51动漫

51动漫 Official Website

Studi Antropometri Menggunakan CT Scan Panggul Tiga Dimensi dalam Penentuan Jenis Kelamin

Pendahuluan

Identifikasi jenis kelamin pada sisa tulang manusia merupakan langkah awal yang dilakukan dalam membantu antropolog forensik untuk mengidentifikasi seseorang [1]. Keakuratan identifikasi jenis kelamin tergantung pada komponen tulang yang dianalisis dan teknik yang digunakan. Beberapa teknik ini bersifat kuantitatif dan dapat diuji secara empiris, misalnya teknik estimasi jenis kelamin dan usia dari sisa tulang yang tidak teridentifikasi [2,3]. Estimasi akurat jenis kelamin untuk orang dewasa dipengaruhi oleh keadaan pelestarian individu tulang, tingkat ekspresi dimorfisme seksual, dan metode yang digunakan. Dalam beberapa kasus, metode metrik lebih baik daripada metode morfologis [6]. Untuk itu diperlukan suatu penelitian yang menunjukkan pentingnya metode objektif dengan memanfaatkan teknologi radiologi dalam penentuan jenis kelamin. Meskipun teknik visual atau morfologi adalah cara penilaian yang cepat, namun memiliki kelemahan karena sangat subjektif, membutuhkan pengamat yang berpengalaman dan seringkali tidak dapat menjamin akurasi. Tanpa data yang dapat diukur, ada implikasi yang jelas untuk menentukan hasil konklusif yang bahkan metode tersebut tidak dapat digunakan sebagai dasar referensi.

Metode dan Hasil

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan regresi retrospektif dan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini telah disetujui oleh Komite Etik Penelitian Medis RSUP Dr. Soetomo Surabaya, untuk mendapatkan izin etik dengan nomor registrasi 0106/LOF/301.4.2/VIII/2020. Semua peserta termasuk telah memberikan persetujuan tertulis mereka untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Sedangkan populasinya adalah seluruh pasien di Instalasi Radiologi dari bulan September sampai Desember 2019 yang menjalani pemeriksaan CT panggul 3D.

Pemeriksaan CT scan panggul berupa data digital dijadikan sebagai bahan kajian. Selanjutnya alat pemeriksaan radiologi menggunakan mesin CT scan 16-slice Siemens SOMATOM di Instalasi Radiologi RSUP Dr. Soetomo Surabaya. Parameter yang digunakan pada CT scan panggul axial pada penelitian ini adalah 120 kV, 140 mAs efektif, kolimasi irisan 1,5 mm, lebar irisan 5,0 mm, feed/rotasi 24,0 mm, waktu rotasi 0,5 detik, serta dosis efektif untuk pria: 3,3 mSv dan wanita: 4,8 mSv. Citra CT 3D dimulai dengan akuisisi dan rekonstruksi data citra aksial. Selanjutnya, gambar aksial dikirim ke workstation (Siemens, Leonardo, Erlanger, Jerman).

Semua data demografis diperoleh dari rekam medis. Pengukuran panggul secara objektif dilakukan oleh dua pengamat, konsultan radiologi muskuloskeletal dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Beberapa pengukuran panggul dari masing-masing variabel oleh pengamat kemudian diperoleh dan ditentukan rata-rata nilai radiometrik. Dalam uji kesalahan antar pengamat, hasil 10 spesimen terukur dari masing-masing ahli radiologi dibandingkan. Kesepakatan antar-pengamat dievaluasi dengan koefisien Kappa yang dihitung.

Terdapat perbedaan karakteristik variabel radiometrik pada penelitian antropometri panggul orang dewasa Indonesia di RSUP Dr. Soetomo Surabaya. APOD, CPID, LIH, TPO, dan SPA memiliki korelasi tertinggi antara kedua jenis kelamin dan memiliki kekuatan terbesar dibandingkan komponen lain dari pengukuran panggul untuk penentuan jenis kelamin. Estimasi nilai pengukuran panggul dengan menggunakan citra CT 3D dapat mengembangkan model panggul dengan rumus regresi dengan nilai akurasi yang tinggi menggunakan nilai CPID, LIH, dan SPA. Rumus regresi penentuan jenis kelamin pada orang dewasa menggunakan 3D CT menghasilkan validitas 91,05%, sensitivitas 100% untuk identifikasi pria, dan spesifisitas 81,1% untuk identifikasi wanita.

Penulis: Dr. Rosy Setiawati, dr., Sp.Rad(K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Setiawati, R., Rahardjo, P., Ruriana, I.听et al.听Anthropometric study using three-dimensional pelvic CT scan in sex determination among adult Indonesian population.听Forensic Sci Med Pathol听(2022)

AKSES CEPAT