Perkembangan pariwisata halal dalam beberapa dekade terakhir sangat menggembirakan. Hal ini juga menjadi perhatian dari para profesional dan peneliti secara global. Pariwisata halal tidak hanya menjadi perhatian dari negara Muslim, namun negara-negara non-Muslim atau yang minoritas Muslim juga berlomba-lomba untuk menarik perhatian konsumer Muslim. Negara-negara seperti Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, Australia, China, dan Spanyol saat ini juga fokus untuk mengembangkan pariwisata halal.
Saat ini, referensi dan penelitian tentang pariwisata halal mendapat tempat yang terhormat dan cukup populer. Selain itu, saat ini konsumen Muslim cukup banyak berbelanja dan mengkonsumsi tempat-tempat pariwisata. Pariwisata halal tentunya sangat terkait dengan kualitas pelayanan khususnya dalam melayani konsumer Muslim. Penelitian tentang pariwisata halal saat ini juga sangat berkembang mengikuti perkembangan industri pariwisata halal. Riset tentang pariwisata halal juga sudah sangat banyak, namun masih sedikit yang membahas pariwisata halal secara komprehensif, terutama mulai dari konseptual, metodologi, dan riset-riset potensi di masa yang akan datang.
Sampel dan Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review dari 419 artikel yang kemudian dikerucutkan hanya pada 74 artikel yang terindeks ABDC (Australian Business Dean Council) serta hanya pada peringkat A dan A* antara periode 2009 dan 2020. Artikel ini kemudian diolah menggunakan MS Excel dan VOSviewer untuk diidentifikasi tema dari artikel-artikel ini. Untuk review literatur ini, artikel dikelompokkan menjadi 5 kolom yang meliputi penulis, isu yang dibahas, metodologi, temuan, dan juga rekomendasi. Artikel-artikel ini diidentifikasi secara detail dan menyeluruh untuk dapat melihat potret artikel-artikel yang ada pada jurnal-jurnal yang sangat bereputasi dan terindeks ABDC tentang pariwisata halal.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literatur pariwisata halal masih dalam tahap berkembang. Perkembangan ini juga diikuti dengan sangat bervariasinya topik pada pariwisata halal. Selain itu, jenis-jenis penelitian juga sangat beragam, baik itu secara kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian ini tentunya dapat berkontribusi pada pengembangan framework akan konsep dari pariwisata halal. Peneliti-peneliti baru di bidang pariwisata halal juga terus bermunculan serta terpusat pada beberapa cluister yang antara lain, Islamic tourism, halal tourism, religiosity and tourism, halal destination, Muslim traveller, halal foods, halal tourist satisfaction, social media and halal tourism, medical tourism, environmental tourism, dan Islamic historical sites.
Tema halal tourism yang mulai digunakan sejak awal pariwisata halal sampai tahun 2015 mulai jarang dan sedikit digunakan di riset-riset terkini. Beberapa yang mulai populer antara lain adalah halal foods, halal tourist satisfaction, dan social media and tourism yang mulai banyak digunakan pada riset-riset sejak tahun 2018 dan mulai banyak digunakan pada periode 2019 dan 2020. Lebih lanjut lagi, metodologi yang digunakan pada riset pariwisata halal juga semakin berkembangm, dimana yang pada awalnya banyak menggunakan pendekatan kualitatif, saat ini banyak penelitian yang menggabungkan antara kualitatif dan kuantitatif.
Implikasi Penelitian
Pariwisata memiliki tempat yang penting di Islam, hal ini dikarenakan dalam Al Qur檃n dan Hadist Muslim diperintahkan untuk melakukan perjalanan di penjuru dunia untuk dapat melihat kebesaran Allah SWT. Implikasi dari penelitian ini, terutama sangat penting bagi pengembangan literatur pariwisata halal. Dari penelitian ini, dapat kita lihat bahwa penelitian akan pariwisata halal khususnya di jurnal-jurnal yang bereputasi tersebar dalam beberapa cluster. Selain itu, pendekatan penelitian yang digunakan juga mulai bervariasi serta kedepan diharapkan dapat mulai dipisahkan riset pariwisata halal di negara Muslim ataupun non-Muslim. Selain itu, perkembangan teknologi di dunia pariwisata juga dapat dijadikan topik riset baru khususnya pada platform media sosial khusus pada tema-tema pariwisata halal. Penelitian ini dapat digunakan oleh sektor industri pariwisata halal, khususnya untuk mengetahui karakteristik konsumer Muslim akan preferensi pariwisata yang dipilihnya. Peneliti selanjutnya juga dapat memanfaatkan penelitian ini untuk mendapat gambaran perkembangan riset pariwisata halal secara global.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Shah, S. A. A., Fianto, B. A., Sheikh. A. E., Sridadi, A. R., Kayani. U. N. (2023). A Master Conceptual Framework of Research in Halal Toursim. Tourism, Vol.71/No.1/2023/121-144.





