51动漫

51动漫 Official Website

Sequestrektomi Osteomielitis Kronis Regio Maksila pada Pasien Diabetes Mellitus

Osteomyelitis pada regio maksila merupakan kondisi yang langka. Kasus ini cenderung terjadi lebih sering pada mandibula dengan angka kejadian 66,7% dibandingkan dengan maksila dengan angka kejadian 33,3%. Hal ini disebabkan pada tulang maksila memiliki vaskularisasi yang lebih baik dan tulang kortikal yang tidak terlalu tebal sehingga tidak rentan terhadap infeksi. Osteomyelitis pada maksila merupakan kasus yang jarang terjadi karena rahang atas terutama palatum memiliki vaskularisasi yang baik dibandingkan dengan mandibula dengan dengan angka kejadian 3% – 19%. Sebelum adanya antibiotik, banyak kasus osteomyelitis dilaporkan pada mandibula terutama karena infeksi odontogenik yang diperburuk dengan immunocompromise dan penyakit metabolik yang tidak terkontrol seperti Diabetes Melitus, AIDS, dan malnutrisi. Angka kejadian osteomielitis maksila di India pada pasien dengan diabetes melitus mencapai 45,1%. Secara klinis, gambaran osteomyelitis memiliki kemiripan dengan BRONJ,namun hal itu dapat dibedakan dari anamnesa pada pasien dimana pasien tidak ada riwayat konsumsi bisphosphonate dan tidak ada riwayat terapi radiasi pada daerah rahang.

Pada artikel ini disajikan laporan kasus yang mempresentasikan kasus yang masih jarang terjadi yaitu Osteomyelitis denga squester yang meluas pada regio Maksila pada pasien laki-laki usia 58 tahun dengan riwayat diabetes mellitus tidak terkontrol dan akan dibahas terkait aspek penegakan diagnosis dan penatalaksanaan secara komprehensif.

Seorang pasien laki-laki berusia 58 tahun datang ke rumah sakit Dr. Mohammad Soewandhie dengan keluhan utama tulang yang terbuka, nyeri dan bengkak disertai keluarnya cairan pus di rahang atas. Pasien memiliki riwayat luka yang tidak sembuh setelah ekstraksi molar kiri atas 1 tahun yang lalu. Hasil CT scan menunjukkan pembentukan squester yang luas dan kerusakan tulang di kanan memanjang ke rahang atas kiri. Hasil laboratorium pra operasi adalah diabetes mellitus yang tidak terkontrol. Hasil kultur pus adalah Klebsiella pneumoniae dan Morganella morganii. Selanjutnya setelah dilakukan kontrol glukosa darah, dilakukan sekuestrektomi secara ekstensif dan ekstraksi gigi yang terlibat, dan dilakukan penutupan dengan jahitan terhadap mukosa oral dan nasal untuk menghindari infeksi sekunder.

Kasus osteomielitis rahang atas berhubungan dengan diabetes mellitus karena pada kondisi hiperglikemi sistem kekebalan tubuh menurun dan mangakibatkan gangguan distribusi vaskularisasi ke maksila. Pada pasien dengan diabetes mellitus, terjadi penurunan leukosit pada proses kemotaksis dan fagositosis, kemudian terjadi penurunan vaskularisasi karena kondisi hiperglikemi, yang menyebabkan gangguan perfusi jaringan. Kondisi ini menyebabkan penyembuhan luka yang tertunda. Area tulang yang terinfeksi dan sequestrum biasanya menunjukkan karakteristik iskemik dan menghasilkan area dengan tekanan oksigen yang berkurang. Laju difusi antibiotik ke dalam tulang mati sangat rendah sehingga seringkali antibiotik menjadi tidak maksimal. Protokol pengobatan terdiri dari kombinasi pembedahan dan medikasi antimikroba. Prognosis pasien dengan osteomielitis tergantung pada beberapa faktor seperti karakteristik dan virulensi agen mikroba.

Pada kasus ini diakukan tindakan sequestrectomy secara ekstensif. Intervensi bedah adalah salah satu perawatan utama untuk manajemen definitif pada osteomielitis. Tujuan pembedahan adalah untuk menghilangkan semua jaringan yang terinfeksi dan nekrosis, sehingga kesempatan untuk reperfusi dan drainase dapat terjadi pada daerah yang terinfeksi. Intervensi dini dapat memberikan prognosis yang lebih baik dan mungkin menjadi faktor kunci dalam menghindari prosedur bedah yang lebih radikal. Opsi manajemen bedah lain diantaranya saucerisation, sequestrectomy, debridement, dekortikasi, reseksi rahang dengan rekonstruksi, dan terapi hiperbarik.

Osteomielitis pada pasien imunosupresif sangat penting untuk diagnosis dini dan manajemen pengobatan dengan antibiotik. Kontrol glikemik yang optimal dalam penderita diabetes adalah wajib untuk mencegah komplikasi. Manajemen antibiotik dan intervensi bedah merupakan perawatan utama sebagai manajemen definitif. Osteomyelitis yang melibatkan maksila, diagnosis awal dan pengobatan segera sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi seperti keterlibatan orbita, kranial, dan komunikasi oro慳ntral.

Penulis: Prasiddha Mahardhika El Fadhlallah, Andreas Pratama Nugraha, Okky Prasetio, Indra Mulyawan.

Informasi detail dari laporan kasus ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Prasiddha Mahardhika El Fadhlallah, Andreas Pratama Nugraha, Okky Prasetio, Indra Mulyawan. Extensive Sequestration Chronic Maxillary Osteomyelitis in an Uncontrolled Diabetic Patient: Comprehensive Case Management of a Rare Entity. European Journal of Dentistry. 2023 October 17.

AKSES CEPAT