Rehabilitasi jantung adalah langkah penting dalam pemulihan pasien setelah mengalami serangan jantung akut atau Acute Coronary Syndrome (ACS). Namun, tidak semua pasien bisa mengikuti program rehabilitasi yang dilakukan di rumah sakit. Alternatifnya, program rehabilitasi jantung berbasis rumah (Home-Based Cardiac Rehabilitation/HBCR) kini menjadi perhatian dunia medis.
Sebuah tinjauan sistematis terbaru yang melibatkan 19 studi dan 2822 pasien membandingkan efektivitas HBCR dengan rehabilitasi jantung di rumah sakit dan perawatan biasa tanpa program rehabilitasi. Penelitian ini menilai dampaknya terhadap kualitas hidup (Quality of Life/QoL) dan faktor risiko penyakit jantung lainnya.
Hasilnya menunjukkan bahwa HBCR secara signifikan meningkatkan kualitas hidup pasien. Dibandingkan dengan perawatan biasa, HBCR juga terbukti meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar trigliserida, dua indikator penting dalam kesehatan jantung. Menariknya, efektivitas HBCR setara dengan program rumah sakit dalam hal kebugaran jantung, tekanan darah, dan profil lipid lainnya.
Meskipun belum ada perbedaan yang signifikan dalam hal tingkat rawat inap ulang atau kolesterol jahat (LDL), temuan ini menunjukkan bahwa HBCR adalah alternatif yang aman dan efektif, terutama bagi pasien yang sulit mengakses fasilitas rumah sakit.
Dengan perkembangan teknologi dan dukungan tenaga kesehatan, rehabilitasi jantung di rumah bisa menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien jantung di berbagai wilayah, termasuk di Indonesia.
Penulis: Riris Diana Rachmayanti, S.KM., M.Kes.
DOI: https://doi.org/10.1016/j.ajpc.2025.100982





