Perubahan iklim menjadi isu penting bagi seluruh negara di dunia karena dapat mengancam kehidupan manusia dan lingkungannya. Ancaman nyata dari perubahan iklim adalah bencana alam yang melanda dunia seperti banjir, gelombang panas, kenaikan suhu global, kenaikan air laut dan wabah penyakit. Contohnya saja, wabah pandemi covid-19 yang melanda dunia dari tahun 2019. Beberapa peneliti lingkungan menduga bahwa awalnya covid-19 berasal dari dalam hutan yang selama ini tidak tersentuh aktivitas manusia. Namun, setelah adanya kerusakan lingkungan hutan, maka covid-19 dapat membunuh manusia dan menyebar secara global. Kondisi ini mencerminkan bahwa alam juga memiliki kekuatan untuk menyeimbangkan diri melalui peringatan terhadap manusia. Peringatan tersebut berupa pengurangan populasi manusia melalui bencana. Selain itu, bencana global yang paling terkini adalah gelombang panas yang terjadi di wilayah Eropa. Di indonesia, bencana nasional sudah banyak ditemui dari tahun ke tahun. Bencana ini berbentuk tingkat pH dalam air hujan yang terus naik dan menyebabkan kerusakan ekosistem air. Selain itu ada bencana lain yang masih harus diantisipasi yakni konsentrasi CO2 dan suhu udara tahunan yang terus naik. Dua hal tersebut adalah penyebab utama terjadinya gelombang panas lokal di Indonesia.
Pencegahan terhadap kerusakan lingkungan dapat menjadi lebih efektif melalui peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kelestarian lingkungan. Hal tersebut dapat dicapai melalui peningkatan konsumsi produk ramah lingkungan. Salah satu cara pelestarian lingkungan adalah dengan beralih menggunakan sepeda motor listrik. Namun, merubah pandangan masyarakat untuk mulai menggunakan motor listrik merupakan tantangan yang cukup sulit. Hal ini karena masyarakat indonesia telah terbiasa menggunakan motor berbahan dasar minyak bumi dan belum memahami manfaat dari kendaraan listrik. Penelitian ini berbentuk kuantiatif dan dikembangkan dengan pendekatan eksperimen terhadap partisipan. Partisipan dalam penelitian ini adalah 200 orang mahasiswa Indonesia yang tinggal di Kota Jakarta. Partisipan akan diberikan stimulus mengenai video dokumenter dari bencana alam yang bersifat domestik dan global. Masing-masing video dokumenter tersebut akan dibedakan menjadi 2 kelas berbeda. Video dokumenter lokal akan bersumber dari studio anatman pictures yang berjudul 淒iam dan Dengarkan/ Quiet and Listen. Sedangkan video dokumenter global akan bersumber dari The Economist yang berjudul 淪ee what three degrees of global warming looks like. Seluruh partisipan selanjutnya mengisi kuesioner mengenai indikator variabel. Setelah data terkumpul, maka selanjutnya data diolah. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah structural equation modelling (SEM).
Pengetahuan mengenai lingkungan merupakan kemampuan yang wajib dimiliki setiap individu agar tercipta kelestarian lingkungan alam secara domestik maupun global. Hal ini karena pengetahuan mengenai lingkungan adalah faktor utama yang mempengaruhi adanya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Ketika mayoritas masyarakat telah peduli dengan kelestarian lingkungan, maka dibutuhkan sebuah tindakan secara nyata. Salah satu tindakan nyata tersebut adalah pembelian produk ramah lingkungan seperti sepeda motor listrik. Sepeda motor listrik merupakan produk yang tidak memiliki emisi gas buang yang dapat merusak lingkungan jika digunakan secara masif. Selain itu, video dokumenter mengenai kerusakan alam secara lokal dan global dapat mempengaruhi orang untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Video documenter tersebut berisikan tentang bencana yang terjadi serta penyebabnya yang mayoritas berasal dari perilaku buruk manusia. Selain itu, video dokumenter global juga terbukti lebih mudah baik mempengaruhi individu untuk membeli produk ramah lingkungan dibandingkan dengan video dokumenter lokal.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Putra, S.W., Noer, L.S., Handriana, T., & Mardhiyah, T. (2023), Does Domestic and Global Environmental Events Can Stimulated Purchase Intention E-Motorcycle? Journal of Environmental Assessment Policy and Management, Vol. 25 (1).





