51动漫

51动漫 Official Website

Rektor UNAIR Hadiri Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia 2025 di Bandung

Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin (empat dari kiri) bersama Para Peneliti Nasional di KSTI 2025. (Foto: PKIP UNAIR)
Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin (empat dari kiri) bersama Para Peneliti Nasional di KSTI 2025. (Foto: PKIP UNAIR)

UNAIR NEWS51动漫 turut ambil bagian dalam (KSTI) 2025 yang berlangsung di Sasana Budaya Ganesa, Institut teknologi Bandung, Kamis (7/8/2025). Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin hadir langsung dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi riset dan inovasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.

Konvensi yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi ini mengangkat tema Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan & Pemerataan Ekonomi. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto hadir dalam konvensi ini. Pada kesempatan kali ini, Presiden membuka konvensi dengan pidato utama. Lebih dari 1000 peneliti Indonesia menghadiri konvensi ini, termasuk 58 peneliti dari UNAIR.

Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin saat berbincang bersama para peneliti di KSTI 2025. (Foto: PKIP UNAIR)

Beberapa menteri Kabinet Merah Putih turut hadir, termasuk Menteri Ekonomi, ESDM, Kesehatan, dan kementerian terkait lainnya. Hadir juga 350 pimpinan dari berbagai universitas, lembaga penelitian, dan pelaku industri. Selain pameran teknologi, pada KSTI 2025 juga terdapat lokakarya dan forum kemitraan untuk mendorong pemanfaatan hasil riset dalam pembangunan nasional.

Perkuat Sektor Strategis

KSTI ini merupakan forum strategis berskala nasional dan internasional dalam upaya mempercepat transformasi nasional berbasis sains dan teknologi. Konvensi ini juga menitikberatkan pada integrasi riset, pendidikan tinggi, dan industri. Terdapat delapan sektor industri yang menjadi prioritas, yaitu pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi, serta material dan manufaktur maju. Pemilihan sektor tersebut berdasarkan kebutuhan strategis Indonesia menuju kemajuan teknologi dan daya saing global.

Para Peneliti dari UNAIR berfoto bersama produk penelitian UNAIR di booth KSTI 2025. (Foto: PKIP UNAIR)

Kehadiran Prof Madyan di KSTI 2025 menegaskan komitmen UNAIR untuk berada di garis depan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dengan memimpin langsung delegasi UNAIR, Prof Madyan menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya memperluas jejaring kerja sama dan memastikan kontribusi nyata UNAIR dalam memajukan riset nasional. Partisipasi ini sekaligus mencerminkan peran aktif UNAIR sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga berperan dalam mendorong inovasi teknologi demi kemajuan bangsa.

Penulis: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT