51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Rahasia Atlet Percepat Pemulihan Otot Setelah Olahraga Intens

Source: Crunch Fitness
Source: Crunch Fitness

Latihan fisik intens seperti plyometrik menyebabkan penumpukan asam laktat di otot, yang mengakibatkan kelelahan dan penurunan performa atlet. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemulihan yang efektif untuk mengembalikan fungsi otot secara optimal dalam waktu singkat. Pemulihan pasca-latihan adalah salah satu aspek krusial dalam menjaga performa atlet. Dalam beberapa tahun terakhir, terapi pijat perkusi atau yang populer dikenal sebagai “massage gun” menjadi tren di kalangan pelatih dan atlet profesional.

Massage gun adalah alat terapi berteknologi getaran yang memberikan tekanan ritmis ke jaringan otot. Mekanisme kerjanya menyerupai teknik tapotement dalam pijat klasik, yang bertujuan meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, dan mendukung proses pemulihan pasca latihan intens seperti mempercepat pembungan laktat. Getaran yang dihasilkan alat ini bekerja dengan frekuensi tinggi pada titik-titik otot tertentu, memberikan stimulasi neuromuskular yang dapat mengaktifkan kembali otot-otot yang kelelahan.

Telah dilakukan penelitian untuk membandingkan efektivitas terapi pijat perkusi dengan pemulihan pasif terhadap tiga indikator utama pasca latihan intens: kadar laktat darah, kekuatan otot tungkai, dan daya ledak otot tungkai. Penelitian ini melibatkan 16 peserta laki-laki berusia 19“24 tahun yang aktif berolahraga. Mereka dibagi menjadi dua kelompok: satu kelompok menerima pijat perkusi selama 20 menit menggunakan perangkat Hypervolt, sementara kelompok lainnya hanya beristirahat tanpa intervensi apapun. Sebelumnya, semua peserta menjalani latihan plyometrik yang memicu kelelahan otot.

Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar laktat darah yang signifikan pada kelompok yang menggunakan terapi pijat perkusi (massage gun). Temuan ini mengindikasikan bahwa pijat perkusi mampu merangsang sirkulasi darah lebih efektif dibandingkan metode pemulihan pasif seperti istirahat total. Hal ini sejalan dengan teori bahwa getaran lokal dapat meningkatkan tekanan arteri dan mempercepat metabolisme jaringan otot, sehingga mempercepat proses pembuangan zat sisa metabolisme. Selain itu, kelompok terapi pijat perkusi juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam daya ledak otot, yang diduga berkaitan dengan peningkatan suhu dan elastisitas jaringan akibat stimulasi getaran. Perubahan ini diyakini turut memperbaiki efisiensi kontraksi otot. Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam peningkatan kekuatan otot tungkai antara kelompok terapi pijat perkusi dan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa efek terapi pijat perkusi terhadap kekuatan otot jangka pendek belum terbukti secara konsisten, dan kemungkinan memerlukan intervensi dengan durasi atau frekuensi yang lebih panjang untuk hasil yang optimal.

Terapi pijat perkusi merupakan inovasi pemulihan berbasis teknologi yang semakin mendapat tempat dalam dunia olahraga. Dengan landasan bukti ilmiah yang kuat, metode ini tidak hanya efektif dalam mengurangi kelelahan otot, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga serta meningkatkan performa fisik atlet. Melalui getaran ritmis yang dihasilkan, alat ini mampu merangsang sirkulasi darah, mempercepat pemulihan jaringan otot, serta mengurangi risiko cedera. Bagi atlet profesional maupun individu dengan gaya hidup aktif, terapi pijat perkusi layak dipertimbangkan sebagai bagian penting dari strategi pemulihan modern. Dengan implementasi yang tepat dan terstruktur, terapi ini dapat mendukung pencapaian performa optimal pada sesi latihan berikutnya maupun saat menghadapi kompetisi selanjutnya.

Penulis: Prof. Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://www.sportmont.ucg.ac.me/?sekcija=article&artid=2084

Ahmad Assagaf Rahmat, Nura Maulida Isna, Oviesta Tasha Retyananda, Gadis Meinar Sari, Mohammad Fathul Qorib and Oky Dwi Silviyanti. (2025). Effects of Percussive Massage on Lactate Removal, Strength and Explosive Power of Leg Muscles after Physical Exercise. Sport Mont, 23(1), 59-64.

AKSES CEPAT