51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Synbiotic Lactobacillus Fermentum dan Moringa Oleifera Extract dengan Lama Waktu Fermentasi Berbeda Terhadap Kualitas Bekatul Fermentasi

Foto by JawaPos

Pengembangan seleksi probiotik serta aplikasinya untuk fermentasi pakan dan pangan untuk meningkatkan nilai gizi serta untuk kesehatan ternak dan manusia menjadi fokus yang sangat penting belakangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan potensi probiotik Lactobacillus fermentum untuk meningkatkan kandungan nutrisi produk fermentasi dedak padi.

Sediaan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera ) diperoleh dari tepung daun kelor, kemudian diproses dengan metode maserasi hingga mendapatkan ekstrak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata (p<0,05) terhadap kandungan protein kasar. Kandungan protein kasar terendah terdapat pada perlakuan kontrol (12,66%), sedangkan kandungan protein kasar tertinggi ditemukan pada perlakuan penggunaan 2 ml L. fermentum dan ekstrak 1 ml M. oleifera 2% (15,94%), yang tidak berbeda nyata dengan penggunaan 2 ml L. fermentum dan 1% ekstrak M. oleifera (15,42%), 2% L. fermentum dan penggunaan 1% L. fermentum dan 2% ekstrak M. oleifera (14,88%). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi (p>0,05) antara lama waktu fermentasi dan dosis isolasi terhadap kandungan protein kasar.

Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang berbeda nyata (p<0,05) antara perlakuan dan lama inkubasi dengan penambahan kombinasi L. fermentum dan  ekstrak M. oleifera pada serat kasar dedak padi fermentasi. Kandungan serat kasar tertinggi terdapat pada perlakuan kontrol (21,28%), dengan lama waktu fermentasi 5 dan 10 hari. Perlakuan kontrol menunjukkan perbedaan nyata dengan semua perlakuan (p<0,05). Fermentasi bekatul selama 5 hari dengan penggunaan 2% L. fermentum + 1% M. oleifera menunjukkan kandungan serat kasar terendah (13,50), yang tidak berbeda (p>0,05) dengan penggunaan 1% L. fermentum (13,69%), 2% L. fermentum (13,74%), 2% L. fermentum + 2% M. oleifera (13,99%), 1% L. fermentum + 1% ekstrak M. oleifera (14,25%) dan 1% L. fermentum + 2% ekstrak M. oleifera (14,51%).

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada bekatul yang difermentasi menghasilkan kandungan (Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) yang lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan BETN umumnya pada bekatul yang tidak difermentasi yaitu 48%. Pertumbuhan mikroorganisme dalam proses fermentasi antara lain ketersediaan glukosa di dalam substrat. Ukuran sel dan jumlah asam nukleat dipengaruhi oleh laju pertumbuhan mikroba. Semakin tinggi laju pertumbuhan maka semakin meningkat jumlah sel mas dan ribosom per unit DNA. Kandungan BETN merupakan hasil dari perubahan kualitatif yang disebabkan oleh aktivitas mikroba. Aktivitas mikroba dalam dedak padi yang difermentasi dapat mengubah komponen nutrisi yang berkaitan dengan kemampuan mikroba dalam mengkonversi protein dan serat kasar sebagai sumber protein dan energi. Pada penelitian ini menunjukkan adanya pertumbuhan dari L.fermentum dengan memanfaatkan ekstrak M. oleifera. Beberapa Lactobacilli tergolong bakteri asam laktat homofermentatif, dimana sebagai produk akhir utamanya adalah asam laktat dari fermentasi glukosa. Adanya produksi asam organik menyebabkan penurunan pH di bawah 4 sehingga membuat kondisi yang tidak sesuai untuk pertumbuhan beberapa organisme pembusuk.

Hasil penelitia menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata (p<0.05) pada lama waktu fermentasi terhadap kandungan Metabolizable Energy (ME). Kandungan ME tertinggi terdapat pada fermentasi bekatul selama 5 hari (3224,62 kkal/kg). Semakin lama waktu fermentasi, menunjukkan kandungan ME semakin menurun. Hal ini ditunjukkan bahwa pada fermentasi bekatul 10 hari menunjukkan kandungan ME yang lebih rendah (3011,57 kkal/kg).

Penambahan L.fermentum maupun ekstrak M. oleifera dengan dosis yang berbeda, menunjukkan adanya perbedaan nyata (p<0.05) terhadap kandungan ME. Kandungan ME terendah terdapat pada perlakuan kontrol tanpa penggunaan probiotik dan prebiotik (3006,97 kkal/kg). Kandungan ME yang lebih tinggi terdapat pada penambahan probiotik L.fermentum pada dosis 1% dan 2% serta pada kombinasi L.fermentum maupun ekstrak M. oleifera yaitu dengan penambahan 1% dan 2% ekstrak M. oleifera, yaitu dengan kandungan ME 3122,12 kkal/kg – 3159,69 kkal/kg .

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi (p<0,05) antara lama waktu fermentasi dan dosis L.fermentum dan ekstrak M. oleifera terhadap kandungan ME. Kandungan ME terendah terdapat pada kontrol yaitu tanpa penambahan L.fermentum dan ekstrak M. oleifera selama waktu fermentasi 5 hari, yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan dengan lama waktu fermentasi bekatul selama 10 hari yaitu 3006,97 kkal/kg.

Penulis: Dr. Widya Paramita Lokapirnasari, drh., M.P.

Judul dan link artikel: The Potency of Lactobacillus fermentum and Moringa oleifera Extract with different Fermentation Time to improve the Nutrient content of Fermented Rice Bran

Link artikel:

AKSES CEPAT