51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Potensi Efek Antikanker pada Ekstrak Bunga Cengkih

Foto by Hello Sehat

Berbagai obat antikanker telah ditemukan seiring dengan kemajuan industry kesehatan. Namun demikian, masih terdapat efek samping yang tidak diinginkan. Pada sisi lain, obat antikanker yang berasal dari bahan alam memiliki efek samping yang rendah sehingga potensial untuk terapi kanker.  Daun, buah, bunga, biji, rimpang, batang, kulit kayu, dan getah merupakan bagian tumbuhan yang memiliki khasiat (Sada dan Tanjung 2010). Secara khusus, cengkih (Syzygium aromaticum) merupakan tanaman rempah kuno yang dikenal dan dimanfaatkan selama berabad-abad. Pohon tersebut merupakan tumbuhan asli kepulauan Maluku (Ternate dan Tidore), Indonesia, yang dahulu disebut oleh para penjelajah sebagai pulau rempah-rempah (Sutriyono 2018; Renggana et al 2018).

Cengkih memiliki banyak manfaat dan efektif sebagai bahan tambahan makanan dan minuman dengan nilai gizi tinggi, antikanker, antibakteri, antijamur, antiinflamasi, antiproliferatif, antifibrogenik, antiserangga, dan analgesik. Selain itu, cengkeh memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan karena konsentrasi eugenolnya yang tinggi (Mu™nisa et al 2012). Cengkih mengandung seskuiterpen, monoterpen, hidrokarbon, dan zat fenolik sebagai fitokimia. Dua fitokimia yang paling penting dalam minyak cengkeh adalah eugenol dan caryophyllene. Eugenol telah menunjukkan sifat antikanker terhadap kanker usus besar, lambung, payudara, prostat, melanoma, dan leukemia, sedangkan caryophyllene memiliki efek antikanker pada keganasan pankreas, kulit, limfatik, dan serviks (Jaganathan 2012).

Selain itu, penelitian Jaganathan (2012) juga menyebutkan bahwa komponen utama minyak cengkih, eugenol, adalah pesaing yang mungkin untuk pengembangan masa depan sebagai bantuan untuk terapi kanker kemoterapi saat ini. Eugenol menghambat pertumbuhan dan perkembangan tumor, meningkatkan Reactive Oxygen Species (ROS), menginduksi apoptosis, dan memiliki efek genotoksik pada banyak sel kanker.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) sebagai agen antikanker potensial dengan menentukan nilai grid-score menggunakan molecular docking dan nilai LC50 menggunakan teknik Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Sebagai hewan model, dipilih tiga ratus larva Artemia salina leach, kemudian dibagi menjadi enam kelompok. Setiap kelompok memiliki sepuluh larva yang telah mengalami lima kali ulangan. Konsentrasi ekstrak bunga cengkeh pada media perlakuan adalah 50‰ppm (T1), 250‰ppm (T2), 500‰ppm (T3), 750‰ppm (T4), 1000‰ppm (T5), dan 0‰ppm (air laut) sebagai kontrol. Analisis probit data persentase kematian Artemia salina leach.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga cengkih (Syzygium aromaticum) berbahaya bagi larva dengan nilai LC50 sebesar 227,1‰g/ml atau pada persamaan y‰=‰2,8636 x “ 1,7466 dengan nilai R2 sebesar 0,9062. Berdasarkan docking molekuler, eugenol acetate (grid-score 42.120834) memiliki hubungan yang erat dengan enzim serumpun nitric oxide synthase (3E7G) berdasarkan kedekatannya dengan nilai grid score (grid-score 61.271812).

Oleh karena itu, ekstrak bunga cengkih berpotensi sebagai obat antikanker. Berdasarkan kedekatan grid score antara eugenol asetat dengan enzim homolog oksida nitrat sintase (3E7G). Penghambatan sintase oksida nitrat juga menunjukkan penurunan proliferasi sel kanker.

Penulis: Eduardus Bimo Aksono, Aprilia Cahya Latifah, Lucia Tri Suwanti, Kautsar Ul Haq, dan Herinda Pertiwi. Artikel selengkapnya dapat diakses pada Aksono, E.B., Latifah, A.C., Suwanti, L.T., Haq, K.U., Pertiwi, H. Clove Flower Extract (Syzygium aromaticum) Has Anticancer Potential Effect Analyzed by Molecular Docking and Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) (2022) . DOI: 10.1155/2022/5113742 atau

AKSES CEPAT