Pembuka
Kusta merupakan salah satu penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprosy dan digolongkan kedalam penyakit yang terabaikan, Neglected tropical disease. Penyakit kusta membawa banyak permasalahan, bukan hanya pada bidang kesehatan tetapi juga menyebabkan permasalahan stigma, kecacatan yang bersifat permanen, hingga menganggu aspek psikologis penderitanya. Meskipun saat ini angka kejadian kusta secara signifikan telah berkurang setelah pengunaan Multi Drug Treatment (MDT) yang direkomendasikan oleh WHO, kasus baru kusta masih terus dilaporkan setiap tahunnya termasuk di Indonesia dengan angka tertinggi kasus kusta dilaporkan di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Status eliminasi kusta nasional telah dicapai oleh Indonesia pada tahun 2000, tetapi hingga saat ini masih banyak kantung kantung endemis yang menjadi sumber penularan bagi kusta.
Penjelas
Pemutusan rantai transmisi menjadi salah satu hal yang penting dalam mengeliminasi penyakit infeksi. Adanya laporan mengenai kasus baru kusta dan angka kejadian kasus kusta pada anak menjadi penanda adanya transmisi yang masih aktif di masyarakat. Angka kejadian kasus kusta dengan tipe multibasiler (MB) serta kecacatan pada kusta menandakan adanya keterlambatan diagnosis. Kantung kantung endemis menjadi sumber permasalahan yang perlu dilakukan evaluasi dan monitoring secara berkelanjutkan menggunakan studi epidemiologi, walaupun secara nasional kusta telah mencapai status eliminasi di Indonesia.
Penutup
Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit tertua yang telah ada, namun hingga saat ini peyakit kusta masih membawa banyak permasalahan dan pertanyaan yang belum terpecahkan. Angka kejadian kasus kusta baru masih ditemukan setiap tahunnya pada sebuah daerah pedesaan di Gresik Utara, disertai dengan tingginya angka kasus kusta anak. Hal ini menandakan bahwa sumber transmisi kusta masih terjadi pada daerah ini, walaupun status eliminasi telah tercapai. Proses transmisi atau penularan dari kusta sendiri masih menyisakan pertanyaan, salah satunya terdapat kecurigaan sumber penularan dari hewan dan lingkungan seperti air yang terkontaminasi. Dominasi dari kusta jenis MB dan kejadian kecacatan pada kusta menjadikan indikasi adanya keterlambatan diagnosis. Stigma yang melekat pada masyarakat sering kali menyebabkan penderita memilih untuk menyembunyikan gejala yang diderita, menunda dalam mencari pertolongan tenaga medis dan datang dengan kondisi yang lebih lanjut setelah muncul kecacatan permanen, padahal kecacatan pada kusta dapat dicegah. Keterbatasan dalam diagnosis dini, penanganan secara dini, dan stigma menjadi permasalahan kusta di Indonesia yang perlu diselesaikan.
Penulis : dr.Hapsari Kinanti
Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
Current Status of Leprosy in the Rural Area of North Gresik, Indonesia After Eliminated Status Achieved: 淚s Leprosy Truly Eliminated
Hapsari Kinanti, Medhi Denisa Alinda





