuan P3 (33,81%) sedangkan yang teredah yaitu P0 (30,84%). Hasil penelitian pada berat karkas menunjukkan adanya indikasi bahwa pemberian probiotik cenderung lebih lebih tinggi dibanding dengan yang tidak diberikan probiotik namun secara statistik tidak berbeda nyata (p>0,05). Berat karkas tertinggi yaitu P3 (1749,92 g) dan yang terendah yaitu P0 (1709,25 gram). Hasil penelitian pada persentase berat karkas menunjukkan perbedaan nyata (p<0,05) pada perlakuan baik P0, P1, P2 dan P3. Persentase berat karkas tertinggi yaitu pada P3 (64,60%) dan yang terendah yaitu P0 (60,96%). Dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik bakteri asam laktat dosis 1 ml/liter air minum, 2 ml/liter air minum dan 3 ml/liter air minum dapat meningkatkan efisiensi pakan dan persentase karkas itik pedaging namun tidak berpengaruh pada berat karkas itik pedaging.

Penulis: Dr. Widya Paramita Lokapirnasari, drh., M.P.

Jurnal:

AKSES CEPAT